Proyek Sapi Potong Rugikan Negara Rp 427 Juta – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Proyek Sapi Potong Rugikan Negara Rp 427 Juta

CAPTION GATRA BANUNAEK/TIMEX - TERDAKWA. Domiggus Ara tampak bersiap memasuki ruang sidang Pengadilan Tipikor Kupang. Dia didampingi JPU Kejari Waingapu, Muhammad Nur Eka Firdaus, Kamis (14/4).

Di Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur

KUPANG, TIMEX – Pengadilan Tipikor Kupang mulai menyidangkan perkara dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (Bansos) yang diperuntukan untuk pengadaan pembibitan ternak sapi di Kabupaten Sumba Timur, tahun anggaran (TA) 2012, dengan terdakwa Dominggus Ara.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) bagi terdakwa yang adalah mantan Sekretaris Dinas (Sekdis) Peternakan Kabupaten Sumba Timur itu digelar pada Kamis (14/4), pukul 15.30.

JPU Kejari Waingapu, Wira Anom Saputra dan Muhammad Nur Eka Firdaus dalam dakwaannya, menyebutkan terdakwa dalam proyek tersebut berperan sebagai ketua tim penyusun petunjuk teknis (Juknis).

Dan pagu anggaran untuk proyek pengadaan pembibitan ternak sapi itu sebesar Rp 4,5 miliar lebih yang bersumber dari DIPA APBN  pada Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI.

Dana itu diperuntukan untuk pengadaan pembibitan sapi potong sebanyak 900 ekor dengan pagu anggaran sebesar Rp 4,4 miliar lebih. Sementara untuk kegiatan operasional menggunakan dana sebesar Rp 84 juta.

Penuntut umum dalam surat dakwaannya juga menjelaskan 900 ekor  sapi potong disebar ke 12 kecamatan dengan sasaran 37 desa dengan kelompok taninya masing-masing.

“Pembentukan kelompok tani penerima bantuan ternak sapi sebanyak 12 kelompok dilakukan terdakwa bersama saksi Fransis Israel Isliko, Umbu Kudu Kapita dan Yunus Wulang tanpa melakukan seleksi terlebih dahulu,” sebut JPU.

Selain itu, nama-nama kelompok tani yang diusulkan itu tidak pernah mengajukan proposal ke Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur. Dan untuk mendapatkan dana bantuan dari pusat tersebut, setiap kelompok tani yang sudah ditunjuk diwajibkan membuka rekening di bank.

Dari proyek tersebut, menurut JPU, saksi Fransis Israel Isliko telah memperkaya terdakwa Dominggus Ara atau orang lain atau suatu korporasi sebesar Rp 177.750.000 serta merugikan keuangan negara sebesar Rp 427.819.500.

Terdakwa diancam pidana sesuai pasal 2 dan 3 ayat (1) Undang- undang (UU) Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor) jo UU Nomor 20/2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31/1999 tentang pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.

Usai pembacaan dakwaan oleh JPU Kejari Waingapu, Ketua Majelis Hakim, Herbert Harefa mempersilakan ke terdakwa dan penasihat hukumnya Luis Balun untuk mengajukan keberatan atau eksepsi atas dakwaan JPU. Menanggapinya, Luis Balun mengaku pihaknya tidak mengajukan keberatan.

Majelis hakim pun mengagendakan sidang lanjutan pada pekan depan dengan agenda pemeriksan saksi. Herbert Harefa saat memimpin sidang didampingi hakim anggota Jemmy Tanjung Utama dan Yelmi. (gat/joo)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!