Tren Surplus Dagang Berlanjut – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Tren Surplus Dagang Berlanjut

RMOL - KEIN. Menperin, Saleh Husin bersama Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir (kedua dari kiri) dan jajarannya memberikan keterangan pers di Istana, Jakarta (Jumat, 15/4). Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa KEIN memberikan masukan-masukan strategis di bidang ekonomi dan industri pada pemerintah.

JAKARTA, TIMEX-Kinerja neraca perdagangan Indonesia masih cukup positif. Hal tersebut ditunjukkan dengan surplus tipis USD 497 juta. Namun, surplus itu menciut jika dibandingkan dengan Februari yang mencapai USD 1,14 miliar. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menuturkan, realisasi surplus pada Maret lebih rendah ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya.

’’Surplus bulanannya memang agak menurun meskipun setiap bulan kita terus surplus. Jika dibandingkan 2015 dan 2014 dengan periode sama, surplus kita kalah. Tapi, kalau dibandingkan dengan 2013 dan 2012, surplus kita lebih baik,’’ucap Suryamin di gedung BPS kemarin (15/4).

Suryamin menjelaskan, surplus itu berasal dari selisih ekspor USD 11,79 miliar dibanding impor USD 11,30 miliar. Peningkatan ekspor Maret disebabkan lonjakan ekspor nonmigas 3,58 persen menjadi USD 10,6 miliar dan ekspor migas naik 10,4 persen menjadi USD 1,2 miliar. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas terjadi pada bahan bakar mineral USD 105,9 juta, sedangkan penurunan pada perhiasan dan permata sebesar USD 228,1 juta. Komoditas lainnya yang mencatat peningkatan ekspor adalah kendaraan dan bagiannya sebesar 21 persen. Lalu, ada pula berbagai produk kimia sebesar 29,84 persen dan mesin atau peralatan listrik 8 persen.

Sejak awal tahun, nilai ekspor terus meningkat. Yakni, dari USD 10,48 miliar pada Januari dan USD 11,31 miliar pada Februari. Meski ekspor periode Januari–Maret secara total mencapai USD 33,58 miliar, nilainya turun 14 persen ketimbang periode sama tahun lalu. Penurunan ekspor pada kuartal I merupakan imbas masih perlambatan ekonomi mitra dagang utama. Salah satunya, Tiongkok. Ekspor nonmigas ke Tiongkok menurun dari USD 3,1 miliar menjadi USD 2,8 miliar. ’’Jadi, walaupun ekspor secara bulanan masih naik, secara kumulatif turun,’’katanya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menuturkan, pada April surplus diprediksi kembali terjadi. Menurut dia, sejumlah negara tujuan ekspor tetap membeli produk Indonesia meski rupiah menguat. ’’Sekarang dengan harga sudah naik sedikit, mereka akan membeli juga. Kecuali mungkin Tiongkok yang kemungkinan besar untuk batu bara akan terus mengurangi impor. Tapi, kalau stoknya berkurang, mereka akan beli juga,’’ujarnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara mengungkapkan bahwa pihaknya menyambut baik surplus neraca yang terus berlanjut. ’’Neraca perdagangan Indonesia terus mencatat surplus pada Maret 2016, terutama didukung perdagangan nonmigas,’’jelasnya di Jakarta, (15/4).

Bank Indonesia memandang kinerja neraca perdagangan pada Maret 2016 dan keseluruhan triwulan I 2016 tersebut positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan. ’’BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi kinerja neraca perdagangan serta mengupayakan agar kegiatan ekonomi domestik terus berjalan dengan baik,’’tuturnya. (ken/c20/dee/jpnn/boy)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!