Gubernur MoU Jembatan Palmerah di Belanda – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

Gubernur MoU Jembatan Palmerah di Belanda

  • Dalam Rangkaian Lawatan Presiden ke Eropa

KUPANG, TIMEX-Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mendapat undangan untuk melakukan penandatanganan MoU pembangunan Jembatan Palmerah di Den Haag, Belanda. Undangan itu dari BKPM dengan Nomor: 34/B.4/A.6/2016 tertanggal 18 April 2016. Surat itu ditandatangani oleh Direktur Pameran dan Sarana Promosi BKPM, Andi Maulana.

Kepada Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre W. Koreh, Selasa (19/4) menjelaskan, surat dari BKPM itu sudah ditindaklanjuti Pemprov NTT dan dirinya yang akan mendampingi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya saat penandatanganan MoU. “Besok (hari ini, Red), Pak Gubernur dan saya akan berangkat ke Belanda untuk memenuhi undangan tersebut. Penandatanganan MoU akan dilaksanakan pada 22 April di Grand Hotel Amrath Kurhaus, Den Haag, Belanda,” jelas Andre.

Tahapan MoU ini, kata Andre, menunjukkan dukungan dari semua pihak untuk pembangunan jembatan Pancasila Palmerah yang menghubungkan Larantuka dan Pulau Adonara itu. Penandatanganan MoU tersebut, jelas Andre, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Eropa. “Sebanyak 30 MoU yang ditandatangani dalam kunjungan kerja presiden ke Jerman, Inggris, Belgia dan Belanda. Namun, di Belanda sendiri hanya empat MoU termasuk penandatanganan MoU antara Gubernur NTT dengan perusahaan Tidal Bridge Belanda,” jelasnya.

Di Belanda, BKPM dengan KBRI Den Haag, Kementerian Luar Negeri RI dan VNO-NCW akan menyelenggarakan Indonesia – The Netherland Business Forum. Forum tersebut untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Belanda.

Ditanya mengenai pembiayaan untuk proyek jembatan dan pembangkit listrik arus laut itu, Andre mengatakan, hal itu ditentukan setelah dilakukan Feasibility Study (FS). “TOR FS sudah ditandatangani Menteri PUPR. Setelah dilakukan FS baru akan dilakukan lelang investasi untuk menentukan perusahaan yang akan mengerjakan proyek tersebut,” kata Andre. Dirinya mengatakan, ada beberapa investor yang menyatakan minatnya sehingga akan dilakukan lelang untuk menentukan pemenangnya.

Pihak Tidal Bridge, jelas Andre, sebagai penyedia teknologi jembatan dan turbin yang menghasilkan arus laut. Sehingga perusahaan yang akan mengerjakan proyek tersebut wajib menggunakan teknologi dari Tidal Bridge. Untuk tahap awal, kapasitas listrik sebesar 16 MW. Setelah itu akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan.

Kesepakatan lainnya dalam MoU dengan pihak Tidal Bridge, jelas Andre, adalah kesiapan Tidal Bridge untuk mendidik putra NTT sehingga bisa mengoperasikan turbin listrik. Selain itu, akan bekerja sama dengan perguruan tinggi di NTT menyiapkan SDM yang memadai di bidang listrik arus laut dan pembangunan serta perawatan jembatan.

Penandatanganan MoU ini merupakan kelanjutan dari kunjungan Pemprov NTT ke Belanda 3 Maret lalu. Dilanjutkan pertemuan dengan semua kementerian/lembaga terkait 29 Maret 2016 di Jakarta. Sehingga menurut Andre, penandatanganan MoU tersebut merupakan rangkaian dari tahapan yang sudah dilalui sebelumnya.

Ditanya mengenai agenda selanjutnya setelah MoU di Belanda, Andre mengatakan, akan dilanjutkan dengan persiapan teknis terutama feasibility study. Hasil FS ini akan dilelangkan kepada calon investor. Setelah itu dilanjutkan dengan persiapan peletakan batu pertama pembangunan yang direncanakan 13 Desember 2016. (ito)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!