Sulaiman Radja Diamankan di Polda – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Sulaiman Radja Diamankan di Polda

SIAPA YANG MENANGKAP? Sulaiman Radja (tengah) berjalan diapit Lexi Tungga (kanan) dan seorang anggota TNI AU di Bandara El Tari, Selasa (19/4). (IST)
  • Tak Ada Aparat yang Mengaku Menangkap

KUPANG, TIMEX-Ketua Yayasan Penyelenggara Lembaga Pendidikan Tinggi (YPLPT) PGRI NTT, Sulaiman Radja dikabarkan ditangkap di Bandara El Tari Kupang, Selasa (19/4), sekira pukul 14.00.

Penangkapan dilakukan berkaitan dengan statusnya sebagai daftar pencarian orang (DPO) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Namun Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abast, yang dikonfirmasi via ponsel, mengatakan tidak ada anggota Polda maupun Polres Kupang Kota yang melakukan penangkapan terhadap Sulaiman Radja.

Walau demikian, Jules membenarkan Sulaiman saat ini sudah diamankan di Mapolda NTT, sambil menunggu koordinasi untuk menyerahkan yang bersangkutan ke Bareskrim Polri.

Danlanud El Tari, Kolonel (Pnb) Jorry S. Koloay yang dihubungi per telepon selular malam tadi juga tidak mengetahui adanya penangkapan terhadap Sulaiman. “Kami tidak tahu, karena memang tidak ada pemberitahuan kepada kami,” tandas Jorry.

Sementara, Sulaiman Radja yang dihubungi via ponsel, mengatakan penangkapan berawal saat dirinya hendak berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat Lion Air di Bandara El Tari.

Dan tiba-tiba, jelas Sulaiman, ia didatangi kuasa hukum YPLP PGRI Pusat, Lexi Tungga dan seorang pria berpakaian preman yang langsung menunjukan surat DPO dari Bareskrim.

“Sebelumnya saya sudah ditelepon oleh pak Gatot dari Bareskrim dan saya janji akan ke Mabes Polri pada Rabu (20/4), setelah selesai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” kata Sulaiman.

Masih menurut Sulaiman, hingga saat ini belum ada seorang penyidik Bareskrim yang mendatangi kediamannya, sehingga ia sama sekali tidak mengetahui status DPO tersebut.

“Waktu di bandara, orang yang tunjukan surat DPO itu paksa saya ikut mereka ke Polsek Kelapa Lima atau Polresta, tapi saya bilang ke Polda saja. Biar saya jalani saja, nanti Tuhan yang atur,” imbuh Sulaiman yang mengaku kecewa karena tiket pesawatnya hangus.

Sekadar tahu, status DPO disematkan pada Sulaiman, setelah yang bersangkutan disebutkan berulang kali mangkir dari panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Subdit Industri dan Perdagangan, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri.

Sulaiman Radja diduga melakukan tindak pidana merek atas logo Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (YPLP PGRI) Pusat dengan melanggar Pasal 90 Jo Pasal 91 Jo Pasal 94 Undang-undang (UU) RI Nomor 15 tahun 2001 tentang merek.

Bareskrim Polri telah melayangkan surat DPO Sulaiman Radja ke Polda NTT dengan Nomor: DPO/11/III/2016/Dittipideksus tertanggal 23 Maret 2016 yang ditandatangani Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, Brigjen Pol Bambang Waskito.

Dalam surat yang sudah didisposisi oleh Kapolda NTT, Brigjen Pol E. Widyo Sunaryo ke Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Daniel Yudo Ruroho, pihak Polda NTT diminta Bareskrim untuk menangkap Sulaiman Radja dan menyerahkan ke penyidik Subdit Industri dan Perdagangan, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, Bareskrim Polri, AKBP Tatok. (joo)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!