Hendrik Mbatu ‘Makan’ Uang Muka Rp 157 Juta – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Hendrik Mbatu ‘Makan’ Uang Muka Rp 157 Juta

BERSAKSI. Direktur CV Dua Putri, Hendrik Mbatu, selaku pemenang tender proyek pemasangan pipa PDAM Kabupaten TTS TA. 2012, sedang bersaksi bagi terdakwa Jan Nenotek di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (26/4). (GATRA BANUNAEK/TIMEX)
  • Korupsi Proyek Pipa di PDAM Kab. TTS

KUPANG, TIMEX – Setelah dua kali mangkir, Direktur CV Dua Putri, Hendrik Mbatu, akhirnya memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari SoE untuk hadir di persidangan sebagai saksi perkara dugaan korupsi proyek pemasangan pipa di PDAM Kabupaten TTS tahun anggaran (TA) 2012.

Mantan terdakwa proyek BSPS Kota Kupang itu hadir pada sidang lanjutan yang digelar pada Selasa (26/4), pukul 13.30, di Pengadilan Tipikor Kupang.

Hendrik Mbatu di persidangan, mengaku tidak memenuhi panggilan JPU karena sudah pindah rumah.

Menurutnya, ia pernah mencairkan uang muka proyek pemasangan pipa PDAM Kabupaten TTS sebesar 30 persen atau senilai Rp 157 juta lebih. Hanya saja, usai dicairkan, uang muka itu justeru digunakan untuk memenuhi keperluan pribadinya.

Diakui Hendrik, proyek tersebut tidak terlaksana karena pemesanan pipa yang ia lakukan ke Surabaya lewat seorang kenalannya bernama Mas Dion, tidak pernah sampai ke Kupang.

“Saya hanya pesan pipa saja lewat teman saya Mas Dion. Saat pesan pipa di Surabaya, saya tidak serahkan uang muka,” ujarnya.

Ketika proyek itu tidak dikerjakan, Hendrik mengaku ditegur oleh terdakwa Jan Nenotek selaku Direktur PDAM Kabupaten TTS pada tahun 2013.

“Hingga waktu kontrak selesai, terdakwa masih sempat koordinasi dengan saya dan saya sempat serahkan bukti surat pengiriman pipa dari Surabaya ke Kupang yang diberikan oleh ekspedisi,” jelas Hendrik.

Meski sama sekali tidak mengerjakan proyek tersebut, Hendrik mengaku tidak dikenai denda.

“Pembayaran uang muka ke saya dilakukan secara tunai di Kantor PDAM Kabupaten TTS sebesar Rp 175 juta lebih. Namun, saya sempat setor kembali uang sekira Rp 10 juta ke kas daerah dan ada buktinya,” pungkas Hendrik.

Jalannya sidang siang kemarin dipimpin Hakim Ketua, Sumantono didampingi Hakim Anggota, Jult M. Lumban Gaol dan Yelmi. Turut hadir JPU Kejari SoE, Raden Arry Verdiana dan I Putu Eri Setiawan.

Terdakwa Jan Nenotek hadir didampingi penasihat hukumnya, Nita Juwita dan Herry Battileo. Sesuai jadwal, sidang lanjutan akan kembali digelar pada Selasa pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi ahli. (gat/joo)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!