Istri Wabup Diperiksa, Istri Bupati Ditunda – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Istri Wabup Diperiksa, Istri Bupati Ditunda

PERIKSA. Istri wakil bupati TTS, Margaretha Naitboho-Nokas saat diperiksa oleh Kasi Intel Kejari SoE, Nelson Tahik sebagai saksi dalam pengusutan kasus dugaan korupsi anggaran makan minum di rumah tangga bupati dan wakil bupati TTS. (YOPI TAPENU/TIMEX)
  • Dugaan Korupsi Dana Konsumsi di Rujab Bupati-Wabup TTS
  • Oscar: Total Anggarannya Rp 4 M

SOE, TIMEX-Pengusutan kasus dugaan korupsi pelantikan bupati dan wakil bupati TTS, periode 2014-2019 kian melebar. Pasalnya, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) SoE nampaknya tidak hanya fokus pada dugaan korupsi dana konsumsi pelantikan, melainkan juga mengusut sejumlah penggunaan anggaran di Bagian Umum Setda TTS. Salah satu item penggunaan anggaran yang diusut oleh penyidik Kejari SoE adalah penggunaan dana makan minum rumah tangga bupati dan wakil bupati TTS, yang terindikasi terjadi penyelewengan anggaran.

Oleh sebab itu, Kamis (28/4) penyidik Kejari SoE menjadwalkan pemeriksaan terhadap istri bupati TTS, Rambu Mella-Atanau dan juga istri wakil bupati TTS, Margaretha Naitboho-Nokas. Keduanya dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana konsumsi tahun 2013-2014 senilai 4 Miliar rupiah.

Dari dua saksi yang dipanggil, hanya istri wakil bupati TTS, Margaretha Naitboho-Nokas yang menghadiri penggilan penyidik Kejari SoE pada pukul 09.00.

Sementara istri bupati TTS, Rambu Mella-Atanau nampak tidak menghadiri panggilan penyidik dengan memberikan surat pemberitahuan kepada penyidik. Isi suratnya, bahwa terdapat agenda penting yang tidak bisa ditinggalkan pada Kamis (28/4). “Sesuai surat pemberitahuan yang kami terima, istri bupati TTS meminta untuk diambil keterangannya pada tanggal 3 Mei mendatang,”ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) SoE, Oscar Douglas Riwu di kantornya kemarin.

Oscar ketika ditanya tentang substansi pemeriksaan terhadap istri bupati dan wakil bupati TTS itu mengatakan pemeriksaan keduanya berkaitan dengan pengelolaan anggaran makan minum rumah tangga Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah selama dua tahun anggaran yaitu tahun 2013-2014.

Masih menurut dia, setelah pihaknya menyita dokumen di Bagian Umum Setda TTS, pihaknya menduga selain terjadi indikasi korupsi pada dana konsumsi pelantikan bupati dan wakil bupati senilai Rp 250 juta yang dikelola oleh istri Sekda TTS, Sonya Ully atas dasar Surat Perintah (SPK) dari Sekda TTS, Salmun Tabun, juga pihaknya menduga ada potensi korupsi pada pengelolaan item anggaran lain. Salah satunya adalah anggaran makan minum pegawai, anggaran makan minum pimpinan daerah, anggaran makan minum rapat, serta anggaran makan minum tamu. “Keseluruhan item anggaran beberapa pos anggaran tersebut untuk dua tahun anggaran berjumlah Rp 4 Miliar,”urai Oscar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa untuk biaya makan minum di rumah tangga bupati dan wakil bupati berjumlah 20 juta perbulan dengan hitungan per harinya Rp.670.000. Jika dirata-ratakan biaya makan minum rumah tangga bupati dalam setahun 240 juta/tahun. Jumlah yang sama juga berlaku bagi biaya makan minum rumah tangga wakil bupati. (yop/boy)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!