Polisi Bekuk Sindikat Curanmor Antarnegara – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Polisi Bekuk Sindikat Curanmor Antarnegara

SINDIKAT CURANMOR. Inilah wajah para pelaku curanmor antar negara, (ki-ka) Selvianus de Araujo dan Marthinus Nahak, Yoseph Nahak Klau dan Rahman Tolang alias Raja, yang berhasil dibekuk tim Buser di Kabupaten Malaka, Selasa (26/4) ketika berada di Mapolres Kupang Kota. GATRA BANUNAEK/ TIMEX
  • Empat Pelaku Ditangkap, Satu Berstatus Pelajar SMA

KUPANG, TIMEX-Tim Buru Sergap (Buser) Polres Kupang Kota dipimpin Kanit Buser, Ipda Gregorius Leu Saunoah membekuk empat pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) antarnegara di Kabupaten Malaka, Selasa (26/4).

Mereka yang diamankan adalah Marthinus Nahak, 18, yang berstatus pelajar SMA di Kabupaten Malaka, Selvianus de Araujo, 19, Rahman Tolang, 19 alias Raja dari Kabupaten Alor dan Yoseph Nahak Klau, 40, asal Kabupaten Malaka.

Keempat pelaku yang diamankan itu mempunyai peran berbeda. Marthinus Nahak dan Selvianus de Araujo sebagai perantara untuk menjual sepeda motor hasil curian dari Kota Kupang ke Timor Leste. Rahman Tolang sendiri sebagai eksekutor di lapangan. Ia yang membawa kabur sepeda motor dari Kota Kupang. Selanjutnya, Yoseph Nahak Klau bertindak sebagai penadah.

Usai diamankan tim Buser di kediaman masing-masing, keempat pelaku langsung digelandang ke Mapolres Kupang Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Budi Hermawan yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Didik Kurnianto, Kamis (28/4) di Mapolres Kupang Kota, menjelaskan, penangkapan keempat pelaku curanmor antarnegara itu dilakukan setelah pihaknya melakukan pendalaman atas laporan kehilangan sepeda motor oleh beberapa orang warga ke Mapolres Kupang Kota.

“Ada sepeda motor hilang di parkiran Bank Danamon Tode Kisar, di depan Hotel Pantai Timor termasuk di Oesapa, maka kita berhasil meringkus para pelaku,” kata Didik.

Menurutnya, Rahman Tolang sendiri merupakan residivis curanmor yang selama ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Kupang Kota. Hingga kini, lanjut Didik, pihaknya masih terus memburu dua pelaku lain yang berinisial D dan P.

Sesuai keterangan yang diperoleh dari pelaku Rahman Tolang alias Raja, Marthinus Nahak, Selvianus de Araujo dan Yoseph Nahak Klau, kata Didik, terdapat dua sepeda motor yang sudah berhasil dijual ke Timor Leste, yakni sepeda motor merk Yamaha Mio Soul dan sepeda motor merk Honda Revo. Sementara dua unit lainnya yang ikut diamankan bersama para tersangka bermerk Yamaha Jupiter Z hitam dengan nomor polisi DH 2152 MB milik Yakobus Hae, warga Kelurahan Ramedeu, RT 13/ RW 07, Hawu Mehara, Sabu Raijua. Satu lagi bermerk Yamaha Vixion putih biru milik Enos Sesfao, warga Kelurahan Camplong I, RT 19/RW 09, Kabupaten Kupang.

Sementara itu, Marthinus Nahak dan Selvianus de Araujo yang diwawancarai Timor Express, mengaku selama ini mereka bertugas mengantarkan sepeda motor ke Timor Leste setelah dibawa oleh Rahman Tolang alias Raja dan D dari Kota Kupang ke Kabupaten Malaka. “Kami baru antar sepeda motor ke Timor Leste pada bulan Februari lalu. Kami hanya bertugas antar saja motor ke salah oknum TNI yang melakukan piket jaga di perbatasan. Dia nama T, A, W dan D (inisial, red) yang ada di pos jaga namanya Bang Toro. Dia kasi seberang motor ke Timor Leste lewat jalan tikus. Sekali antar motor dia (keempat oknum anggota TNI red) dibayar Rp 500 ribu. Sementara kami dua hanya dapat Rp 200 ribu untuk uang beli rokok dan cat sepeda motor,” sebut Marthinus Nahak.

Pelaku curanmor itu juga mengaku berkenalan dengan Rahman Tolang alias Raja karena mereka sama-sama dalam satu komunitas motor “Bukan Belu Biasa (B3)”. “Pas kami ada di sekolah, tiba-tiba Raja dan D bawa motor ke rumah. Dia (Raja) suruh saya dan Selvianus untuk jual ke Timor Leste karena itu motornya. Dia (Raja) bilang jual motor saja ke Timor Leste karena dia butuh uang. Kami jual saja karena kami kira itu motornya,” tandas Marthinus diiyakan rekannya Selvianus.

Para pelaku juga sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka dan dijerat pasal 360 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman paling sdikit 5 tahun penjara. Sementara pelaku curanmor D dan P hingga kini masih dalam pengejaran aparat Polres Kupang Kota. (gat/sam)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!