Kejati Periksa Kuasa Hukum Paulus Watang – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Kejati Periksa Kuasa Hukum Paulus Watang

  • Kasus Jual Barang Rampasan Negara

KUPANG, TIMEX – Dalam pemeriksaan saksi tambahan kasus dugaan korupsi penjualan barang rampasan negara dari PT Sagaret, ternyata salah satu saksi yang diperiksa intensif adalah Fransisco Bernando Bessi selaku kuasa hukum tersangka Paulus Watang.

Jumat (29/4), advokat muda Peradi Kupang itu kembali diperiksa untuk kedua kalinya. Bila sebelumnya diperiksa penyidik Max Jeferson Mokola, maka kemarin sosok yang karib disapah Sisco itu diperiksa oleh Hendrik Tip.

Pemeriksaan di ruang Staf Kasi Eksekusi dan Eksaminasi itu berlanngsung dari pukul 09.00 – 14.00.

Diwawancarai saat makan siang di kantin Kejati NTT, Sisco mengatakan pemeriksaan terkait laporannya ke Kejagung. Menurutnya laporan itu didasari oleh kuasa dari kliennya dan bukti-bukti yang diperoleh.

Bukti yang diperoleh, jelas Sisco termasuk surat perintah tugas tahun 2011, 2014 dan 2015, termasuk tiga kwitansi dari Mas Tulus kepada Djami Rotu Lede dan Veky Nitbani, bukti rekaman video pertemuan di Hotel Aston, rekaman pembicaraan Paulus Watang dan Gasper Kase, dan bukti pembelian tiket CityLink untuk Djami Rotu Lede dan Gasper Kase.

“Tadi semuanya sudah saya jelaskan kepada penyidik,” ujar Sisco.

Masih menurut Sisco, pada tahun 2011, 2014 dan 2015 ada tiga pimpinan yang berbeda di Kejati NTT menugaskan Djami Rotu Lede untuk mendata, mengamankan dan membawa barang rampasan eks aset  PT Sagaret ke Kejati NTT.

Untuk itu, lanjut Sisco, seandainya Djami Rotu sudah bermasalah di 2015, apalagi 2014 juga ada bukti pembelian besi tua seberat 75 ton seharga Rp 12.500.000, maka perlu ditelusuri juga pada tahun 2011.

“Ini fakta loh. Ada bukti-buktinya. Tadi sudah saya lihat. Dan surat perintah tahun 2011 itu untuk mengamankan aset di Desa Binoni dan Desa Oehaen di Kabupaten Kupang, tetapi sampai saat ini tidak ada satu batang besi pun yang ada. Ini hampir sama dengan 2015, yaitu perintah mendata, mengamankan dan membawa ke Kantor Kejati,” sebut Sisco.

Mengenai bukti rekaman, Sisco mengaku belum bisa diberikan ke penyidik karena terikat rahasia klien dan aturan organisasi Peradi yang menaunginya.

“Memang tadi saya juga tidak bawa, karena tidak tau fokus materi pemeriksaannya. Dalam laporan saya jelas, saya tidak pernah menyudutkan atau mendiskreditkan seseorang. Semuanya telah jelas sesuai bukti-bukti dan mendapatkan atensi dari Komisi Kejaksaan RI untuk memonitoring semua yang disampaikan,” pungkas Sisco.

Kejati NTT, John Purba sebelumnya mengatakan saat ini tim penyidik yang ditunjuk menangani kasus tersebut, terus memeriksa saksi tambahan. “Dalam kasus ini bakal ada tersangka baru,” kata John Purba.

Menurut Kajati, sejumlah pihak yang dianggap patut ikut bertanggungjawab dalam kasus ini terus didalami peran masing-masing. Dan apabila tidak ada aral yang merintangi segera ditetapkan sebagai tersangka. (joo)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!