NTT Menuju Provinsi Hebat – Timor Express

Timor Express

RAGAM

NTT Menuju Provinsi Hebat

  • Hardiknas 2016
  • TimEx Gagas Gerakan Literasi Membaca, Dicanangkan Gubernur

KUPANG, TIMEX-Ada yang berbeda di momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2016 ini. Sebuah gerakan masal literasi dengan pembaca dua ribu lebih orang, bakal dicanangkan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Gerakan Menuju Provinsi Literasi rencananya dilaunching langsung Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, di alun-alun rumah jabatan usai upacara peringatan Hardiknas pagi ini. Bakal hadir selain Gubernur NTT, juga Kepala Dinas P dan K Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk, Sekretaris Dinas, Alo Min serta para kepala SD, SMP SMA/SMK se-Kota Kupang.

Hadir juga dalam peluncuran ini, Kepala LPMP NTT, Minhajul Ngabidin, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Valentin Tanate dan pihak direksi, serta pejabat redaksi Harian Pagi Timor Express. Gerakan dengan melibatkan ratusan pegawai dari berbagai lingkup instansi, khususnya Dinas P dan K Provinsi NTT, ratusan guru dan pelajar dari berbagai kabupaten di Provinsi NTT, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Badan Bahasa Provinsi NTT mendapat sambutan hangat berbagai pihak.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang diwawancarai Timor Express, Sabtu (30/4) lalu, memberikan apresiasi kepada Timor Express sebagai penggagas Gerakan Literasi Membaca dan Menulis ini. “Ini kerja sama yang baik dan patut diapresiasi, TimEx telah memainkan peran penting serta ikut bertanggungjawab memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) di NTT lewat Gerakan Literasi,”ujar Frans Lebu Raya.

Dikatakannya, minat baca dan minat tulis masyarakat NTT ini memang terbilang masih rendah. Oleh karena itu perlu ada gerakan bersama. “Kiranya nanti dengan gerakan-gerakan bersama masyarakat dalam hal ini media TimEx, membangun sebuah semangat, dan kesadaran guru, pegawai, anak sekolah, maupun semua komponen masyarakat memiliki kesadaran untuk membudayakan membaca dan belajar setiap hari.”

Membaca harusnya jadi kebutuhan. Kalau gerakan literasi ini terus disampaikan dimana-mana, dikampanyekan bersama, maka menurut gubernur, NTT ini akan jadi provinsi yang hebat. “Kenapa kita tidak memulai, terimakasih untuk Timex yang ikut berperan mendorong NTT menuju Provinsi Literasi,”ujar Lebu Raya lagi.

Direktur Utama Timor Express, Sultan Eka Putra menegaskan, TimEx ikut peduli dengan kemajuan pendidikan di NTT, sehingga terus melahirkan gagasan-gagasan yang diharapkan berkontribusi pada kemapanan SDM. Salah satu bentuk motivasi, adalah TimEx terus konsisten menghadirkan rubrikasi Pendidikan selama hampir sepuluh tahun terakhir. Banyak dampak yang diperoleh, yakni lahirlah gerakan-gerakan kecil di sekolah-sekolah maupun lembaga lain yang memiliki kepedulian yang sama dengan TimEx. “Hanya ini sedikit kontribusi kami, kiranya berdampak pada kemajuan NTT tercinta,”tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk, ikut memberikan apresiasi terhadap gerakan literasi ini. Menurut Sinun Manuk, minat baca masyarakat NTT, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa terbilang masih sangat rendah.

“Di negara yang sudah maju seperti Jepang, Korea, China dan Amerika dalam setahun mereka bisa menghabiskan puluhan judul buku. Di NTT, kita masih lebih suka berjam-jam nonton di depan televisi dari pada membaca. Kita lihat saja kalau bule-bule datang ke Indonesia di atas mobil mereka manfaatkan waktu dan kesempatan untuk membaca buku, sementara anak Indonesia lebih banyak mendengar musik dan tidur-tiduran,”ujar Sinun Manuk.

Dikatakan Manuk, minat baca kita yang masih rendah perlu ditingkatkan dengan gerakan-gerakan penyadaran sebagaimana sudah dilakukan TimEx.

“Kita memulai dari hal-hal kecil dan sederhana seperti ini. Dinas P dan K sudah memulai, dimana guru-guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di setiap sekolah dan mata pelajaran lain di luar pelajaran Bahasa Indonesia ikut melaksanakan gerakan literasi 15 menit sebelum pelajaran dimulai,”jelasnya.

Dikatakannya, beberapa lembaga perguruan tinggi seperti Universitas Katolik Widya Mandira, sudah mulai menggerakkan semangat membaca. Di instansi lain bahkan sudah mengimplementasi sampai ke kampung-kampung dan LPMP provinsi pun demikian.

“Memang kita perlu sinergi antar instansi. Kita bisa memulai dengan membaca apa saja. Ke depan diharapkan dalam rangka meningkatkan minat baca, kita tak perlu membeli buku dari luar. Namun penulis NTT harus kita hargai dan berdayakan. Geliat ini perlu jadi gerakan moral bersama, Terimakasih TimEx. Timex melakukan gerakan literasi mencetak 2 ribu pembaca. Tentunya sebagai pemerintah kita memberikan apresiasi yang sangat luar biasa,”ujarnya.

Dikatakannya, Dinas P dan K dimana-mana selalu bicara soal Gerakan Literasi. “Rencana, kita dari NTT akan studi ke Surabaya. Kota yang sudah jadi provinsi literasi. Kita baru mulai menggerakkan menuju Provinsi Literasi. Sekolah-sekolah dengan dana BOS, bisa 5 persen untuk beli buku, demi melengkapi buku di Perpustakaan. Atau, anak-anak masuk awal ke sekolah langsung membawa buku untuk selanjutnya disimpan di perpustakaan. Tiap kelas juga perlu ada sudut baca. Sehingga konstruksi membangun ruang kelas pun perlu dengan lemari buku,”ujarnya. Buku menurut mantan Kadis Sosial NTT ini, merupakan jendela pengetahuan. Dapurnya sekolah ada di perpustakaan, baik itu yang manual maupun yang online. “Makanya dinas melarang keras SMA/SMK yang sebentar lagi gabung ke provinsi. Jangan sekali-kali pakai ruang perpustakaan dan laboratorium untuk kelas atau tempat KBM. Kita akan sanksi kalau ada temuan demikian,”tandasnya.

Dukungan Terus Mengalir

Mathias Beeh, Kepala SMKN 1 Kupang, menaruh apresiasi. “Yang dilakukan TimEx dengan menggalakan dua ribu pembaca di Hardiknas itu patut diapresiasi. Koran TimEx memang sudah menjadi media referensi pendidikan di NTT. Kita dukung upaya mencerdaskan anak bangsa.”

Sama dengan Dedy Leoanak. Kepala SMAK Tunas Bangsa Kupang itu menegaskan “Budaya membaca atau budaya literasi yang saat ini sedang digalakkan oleh Pemprov NTT merupakan sebuah usaha yang sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan dan mencerdaskan masyarkat NTT. Sebagai warga NTT, saya sangat mendukung program ini. Salam sukses, NTT.”

Sementara Mathias Beeh, Kepala SMK Negeri 1 Kupang menegaskan yang dilakukan ini patut diapreasiasi. “Kita dukung upaya mencerdaskan anak bangsa.”

Romo Amandus Ninu, Pr, Kepala SMP Katolik St Yoseph Kupang menegaskan gerakan ini merupakan dobrakan media massa. “Sekolah-sekolah perlu mendukung. Dengan literasi maka akan melahirkan pembaca-pembaca cerdas serta serta penulis-penulis hebat dari NTT.”

Yacob Pisdon, Kepala SMP Kristen Generasi Unggul mengurai, “Kegiatan literasi membaca yang digagas TimEx sangat baik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan kegiatan Literasi Membaca maka budaya membaca akan terbentuk,dan dengan sendiri akan semakin banyak pengetahuan yang didapat lewat membaca dan meningkatkan kecerdasan. Banyak baca, banyak tahu, semakin cerdas.”  (onq/boy)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!