Seribu Lilin untuk Dolfina Abuk – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Seribu Lilin untuk Dolfina Abuk

UNTUKMU ADOLFINA. Sejumlah aktivis Ampera menggelar aksi solidaritas dengan membakar seribu lilin untuk mendoakan Dolfina Abuk, TKW asal NTT yang meninggal di Malaysia. (IST)
  • TKW Asal TTU yang Meninggal di Malaysia

KUPANG, TIMEX-Kematian Dolfina Abuk, TKW asal Kotafoun, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang meninggal di Malaysia 7 April lalu, mengundang perhatian banyak pihak. Dolfina yang adalah korban human trafficking diduga meninggal akibat tindak kekerasan.

Di sejumlah bagian tubuhnya terdapat jahitan. Mirisnya lagi, sebagian organ tubuhnya hilang. Sejauh ini, penyebab pasti kematian anak dari Mikhael Berek Tae dan Yulita Bete itu belum diketahui. Polres TTU masih menunggu hasil otopsi jasad di pihak kepolisian Malaysia. Hasil otopsi diperlukan, mengingat keluarga Dolfina dan Pemerintah TTU, telah melaporkan kasus ini ke Polres TTU, Senin (18/4).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap apa yang dialami Dolfina, sejumlah aktivis dan relawan yang tergabung dalam Aliansi Menolak Perdagangan Orang (Ampera), Rabu (4/5) lalu, menggelar aksi solidaritas dengan membakar seribu lilin. Aksi yang dilakukan di Jln. El Tari, tepatnya di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT, itu juga merupakan bentuk keprihatinan terhadap masalah human trafficking yang tumbuh subur di Bumi Flobamora.

Pantauan Timor Express, aksi solidaritas seribu lilin dimulai sekira pukul 18.45, setelah hujan lebat yang mengguyur Kota Kupang reda. Tampak rohaniawan, seperti Romo Leo Mali, Pr dan beberapa rohaniawati juga terlibat di dalamnya. Dalam aksi tersebut, Ardus Toda selaku Koordinator Lapangan juga membacakan pernyataan sikap Ampera. Di antaranya, Ampera meminta pemerintah memperhatikan dan mengontrol proses rekrutmen tenaga kerja, sehingga orang NTT tidak lagi menjadi korban human trafficking. “Jangan gadai iman dan pengetahuanmu dengan rupiah,” ucap Ardus.

Kepada Kapolda NTT, Ampera mendesak secepatnya menangkap dan menindak tegas para pelaku yang merekrut Dolfina. Ampera butuh komitmen dan tindakan nyata dari pihak kepolisian. Selanjutnya kepada DPRD, diharapkan terus mengontrol kinerja pemerintah dan aparat penegak hukum dalam penuntasan kasus ini. Sehingga mata rantai perdagangan orang di NTT bisa terputus. “Kami juga berharap teman-teman pers untuk terus memberitakan kondisi riil TKI/TKW kita. Sehingga bisa diketahui publik secara luas dan tidak ada lagi dolfina-dolfina berikutnya. Cukup sudah air mata kita tumpah,” ungkap Ardus.

Untuk diketahui, aksi solidaritas seribu lilin untuk Dolfina dilakukan secara serentak di beberapa kota. Seperti, di SoE, Kefamenanu, Maumere, Waikabubak, Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya dan Malang. Selain di Indonesia, aksi serupa juga dilakukan di luar negeri. Yakni di Thailand, Malaysia, Singapura dan Belanda. (r2/sam)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!