Rosca Masih Saksi, Konsumen Minta Uang Kembali – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Rosca Masih Saksi, Konsumen Minta Uang Kembali

  • Lanjutan Kasus Tiket Promo
  • David: Belum ada yang Dirugikan, Uang pasti Kembali

KUPANG, TIMEX–Penyelidikan kasus dugaan penipuan penjualan tiket promo dengan terlapor Rosca Lionita Riwu Kaho dan Yuyun, terus didalami tim penyelidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda NTT.

Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abast, yang diwawancarai melalui ponselnya, Sabtu (7/5), mengatakan hingga kini tim penyelidik masih mendata dan mendalami keterangan terlapor dan pihak-pihak yang mengaku turut sebagai korban kasus dimaksud.

Mengenai status hukum dari terlapor, Jules jelaskan hingga saat ini Rosca dan Yuyun masih berstatus sebagai saksi. Kedua saksi terlapor, menurut Jules, dijerat Pasal 28 UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara Jo Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Minta Uang Kembali

Sementara David Kenen Budi, salah satu saksi korban yang dihubungi via ponsel, Sabtu, mengaku telah diperiksa tim penyelidik. Dalam pemeriksaan, David mengaku dicecar sejumlah pertanyaan mengenai jumlah tiket promo yang dibeli dari Rosca, termasuk bukti transaksi bank. “Karena rata-rata pembayaran melalui transfer bank, sehingga semua bukti transfer sudah kita serahkan ke penyelidik,”jelas pemilik Toko Sudi Mampir itu.

Masih menurutnya, dari pelaporan tersebut, justru kini muncul sejumlah persoalan baru yang dialami para korban yang sebagian besar adalah agen tiket pesawat di Kota Kupang. Pasalnya saat ini mereka kesulitan membendung desakan para konsumen agar uang mereka dikembalikan.

“Justru yang jadi masalah sekarang adalah ganasnya konsumen mendesak uang mereka dikembalikan. Kami justru sama sekali tidak khawatir dengan Rosca,”jelas David.

Menurut David, dalam pemeriksaan di Polda, mereka sebagai pelapor telah diingatkan oleh tim penyelidik untuk sementara tidak melakukan pembayaran atau pengembalian uang kepada konsumen hingga ada petunjuk lebih lanjut.

“Untuk keberangkatan periode Februari sampai April, jelas tidak ada masalah. Sedangkan untuk Mei, memang Rosca tidak keluarkan kode booking karena dia sudah ditahan oleh Polsek Oebobo dalam kasus penggelapan sepeda motor dan bukan karena kasus penipuan tiket promo,”tandas Sekretaris PSMTI NTT itu.

Sebelum Rosca ditangkap dan ditahan penyidik Unit Reskrim Polsek Oebobo, menurut David, Rosca telah menyampaikan adanya gangguan sistem sehingga belum bisa mengeluarkan kode booking.

Terkait kendala tersebut, Rosca meminta agar semua agen untuk sementara menanggulanginya dengan membeli tiket reguler. Dan permintaan itu telah disetujui dan dibuat kesepakatan bersama. “Bagi kami hingga saat ini belum ada yang dirugikan, karena tiket promo ini sampai Desember. Pastinya bagi konsumen yang berangkat di bulan Juni sampai Desember belum dirugikan. Bagi yang mau berangkat dalam beberapa hari ke depan kami juga sarankan untuk membeli tiket reguler. Soal uang konsumen, kami pasti akan bertanggungjawab, tapi setelah kasus ini selesai,”imbuh David.

Bagi David, pelaporan tersebut justru merupakan wujud tanggung jawab terhadap persoalan tersebut. Harapannya, penyelidik segera memfasilitasi dilakukannya mediasi antara Rosca dan seluruh saksi korban guna penyelesaian persoalan tersebut.

Masih menurut David, para agen yang juga menjadi korban dalam persoalan ini terus dikejar konsumennya. Bahkan ada seorang agen bernama Keke sampai pingsan dan diopname di Rumah Sakit Mamami. Beberapa di antaranya terpaksa dilarang tinggal di rumah oleh istri atau suaminya, karena sudah tak tahan dengan kejaran para konsumen. (joo/boy)

Belilah Tiket di Tempat Resmi

  • Batas Bawah dan Atas Sudah Diatur

KASUS promo tiket pesawat mendapat tanggapan dari pihak airline. Pihak airline meminta pengguna jasa penerbangan lebih cermat. Pemerintah sudah menetapkan batas bawah dan atas untuk setiap rute penerbangan. Karena itu, jangan mudah tergiur dengan tawaran tiket promo. Hal ini dikatakan Distrik Manager Sriwijaya/NAM Air Kupang, Jonathan Singal, akhir pekan kemarin. “Calon penumpang pesawat jangan mudah percaya dengan tiket promo yang sangat murah. Pihak airline tidak mungkin memberikan harga di luar ketentuan. Pemerintah sudah menetapkan batas bawah dan batas atas tiket. Tidak boleh keluar dari situ,”ujar Jonathan saat pertemuan pihak airline dengan Asita NTT itu.

Hal yang sama juga dikatakan, pimpinan Lion Group Kupang, Agung Setyawibowo. Dirinya mengatakan, kasus tiket promo itu di luar tanggung jawab pihaknya. “Itu tidak melalui airline atau agen-agen yang resmi. Sehingga pihak airline tidak bertanggung jawab,”ujar Agung.

Dirinya mengatakan, tidak ada kerugian yang dialami pihak airline dari kasus ini. Namun, menjadi pelajaran terutama bagi pengguna jasa untuk lebih hati-hati memilih tempat penjualan tiket. Bahkan menurut Distrik Manager Citilink Kupang, May Sandy, kasus ini membuat masyarakat lebih percaya pada agen resmi penjualan tiket. Atau langsung membelinya di airline. Dirinya juga mengatakan, tidak ada airline yang menjual tiket promo lebih rendah dari batas bawah.

Sementara itu Ketua Asita NTT, Abed Frans mengatakan pelaku kasus tiket promi, Rosca Riwu Kaho itu bukan anggota Asita NTT. “Saya sudah cek dan pelaku tidak terdaftar sebagai anggota Asita,”jelas Abed.

Dirinya mengatakan, anggota Asita selalu berhubungan dengan pihak airline sehingga selalu menjual tiket sesuai ketentuan. Abed menghimbau masyarakat yang akan menggunakan jasa penerbangan untuk membeli tiket di tempat resmi. “Jangan karena ditawarkan murah lalu mudah tergiur. Cek baik-baik dahulu sehingga tidak menjadi korban,”katanya. (ito/boy)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!