BPR di NTT Tumbuh Signifikan – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

BPR di NTT Tumbuh Signifikan

Winter Marbun

KUPANG, TIMEX-Kinerja BPR di Provinsi NTT pada kuartal pertama 2016 tumbuh signifikan. Hal ini terlihat dari beberapa indikator perbankan. Seperti pertumbuhan aset, dana pihak ketiga dan penyaluran kredit.

Hal ini terlihat dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT. Kepala OJK NTT, Winter Marbun kepada koran ini, Rabu pekan lalu menjelaskan, beberapa indikator menunjukkan BPR di NTT tumbuh signifikan di kuartal pertama tahun ini. “Perkembangan BPR di NTT terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal tersebut tercermin dari data bulan Maret 2016,” ujar Winter.

Saat ini sebanyak 11 BPR di NTT. Jumlah jaringan kantor ada tujuh yang meliputi empat kantor cabang dan tiga kantor kas.

Pertumbuhan terbesar BPR pada dana pihak ketiga yang tumbuh 60,9 persen (year on year/yoy). Total DPK seluruh BPR di NTT per Maret 2016 sebesar Rp 402,54 miliar. Pertumbuhan aset sebesar 49,5 persen (yoy). Total aset seluruh BPR di NTT pada bulan Maret sebesar Rp 513,19 miliar.

Sementara penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan 36,3 persen (yoy) dibanding tahun sebelummnya. “Sebaran kredit terbanyak di Kota Kupang yang mencapai 64,3 persen. Diikuti Kabupaten Kupang 10 persen dan Flores Timur 9,3 persen,” jelas Winter.

Penyaluran kredit BPR di NTT ternyata masih didominasi bukan lapangan usaha dan lainnya sebesar 31,9 persen. Disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 21,3 persen. Lalu sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi sebesar 10 persen. Berdasarkan jenis pengunaannya, jelas Winter, penyaluran kredit di NTT masih berpusat pada kredit modal kerja sebesar 51,31 persen. Sedangkan untuk kredit investasi 15,7 persen. Kredit konsumsi sebesar 32,9 persen.

Dengan demikian, jelas Winter lagi, penyaluran kredit BPR di NTT sampai Maret 2016 didominasi pada pembiayaan jenis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Persentasenya mencapai 59,3 persen atau Rp 12,87 miliar. Total penyaluran kredit keseluruhan Rp 371,12 miliar.

Sementara untuk bank umum, bertumbuh sebesar 7,04 persen dari sisi aset dibanding triwulan sebelumnya yakni TW IV 2015. Dan bertumbuh 8,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Sementara penghimpunan dana pihak ketiga meningkat Rp 2,34 triliun. Tumbuh 11,82 persen dari posisi tahun lalu menjadi Rp 22,138 triliun.

Sedangkan penyaluran kredit secara tahunan, jelas Winter, meningkat sebesar Rp 2,329 triliun (13,53 persen). Jika dibanding dengan BPR, maka BPR mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi yakni mencapai 36,3 persen. Sementara untuk triwulan pertama mencapai Rp 19,556 triliun. Perinciannya, kredit modal kerja Rp 5,748 triliun. Kredit investasi Rp 1,317 triliun dan kredit konsumsi Rp 12,491 triliun.

Konsentrasi penyaluran kredit untuk bank umum sejauh ini masih di Kota Kupang. Persentasenya 23,09 persen atau sebesar Rp 4,481 triliun. Disusul Kabupaten Kupang 8,77 persen atau sebesar Rp 1,702 triliun. Lalu Kabupaten Belu 8,30 persen atau sebesar Rp 1,611 triliun.

Secara agregrat, jelas Winter, hingga triwulan pertama 2016, total aset perbankan di NTT mencapai Rp 33,002 triliun. Pertumbuhan aset sebesar 8,94 persen dibanding TW I 2015. Sementara itu DPK sebesar Rp 22,54 triliun atau tumbuh 12,09 persen. Penyaluran kredit Rp 19,927 triliun atau tumbuh 13,49 persen. (ito)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!