Kejari Kupang Tahan Sega Fransiskus – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Kejari Kupang Tahan Sega Fransiskus

DITAHAN. Mantan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, Sega Fransiskus (duduk) saat hendak diantar ke Lapas Klas IIA Kupang, Selasa (10/5). (GATRA BANUNAEK/TIMEX)
  • Dikado 10 Tahun, Nekad Ajukan PK

KUPANG, TIMEX-Mantan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi NTT, Sega Fransiskus kembali ditahan JPU Kejari Kupang pada Selasa (10/5) pukul 18.30 malam tadi. Penahanan dilakukan beberapa saat seusai dia menghadiri dan mengikuti sidang peninjauan kembali (PK) atas putusan kasasi hakim Mahkamah Agung (MA) bertempat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang. Untuk diketahui, terdakwa Sega Fransiskus divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi kegiatan fiktif tahun anggaran 2010 dan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang, dia divonis 5 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan. Dirinya juga dibebani membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 639.019.894 subsidair 2 tahun penjara.

Atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang itu, Sega Fransiskus bersama penasihat hukumnya lalu melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Kupang. Dan hasilnya, terdakwa Sega Fransiskus divonis pidana penjara selama 7 tahun, denda sebesar Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 639.019.894 subsidair 3 tahun penjara. Tak cukup disitu saja, upaya kasasi pun dilakukan dan hasilnya, hakim MA malah menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Kupang dan menolak kasasi Sega Fransiskus bersama penasihat hukumnya. Setelah diterimanya hasil putusan MA atas kasasi yang diajukan, masa tahanan Sega Fransiskus di Lapas Klas IIA Kupang sudah berakhir sehingga dirinya bebas.

Oleh karena itu, maka pada Selasa petang kemarin, Sega Fransiskus bersama penasihat hukumnya nekad menempuh peninjauan kembali (PK). Jalannya sidang PK kemarin dipimpin hakim ketua Herbert Harefa didampingi hakim anggota Jult M. Lumban Gaol dan Yelmi. Turut hadir JPU Kejari Kupang, Herry Franklin. Sementara Sega Fransiskus hadir di persidangan PK kemarin didampingi penasihat hukumnya Paul Seran Tahu. Menurut Paul, dalam mengajukan PK tersebut pihaknya juga membawa sejumlah novum (bukti baru) seperti surat pernyataan dari Sem Saetban selaku Kabid Bimas Kristen, surat pernyataan dari Stefanus Baghi selaku staf Subag Kepegawaian dan Ortala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, surat keterangan dari Antonius Nggaa Rua selaku Kasubag Kepegawaian dan Ortala, surat pernyataan dari Pahlawan Mukin selaku Kabag Tata Usaha dan bukti baru berupa surat pernyataan dari Romynigge Hendrik.

“Bukti-bukti baru yang kita temukan dan kita ajukan dalam sidang PK ini untuk membuktikan bahwa terdakwa atau pemohon PK tidak bekerjasama dengan saksi-saksi dalam proyek pencairan dana tersebut serta pemohon PK tidak pernah memberikan arahan agar setiap kegiatan supaya jangan dihabiskan dananya atau disisihkan untuk dibagikan ke KPA sebesar 50 persen, PPK sebesar 25 persen dan 25 persen lagi untuk pengisian kas bidang dan sebagainya,”ujar Paul Seran Tahu.

Sementara JPU Kejari Kupang, Herry Franklin menanggapi permohonan PK Sega Fransiskus mengatakan bahwa pihaknya sangat meragukan bukti-bukti surat sejumlah saksi yang sudah diajukan pemohon PK dan penasihat hukumnya. Selain itu, lanjut dia, saksi-saksi yang sudah disebutkan pemohon PK bersama penasihat hukumnya adalah saksi-saksi yang sudah pernah bersaksi di depan persidangan dan keterangan mereka itu dipakai sebagai bukti untuk memutuskan perkara pemohon PK. “Kami meminta yang mulia majelis hakim untuk menolak semua bukti baru yang diajukan pemohon PK bersama penasihat hukumnya,”ujar Herry.

Usai sidang PK petang kemarin, Kasi Pidsus Kejari Kupang, Indi Premadasa dan Kasi Pidum Kejari Kupang, Wisnu Wrdhana bersama sejumlah stafnya langsung menahan terdakwa Sega Fransiskus. Sebelum digiring ke mobil tahanan, Kasi Pidsus Kejari Kupang terlebih dahulu menyerahkan surat putusan kasasi dari hakim MA. Usai membaca surat tersebut, ia langsung digiring ke mobil lalu diantar ke Lapas Klas IIA Kupang. Penasihat hukum Sega Fransiskus, Paul Seran Tahu yang hadir coba berusaha memberikan pengertian ke petugas Kejari Kupang agar kliennya itu tidak ditahan namun tidak membuahkan hasil. Seorang anak perempuannya juga tampak setia mendampinginya selama persidangan hingga dinaikkan ke mobil tahanan. (gat/boy)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!