Identitasku Sebagai Orang Kristen – Timor Express

Timor Express

RELIGI

Identitasku Sebagai Orang Kristen

UADS

Oleh: Baunsele Alberth GAK KEMENAG TTS, Tinggal di Niki-Niki, TTS

“Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.”

INILAH kata-kata Yohanes Pembabtis ketika hampir selesai menunaikan tugasnya. Kita diajak untuk merenungkan identitas kita masing-masing sebagai orang Kristen. Untuk membantu permenungan kita, marilah kita mengingat sekali lagi kata-kata Yohanes dalam awal permenungan kita. Dari kata-kata awal tadi dapat kita ketahui bahwa Yohanes ini adalah orang yang jujur dan rendah hati.

Kejujuran dan kerendahan hati Yohanes ini dapat juga kita lihat dalam Injil Yohanes 1:19-28. Ketika para imam bertanya kepada Yohanes, “Siapakah engkau?” Yohanes menjawab aku adalah suara di padang gurun, yang berseru, “Luruskanlah jalan bagi Tuhan.”

Nah, Yohanes dengan jujur mengungkapkan kebenaran. Ia menemukan identitas dirinya di dalam hubungannya dengan Yesus.. St. Yohanes Pembabtis mengenal siapa dia melalui pengetahuannya siapa Allah. Pengenalan tentang diri-Nya bertumbuh sebanding dengan pengenalannya akan Allah. Tentu saja hal inilah yang menjadi kerendahan hatinya yang luar biasa. Ia tidak menggunakan kesempatan untuk memperkenalkan kebesaran diirinya. Yohanes pembabtis tidak menganut paham “aji mumpung” yaitu paham jika ada kesempatan untuk tenar ya dimanfaatkan.

Tidak. Dia malah memperkenalkan kebesaran Yesus yang adalah Kebenaran Sejati. Yohanes pembabtis sungguh mengenal Allah, ia sadar akan kedudukannya di hadapan Allah. Ia adalah perintis jalan kebenaran.

“Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi ia akan dating kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.” Bagi Yohanes pembabtis, jujur mengatakan kebenaran adalah panggilan hidupnya. Ya…di zaman kita yang edan ini, hal ini agak sulit kita jumpai, dimana orang ramai-ramai mengejar kehormatan, kekayaan dan jabatan, kerendahan hati dan kejujuran menjadi barang yang luks. Kerendahan hati dan kejujuran menjadi sesuatu yang langka.

Nah, dalam situasi ini bagaimana panggilan kita sebagai pengikut Kristus. Sudahkah kita paham dengan identitas kita sebagai pengikut Kristus?

Identitasku sebagai orang Kristen adalah orang yang menjadi murid Kristus. Secara perlahan-lahan aku adalah orang yang belajar menjadi murid Kristus sesuai dengan profesiku. Yesus sendiri yang bersabda, “…semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Jadi, identitasku sebagai orang Kristen akan Nampak jelas dalam perbuatan cinta kasih. Perbuatan cinta kasih yang didasari oleh tindakan liturgia yaitu doa, syukur, pujian dan sembah sujud, memuliakan-Nya, mengasihi-Nya, memohon kekuatan dan keberanian untuk mencintai sesame manusia dan meminta ampun atas segala kesalahan kita. Dan akhirnya identitasku adalah pribadi yang selalu berproses menuju kepada kekristenan sejati seperti Yohanes Pembabtis yang jujur dan rendah hati. Semoga.

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!