Pemain Film ‘Mutiny’ Alami Banyak Tantangan – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Pemain Film ‘Mutiny’ Alami Banyak Tantangan

Edwin Lerrick

Edwin Lerrick

Lakukan Petualangan Sesungguhnya dari Tonga

KUPANG, TIMEX-Adegan-adegan dalam film dokumenter ‘Mutiny’ rupanya dibuat menyerupai kisah petualangan heroik Kapten William Bligh yang sesungguhnya. Dengannya, tidaklah heran jika hingga saat ini semua pemain film belum ada tanda-tanda untuk merapat di Pantai Koepan. Padahal, semua pemeran film telah berlayar menggunakan perahu terbuka dari Negara Tonga sejak 6 Juli 2016 lalu.

Edwin Lerrick, pemerhati sejarah pariwisata yang juga ikut membantu tim produser, Kepada Timor Express, kemarin (23/9), mengatakan, saat ini semua pemeran film masih terombang-ambing di tengah lautan. Sebab mereka melakukan petualangan yang sesungguhnya dari Negara Tonga menuju Pulau Timor (Pantai Koepan) melewati perairan Australia menggunakan perahu terbuka, sebagaimana yang dilakukan Kapten William Bligh di abad ke-17. “Pembuatan film ini sungguh menyeramkan. Para pemain adalah orang-orang nekad yang mau melakukan perjalanan laut yang sama persis dengan kisah aslinya. Karena setelah kapalnya dirampas oleh anak buahnya sendiri, Kapten Bligh dan beberapa anak buah lainnya yang masih setia, hanya diberikan sebuah perahu. Dan untuk bisa selamat, jalan satu-satunya adalah merapat di Pulau Timor” jelasnya.

Lantaran mengadakan petualangan yang sesungguhnya dengan persediaan makanan yang secukupnya di atas perahu, Edwin katakan, saat ini para pemain berada dalam keadaan ‘kritis’. Mereka sudah kecapean dan mengalami dehidrasi akibat terkena sinar matahari yang menyengat. “Sekarang mereka sedang kritis. Karena mereka harus mendayung perahu dari Tonga menuju Pulau Timor. Mereka juga tidak pernah singgah di salah satu tempat,” katanya.

Merespon informasi yang mereka terima tersebut, Edwin mengaku, dia bersama tim produser langsung bergegas ke Pantai Raihenek di Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka. Tujuannya adalah untuk mengecek pantai sebagai alternatif tempat persinggahan sementara. Sekaligus untuk menyuplai makanan. Sebab perahu yang membawa pemain film Mutiny tidak bisa berlabuh di pantai yang masih masuk kawasan Negara Timor Leste dan Australia. “Tadi (kemarin) siang, kami hunting di lokasi Pantai Raihenek Kobalima. Ada dua pantai sebagai alternatif untuk mereka landing. Yakni Pantai Raihenek dan Pantai Kolbano. Intinya mereka harus landing di Pulau Timor. Tapi sampai sekarang informasi masih simpang siur, apakah mereka harus menepi atau terus melanjutkan perjalanan,” ungkapnya. (r2/aln)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!