Satu Tewas, Satu Sekarat – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Satu Tewas, Satu Sekarat

SAKSI. Erison Nanggi, salah satu saksi bentrok maut Lasiana ketika dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota, di Mapolres, kemarin (7/10).

GATRA BANUNAEK/TIMEX

Bentrok Kelompok Pemuda di Lasiana, Pesta Wisuda Berujung Maut

KUPANG, TIMEX-Bentrok antar dua kelompok pemuda kembali pecah di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Jumat (7/10) dinihari. Peristiwa ini terjadi saat hajatan wisuda di salah satu kos-kosan putri milik Demos Rame Hau, di wilayah RT 13/RW 03, Kelurahan Lasiana, kemarin dinihari sekira pukul 01.30. Akibat bentrokan kelompok pemuda tersebut, satu orang pemuda atas nama Xaverianus Lawan Groda alias Heri Wuran, 25, tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara satu orang pemuda lain bernama Adrianus Kia Beda, 20, mahasiswa Unwira dalam kondisi sekarat dan tengah dirawat intensif di ruang IGD RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Korban yang meninggal dan sekarat itu mengalami sejumlah luka bacokan di bagian kepala dan punggung serta memar akibat dipukul pakai tangan dan batu oleh para pelaku.

Aparat Polres Kupang Kota yang tiba di TKP berhasil mengamankan 25 orang saksi baik laki- laki maupun perempuan dari dua kelompok yang bertikai itu. Tak hanya itu saja. Sejumlah barang bukti (BB) seperti sembilan unit sepeda motor serta kursi plastik di lokasi pesta wisuda itu juga diamankan dan dibawa ke Mapolres Kupang Kota.

Dari informasi yang berhasil diperoleh Timor Express di Mapolres Kupang Kota dari beberapa saksi mata, menyebutkan, sebelum bentrokan terjadi, ada sebuah hajatan wisuda dari dua orang wisudawan Politani, yakni Maria Barek dan Matilda Teli yang selama ini menetap di asrama Putri milik Demos Rame Hau.

Ketika acara pesta wisuda sedang berlangsung, tiba-tiba salah seorang kenalan dari dua orang wisudawati ini, yakni Andianus Yulianus Danisia Panca Putra Boleng, dipukul oleh beberapa pemuda berkulit gelap, berambut kribo yang saat itu duduk-duduk di luar tenda acara sambil menikmati minuman keras (miras). Saat itu Andianus Yulianus dipukul dengan cara ditampar di pipi bagian kiri dan di kepala bagian belakang. Kejadian ini rupanya disaksikan oleh temannya yang lain. Tak terima rekannya dipukul oleh kelompok pemuda yang sementara menikmati miras itulah, rekan-rekan Andianus lalu pergi memberitahu seorang saudara mereka, Defrianto Lamabelawa yang sementara goyang.

efrianto Lamabelawa lalu menghampiri kelompok pemuda yang sementara duduk di luar pintu pagar lalu menanyakan sebab saudaranya dipukul. Saat itulah terjadi perkelahian yang melibatkan dua kelompok pemuda tersebut.

Lantaran kalah kekuatan, kelempok pemuda yang lebih dulu membuat keributan itu lalu melarikan diri. Bersamaan dengan itu, kelompok pemuda yang sementara berada di tenda pesta wisuda memilih membubarkan diri dan bersembunyi di dalam kos Putri. Tak berselang lama, kelompok pemuda yang kabur itu datang lagi dengan mengajak beberapa teman lain lalu melakukan penyerangan menggunakan batu, kayu serta besi termasuk parang. Tak hanya itu saja, mereka lalu mematikan meteran listrik sehingga suasana di TKP menjadi gelap. Saat itu, sebanyak sembilan unit sepeda motor yang ada di TKP dirusak dengan cara dilempar pakai batu dan dibakar. Akibatnya, dua unit sepeda motor merk Yamaha Mio Soul dan satu Vespa dibakar. Sementara tujuh unit lainnya hancur terkena lemparan batu.

Saat suasana sementara memanas, tiba-tiba Xaverianus Lawan Groda alias Heri Wuran dan Adrianus Kia Beda keluar dari kamar untuk menyelamatkan sepeda motor miliknya. Namun naas menimpa keduanya, dimana Xaverianus dan Adrianus langsung disambut dengan tebasan parang serta pukulan termasuk dilempari batu. Korban Xaverianus Lawan Groda alias Heri Wuran ketika akan ditebas dengan parang dibagian kepala belakang, sempat berusaha menahan dengan kedua tangan. Akibatnya jari dikedua tangannya terpotong. Tak hannya itu saja, korban juga mengalami luka bacokan di bahu kiri dan kanan. Korban Xaverianus Lawan Groda alias Heri Wuran langsung tewas di TKP. Sementara korban Adrianus Kia Beda sekarat akibat mengalami luka cukup serius karena dikeroyok, dipukuli dengan batu dan kayu sehingga harus mendapat pertolongan medis.

Saksi, Andianus Yulianus kepada Timor Express di Mapolres Kupang Kota mengatakan, ketika dirinya akan pergi membeli rokok di kios depan asrama itulah dirinya dianiaya kelompok pemuda yang sementara duduk-duduk sambil menikmati miras di luar kos-kosan Putri tempat lokasi acara. “Saya orang baru di sini karena saya baru datang kuliah di Politani. Saya juga tidak kenal siapa yang pukul saya tadi pagi (Kemarin subuh, Red). Pas saya lewat, kebetulan mereka sementara duduk minum mabuk, mereka langsung tegur saya katanya tidak minta permisi. Salah satu diantara mereka langsung bangun berdiri dan tampar saya lalu pukul saya di kepala bagian belakang,” kata dia.

Saksi lainnya, Defrianto Lamabelawa kepada Timor Express katakan subuh kemarin dirinya berkelahi dengan seseorang yang diketahui bernama Gomes Senlau. “Saya lihat, Gomes Senlau yang pegang parang dan datang serang kami di kos Putri. Tapi saya dan teman-teman lain langsung lari melewati jalan dan cari tempat sembunyi. Dia (Gomes Senlau) yang potong teman dua orang itu (korban meninggal dan korban sekarat red),” ungkap Defrianto.

Sementara itu, saksi dari kelompok pemuda yang menyerang ke lokasi pesta wisuda, yang berhasil diciduk aparat Polres Kupang Kota, Erison Nanggi, 25, kepada Timor Express mengatakan, saat kejadian ia dan sejumlah temannya sudah tidur di kos. Namun, tiba-tiba salah satu rekan mereka, Yulens Tang datang dan menggedor semua pintu kamar dan memberitahukan bahwa teman mereka dikeroyok. “Saya dan teman-teman lain sudah tidur. Tapi tiba-tiba Yulens Tang datang dan ketuk semua pintu kamar dan bilang ada teman yang dkeroyok. Saya langsung bangun dan tutup pintu kos,” kata mahasiswa semester VII Faperta Undana itu. Diakuinya, jarak antara kos mereka dengan kos Putri sekira 50 meter.

Terpisah, Kapolres Kupang Kota, AKBP Johannes Bangun yang diwawancarai melalui Kasat Reskrim, AKP Didik Kurnianto menjelaskan, pihaknya sudah turun ke lokasi dan melakukan olah TKP. “Kita sudah lakukan olah TKP. Sebanyak 25 orang saksi dari dua kelompok pemuda yang bertikai, baik laki-laki maupun perempuan kita bawa ke Mapolresta untuk mintai keterangan. Saat ini, kita belum tetapkan tersangka dalam kasus ini karena saksi-saksi masih harus kita periksa,” kata Didik. Sementara untuk korban meninggal dunia, Xaverianus Lawan Groda alias Heri Wuran setelah diotopsi di ruang IPJ langsung diserahkan ke pihak keluarga. Sedangkan korban sekarat, Adrianus Kia Beda masih dirawat intensif di ruang IGD RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. (gat/aln)

1. Kamis (6/10) ada hajatan wisuda di asrama putri/kos-kosan putri milik Demos Rame Hau di Lasiana.

2. Jumat (7/10) sekira pukul 01.30 wita dinihari, salah satu tamu pesta wisuda dipukul beberapa pemuda yang duduk di luar tenda pesta sambil menenggak miras.

3. Beberapa pemuda yang menghadiri pesta yang melihat teman mereka dipukul balik memberi perlawanan. Karena kalah jumlah, kelompok pemuda yang diduga memulai bentrok melarikan diri.

4. Tak lama berselang datang kelompok pemuda ini dan menyerang ke lokasi pesta. Listrik dimatikan, mereka menyerang secara membabi buta dengan batu, kayu, dan benda tajam. Beberapa motor yang diparkir dirusak dan dibakar.

5. Dua pemuda yang mendapat serangan berusaha keluar untuk menyelamatkan sepeda motornya. Sayangnya, kedua pemuda ini ditebas dengan parang dan dikeroyok. Satunya meninggal di TKP (Xaverianus Lawan Groda), satunya sekarat (Adrianus Kia Beda).



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!