Satu Terduga Pembunuhan Lasiana Dibekuk – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Satu Terduga Pembunuhan Lasiana Dibekuk

TERSANGKA.Oseroni Penmabi alias Ose (tangan diborgol) usai dibekuk di jalan Air Lobang II, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Sabtu (8/10).

GATRA BANUNAEK/ TIMEX

Dalang, Gomes Senlau Buron

KUPANG, TIMEX– Kerja keras aparat Polres Kupang Kota melalui Tim Buru Sergap (Buser) di bawah pimpinan Ipda Gregorius Leu Saunoah untuk mengungkap otak di balik bentrokan berdarah di Kos Putri milik Demos Rame Hau pada Jumat (7/10) dini hari, sekira pukul 01.30, akhirnya membuahkan hasil.

Satu orang terduga penganiayaan terhadap korban Xeverianus Lawan Groda alias Heri Wuran (tewas) dan Adrianus Kia Beda (sekarat) berhasil dibekuk. Oknum pemuda dari salah satu kubu konflik itu, Oseroni Penmabi alias Ose berhasil diciduk di jalan Air Lobang II, Kelurahan Sikumana, Kecamatn Maulafa Kota Kupang.

Usai ditangkap, Ose langsung digelandang ke Mapolres Kupang Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi yang sudah dilakukan penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota, diketahui otak pelaku konflik tersebut, yakni Adam Senlau alias Gomes Senlau.

Gomes Senlau hingga kini masih dalam pengejaran bersama sejumlah pelaku bentrok antar dua kelompok pemuda itu. “Kita sudah amankan satu pelaku yakni Oseroni Penmabi alias Ose. Dia (Oseroni Penmabi alias Ose, red) adalah salah satu pelaku yang membacok korban Xeverianus Lawan Groda alias Heri Wuran hingga tewas di TKP,” ujar Wakapolresta Kupang Kota, Kompol Suprihatiyanto Sabtu (8/10).

Keterlibatan Oseroni Penmabi alias Ose diketahui dari keterangan salah satu saksi yang diamankan pada Jumat pagi di TKP, yakni Yodi. Selain Oseroni Penmabi alias Ose, aparat Polres Kupang Kota juga mengamankan isteri Gomes Senlau yakni Oyang Pulla. Oyang Pulla diamankan untuk sementara waktu guna melacak keberadaan Gomes Senlau. “Saya belum bisa jelaskan panjang lebar terkait kasus ini karena saat ini kita masih lacak pelaku lainnya,” terang Suprihatiyanto.

Sementara Oseroni Penmabi alias Ose yang diwawancarai Timor Express Sabtu (8/10) di Mapolres Kupang Kota mengakui, dia adalah salah satu dari sekian banyak rekannya yang membacok korban Xeverianus Lawan Groda alias Heri Wuran hingga tewas di TKP. “Saya yang potong dia (Xeverianus Lawan Groda alias Heri Wuran red) di kepala malam itu. Parang yang saya pakai potong malam itu, saya buang di dekat Kos Putri pas saya lari,” terang Ose sembari menambahkan, ia juga nekad membuang pakaian yang dikenakan malam itu karena takut ketahuan identitasnya.

Berdasarkan keterangan Ose itulah, penyidik Satreskrim lalu terjun ke lokasi dan melakukan pengecekan barang bukti (BB) parang. Namun BB parang tersebut tidak ditemukan di sekitar TKP sesuai keterangan Ose.(gat/cel)

Masalah Pribadi, Jangan Terprovokasi

KUPANG, TIMEX-Bentrok pemuda saat pesta wisuda di Kelurahan Oesapa yang menimbulkan jatuhnya korban jiwa merupakan masalah pribadi dan bukan persoalan antar suku atau etnis.

Barka, salah satu mahasiswa yang turut diamankan polisi menyatakan hal ini saat mendatangi Graha Pena Timor Express Sabtu (8/10) malam.

Barka didampingi dua rekannya, Michel dan Erik, mengatakan aksi tersebut tidak mengatasnamakan suku mana pun, tetapi merupakan masalah pribadi yang bersangkutan. Untuk itu ia mengimbau agar kedua belah pihak tidak terprovokasi dengan isu-isu yang memecahbelah kebersamaan.

“Ini bukan masalah antar suku atau tenis, tetapi masalah pribadi antara mereka. Saya harap kita semua tidak boleh mendengar pengaruh dari luar,” kata Barka yang mengaku bersama 27 rekannya sempat diamankan polisi untuk diambil keterangan.

Sebelumnya diberitakan koran ini, bentrok antar dua kelompok pemuda pecah di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang Jumat (7/10) dini hari. Peristiwa ini terjadi saat hajatan wisuda di salah satu kos-kosan putri milik Demos Rame Hau, di wilayah RT 13/RW 03, Kelurahan Lasiana, sekira pukul 01.30. Akibat bentrokan kelompok pemuda tersebut, satu orang pemuda atas nama Xaverianus Lawan Groda alias Heri Wuran, 25, tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara satu orang pemuda lain bernama Adrianus Kia Beda, 20, mahasiswa Unwira dalam kondisi sekarat dan tengah dirawat intensif di ruang IGD RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Korban yang meninggal dan sekarat itu mengalami sejumlah luka bacokan di bagian kepala dan punggung serta memar akibat dipukul pakai tangan dan batu oleh para pelaku.

Aparat Polres Kupang Kota yang tiba di TKP berhasil mengamankan 25 orang saksi baik laki- laki maupun perempuan dari dua kelompok yang bertikai itu. Tak hanya itu saja. Sejumlah barang bukti (BB) seperti sembilan unit sepeda motor serta kursi plastik di lokasi pesta wisuda itu juga diamankan dan dibawa ke Mapolres Kupang Kota.

Dari informasi yang berhasil diperoleh Timor Express di Mapolres Kupang Kota dari beberapa saksi mata, menyebutkan, sebelum bentrokan terjadi, ada sebuah hajatan wisuda dari dua orang wisudawan Politani, yakni Maria Barek dan Matilda Teli yang selama ini menetap di asrama Putri milik Demos Rame Hau.

Ketika acara pesta wisuda sedang berlangsung, tiba-tiba salah seorang kenalan dari dua orang wisudawati ini, yakni Andianus Yulianus Danisia Panca Putra Boleng, dipukul oleh beberapa pemuda berkulit gelap, berambut kribo yang saat itu duduk-duduk di luar tenda acara sambil menikmati minuman keras (miras). Saat itu Andianus Yulianus dipukul dengan cara ditampar di pipi bagian kiri dan di kepala bagian belakang. Kejadian ini rupanya disaksikan oleh temannya yang lain. Tak terima rekannya dipukul oleh kelompok pemuda yang sementara menikmati miras itulah, rekan-rekan Andianus lalu pergi memberitahu seorang saudara mereka, Defrianto Lamabelawa yang sementara goyang. Defrianto Lamabelawa lalu menghampiri kelompok pemuda yang sementara duduk di luar pintu pagar lalu menanyakan sebab saudaranya dipukul. Saat itulah terjadi perkelahian yang melibatkan dua kelompok pemuda tersebut.

Lantaran kalah kekuatan, kelempok pemuda yang lebih dulu membuat keributan itu lalu melarikan diri. Bersamaan dengan itu, kelompok pemuda yang sementara berada di tenda pesta wisuda memilih membubarkan diri dan bersembunyi di dalam kos Putri. Tak berselang lama, kelompok pemuda yang kabur itu datang lagi dengan mengajak beberapa teman lain lalu melakukan penyerangan menggunakan batu, kayu serta besi termasuk parang. Tak hanya itu saja, mereka lalu mematikan meteran listrik sehingga suasana di TKP menjadi gelap. Saat itu, sebanyak sembilan unit sepeda motor yang ada di TKP dirusak dengan cara dilempar pakai batu dan dibakar. Akibatnya, dua unit sepeda motor merk Yamaha Mio Soul dan satu Vespa dibakar. Sementara tujuh unit lainnya hancur terkena lemparan batu.

Saat suasana sementara memanas, tiba-tiba Xaverianus Lawan Groda alias Heri Wuran dan Adrianus Kia Beda keluar dari kamar untuk menyelamatkan sepeda motor miliknya. Namun naas menimpa keduanya, dimana Xaverianus dan Adrianus langsung disambut dengan tebasan parang serta pukulan termasuk dilempari batu. Korban Xaverianus Lawan Groda alias Heri Wuran ketika akan ditebas dengan parang dibagian kepala belakang, sempat berusaha menahan dengan kedua tangan. Akibatnya jari dikedua tangannya terpotong. Tak hannya itu saja, korban juga mengalami luka bacokan di bahu kiri dan kanan. Korban Xaverianus Lawan Groda alias Heri Wuran langsung tewas di TKP. Sementara korban Adrianus Kia Beda sekarat akibat mengalami luka cukup serius karena dikeroyok, dipukuli dengan batu dan kayu sehingga harus mendapat pertolongan medis.

Saksi, Andianus Yulianus kepada Timor Express di Mapolres Kupang Kota mengatakan, ketika dirinya akan pergi membeli rokok di kios depan asrama itulah dirinya dianiaya kelompok pemuda yang sementara duduk-duduk sambil menikmati miras di luar kos-kosan Putri tempat lokasi acara. “Saya orang baru di sini karena saya baru datang kuliah di Politani. Saya juga tidak kenal siapa yang pukul saya tadi pagi (Kemarin subuh, Red). Pas saya lewat, kebetulan mereka sementara duduk minum mabuk, mereka langsung tegur saya katanya tidak minta permisi. Salah satu diantara mereka langsung bangun berdiri dan tampar saya lalu pukul saya di kepala bagian belakang,” kata dia.

Saksi lainnya, Defrianto Lamabelawa kepada Timor Express katakan subuh kemarin dirinya berkelahi dengan seseorang yang diketahui bernama Gomes Senlau. “Saya lihat, Gomes Senlau yang pegang parang dan datang serang kami di kos Putri. Tapi saya dan teman-teman lain langsung lari melewati jalan dan cari tempat sembunyi. Dia (Gomes Senlau) yang potong teman dua orang itu (korban meninggal dan korban sekarat red),” ungkap Defrianto.

Sementara itu, saksi dari kelompok pemuda yang menyerang ke lokasi pesta wisuda, yang berhasil diciduk aparat Polres Kupang Kota, Erison Nanggi, 25, kepada Timor Express mengatakan, saat kejadian ia dan sejumlah temannya sudah tidur di kos. Namun, tiba-tiba salah satu rekan mereka, Yulens Tang datang dan menggedor semua pintu kamar dan memberitahukan bahwa teman mereka dikeroyok. “Saya dan teman-teman lain sudah tidur. Tapi tiba-tiba Yulens Tang datang dan ketuk semua pintu kamar dan bilang ada teman yang dkeroyok. Saya langsung bangun dan tutup pintu kos,” kata mahasiswa semester VII Faperta Undana itu. Diakuinya, jarak antara kos mereka dengan kos Putri sekira 50 meter.

Terpisah, Kapolres Kupang Kota, AKBP Johannes Bangun yang diwawancarai melalui Kasat Reskrim, AKP Didik Kurnianto menjelaskan, pihaknya sudah turun ke lokasi dan melakukan olah TKP. “Kita sudah lakukan olah TKP. Sebanyak 25 orang saksi dari dua kelompok pemuda yang bertikai, baik laki-laki maupun perempuan kita bawa ke Mapolresta untuk mintai keterangan. Saat ini, kita belum tetapkan tersangka dalam kasus ini karena saksi-saksi masih harus kita periksa,” kata Didik. Sementara untuk korban meninggal dunia, Xaverianus Lawan Groda alias Heri Wuran setelah diotopsi di ruang IPJ langsung diserahkan ke pihak keluarga. Sedangkan korban sekarat, Adrianus Kia Beda masih dirawat intensif di ruang IGD RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.(joo/cel)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!