Rayakan Bulan Keluarga Bernuansa Suku Dayak – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Rayakan Bulan Keluarga Bernuansa Suku Dayak

TARIAN DAYAK. Inilah salah satu tariak Suku Dayak yang ditampilkan dalam kebaktian di Jemaat GMIT Anugerah El Tari, Kupang, Minggu (9/10).

SEMY BALUKH/TIMEX

Kebaktian Jemaat Anugerah El Tari

KUPANG, TIMEX – Minggu (9/10) kebaktian di Jemaat Anugerah El Tari tak seperti biasanya. Minggu kedua Bulan Keluarga ini bernuansa suku Dayak, Timor dan Flores.
Kebaktian minggu II Bulan Keluarga di jemaat ini dipimpin Pdt. Dina W. Dethan-Penpada, M.Th. Nuansa suku Dayak, Flores dan Timor begitu kental. Sejumlah lagu digubah ke dalam bahasa Timor, Flores atau Dayak. Begitu juga dengan busana. Para majelis dan jemaat datang dengan mengenakan busana bernuansa Flores, Timor dan Dayak. Bahkan, beberapa doa dibawakan dalam bahasa daerah.

Penanggungjawab Bulan Keluarga Rayon III Jemaat Anugerah El Tari, Susi Berek mengatakan ibadah bernuansa budaya dilakukan setiap tahun. Dari enam rayon di jemaat ini, masing-masing bergiliran bertugas mengatur ibadah bernuansa budaya. Kebetulan Rayon III yang mendapat giliran menampilkan budaya Dayak, Flores dan Timor. “Kita gabung tarian dari Flores, Timor dan Dayak. Ini dimaksudkan bahwa kita walaupun berbeda-beda etnis tapi satu dalam Tuhan,” kata Susi.

Menariknya, yang terlibat dalam kebaktian ini tak hanya orang dewasa, tapi juga dari kelompok PAR, pemuda, lansia, permepuan GMIT dan Kaum Bapak. “Kita puji Tuhan dengan Bahasa Timor, ada tarian dari Flores dan lagu-lagu berbahasa Dayak,” tutur Susi. Minggu sebelumnya, saat pembukaan Bulan Keluarga, Jemaat Anugerah menggelar kebaktian bernuansa Manado, Toraja dan Rote.

Minggu kemarin, Pdt. Dina mengangkat renungan tentang Kasih yang terambil dari I Korintus 13:1-13. Dalam khotbahnya, Pdt. Dina menjelaskan sudah 28 tahun GMIT melaksanakan Bulan Keluarga. Pada setiap momen Bulan Keluarga yang dibicarakan tentang keharmonisan keluarga. Untuk itu, yang dibicarakan juga adalah tentang kasih. Menurutnya, tanpa kasih, semua hal akan sia-sia. “Seperti dalam Korintus dikatakan sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia, bisa bicara dengan begitu luar biasa, bias mempengaruhi banyak orang. Tapi kalau tanpa kasih, sia-sia,” kata Pdt. Dina.

Ia pun mengajak semua keluarga merenungkan setiap kata yang diucapkan kepada anggota keluarga setiap hari. Apakah kata-kata yang diucapkan mengandung kasih. Kata-kata yang member berkat. Atau malah sebaliknya kata-kata yang member kutuk. “Kata-kata dari orangtua harus memberkati anak-anak. Kalau kita maki sama dengan kita mengutuk merek,” kata Pdt. Dina.

Pada akhir khotbahnya, Pdt. Dina mengajak jemaat untuk melakukan semua pekerjaannya di atas dasar kasih. “Sebagai istri, suami, anak-anak, sudah sejauhmana kita memberi dengan kasih. Rasul Paulus mengatakan kasih itu murah hati, tanpa menuntut. Seringkali kita menghitung seberapa banyak kebaikan yang dibuat pasangan kita. Ingat Yesus Kristus telah memberi hidup bagi kita. Dia teladan bagi kita,” kata Pdt. Dina.

Anggota majelis Jemaat Anugerah, Herman Menno mengatakan jemaat Anugerah adalah jemaat yang majemuk yang terdiri dari berbagai etnis. Oleh karena itu, memaknai Bulan Keluarga Jemaat Anugerah ingin mengekspresikan budaya dari berbagai etnis. Ini sebagai wujud dari kebersamaan di jemaat ini. “Kita berbeda bahasa dan budaya tapi kita padukan maka menjadi indah. Kita di jemaat ini menyatu menjadi sebuah keluarga Kristen yang harmonis berlandaskan kasih,” kata Herman. (sam)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!