Ernustina Masukkan Bayinya di Ember Berisi Air – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Ernustina Masukkan Bayinya di Ember Berisi Air

AKP Abdul Basith Algadri

AKP Abdul Basith Algadri

Hasil Otopsi Ada Cairan di Paru-paru Bayi

Polisi Lidik Kekasih Gelap Ernustina

KUPANG, TIMEX-Proses otopsi terhadap bayi yang dibuang Ernustina Nona Avin, 21, tersangka dalam kasus pembuangan bayi di belakag kos-kosan milik Abraham Klau, Kelurahan Oesapa, berlangsung di ruang IPJ RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, Rabu pagi (12/10) sekira pukul 09.00.

Otopsi yang dilakukan tim dokter kepolisian di bawah kendali Kompol dr. Nilu Putu Enny Astuti itu mendapat pengawalan aparat Polsek Kelapa Lima pimpinan AKP Abdul Basith Algadri.

Dari hasil otopsi itu menurut kesimpulan tim Bidokkes Polda NTT sebagaimana dijelaskan Kapolsek Kelapa Lima, AKP Abdul Basith Algadri, kepada koran ini, kemarin (12/10), di tubuh bayi, terutama di paru-paru ditemukan ada cairan. Hasil otopsi juga menyimpulkan bahwa bayi itu lahir sudah sesuai waktunya.

“Hasil otopsi sementara yang dilakukan Tim Biddokkes Polda NTT, bayi yang dibuang itu ternyata lahir dalam keadaan masih hidup dan sudah cukup waktunya untuk melahirkan. Hanya saja, karena disiram pakai air serta dimasukan dalam ember yang berisi air, maka paru-paru bayi itu kemasukan air,” kata Abdul yang saat ditemui di ruang kerjanya didampingi penyidik, Bripka Rian Medoh.

Hasil otopsi ini juga bersesuaian dengan keterangan yang disampaikan tersangka Ernustina Nona Avin kepada penyidik.

Menurut tersangka, sebagaimana dijelaskan Kapolsek, bayi yang dilahirkan itu berjenis kelamin laki-laki dan masih dalam keadaan hidup. “Ketika dilahirkan, bayinya itu masih dalam keadaan hidup dan sempat menangis. Tetapi bayi itu disiram pakai air. Karena masih bernapas, selanjutnya tersangka (Ernustina Nona Avin, Red) lalu mengambil bayinya yang tergeletak di lantai kamar mandi dan dimasukkan lagi ke dalam ember berisi air,” beber Abdul Basith Algadri.

Menurut Abdul, setelah bayi ini sudah tak bernyawa, tersangka lalu mengambil kantong plastik lalu memasukkan bayinya ke dalam kantong itu kemudian dibuang ke samping kanan kos tempat tinggal tersangka. “Saat ini kasus buang bayi itu masih kita proses. Kita juga sudah lakukan olah TKP tadi (Kemarin, Red). Dan kita juga rencanakan untuk lakukan rekonstruksi kasus ini setelah proses pemberkasan selesai,” tegas Abdul. “Rencana akan ada rekonstruksi setelah ada proses penyidikan,” tambah Bripka Rian Medoh.

Sementara mengenai saksi-saksi, Abdul menyebutkan, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa empat orang saksi. Para saksi ini adalah penghuni kos-kosan Blok M milik Abraham Klau di wilayah RT 16/RW 06, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, yang pertama kali menemukan jasad bayi malang ini. “Tersangka Ernustina Nona Avin sementara menjalani rawat inap di RS Polisi Bhayangkara Kupang karena kurang darah. Kita juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti seperti gayung, ember dan pakaian pelaku yang dikenakan saat melahirkan,” ungkap Abdul Basith.

Mengenai dampak hukum yang bakal ditimpakan kepada tersangka, menurut Abdul Basith, akibat perbuatan Ernustina ini, ia bakal dijerat Pasal 80 ayat (3) dan (4) UU RI No. 35 tahun 2014 atau pasal 341 KUHP.

Untuk diketahui, Pasal 80 ayat (3) dan (4) UU RI No. 35 tahun 2014 ini mengatur tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara 15 tahun, sedangkan melanggar Pasal 341 KUHP ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

Bagaimana dengan kekasih gelap Ernustina Nona Avin yang tak bertanggungjawab dengan perbuatannya ini?

Untuk hal ini, Abdul mengatakan bahwa, pihaknya masih melidik sosok yang menjadi kekasih gelap tersangka ini. Sosok itu bernama Anjar, oknum mahasiswa PJKR UKAW Kupang asal Nagekeo.

“Kita sementara lidik keberadaan Anjar. Kalau ditemukan, maka dia juga akan kita periksa. Terkait penetapan sebagai tersangka untuk Anjar, tentunya kita mengacu pada keterangan saksi-saksi termasuk tersangka sendiri,” pungkas Abdul Basith. (gat/aln)

NASIB MALANG BAYI ERNUSTINA:

1. Menurut keterangan Ernustina kepada penyidik, bayi yang dia lahirkan masih dalam keadaan hidup. Ernustina sempat menyiram bayinya dengan air.
2. Karena menangis, Ernustina lalu mengambil bayinya yang tergeletak di lantai lalu dimasukkan ke dalam ember berisi air.
3. Setelah memastikan sang bayi malang ini tak bernyawa lagi, Ernustina mengambil kantong kresek, mengisi bayi itu lalu membuang di samping kos-kosan Blok M tempat dia tinggal.



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!