Datangi Graha Pena, Anjar Bantah Hamili Ernustina – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Datangi Graha Pena, Anjar Bantah Hamili Ernustina

DATANGI GRAHA PENA. Anjar Lena yang disebut sebagai kekasih gelap Ernustina Nona Avin, pelaku buang bayi di Kos Blok M, ketika mendatangi Redaksi Harian Timor Express di Graha Pena, Kamis siang (13/10).

GATRA BANUNAEK/ TIMEX

Sebut Baru Pacaran Juni 2016, Duga Ernustina Sudah Hamil Duluan

KUPANG, TIMEX-Anjar Lena alias Anjar, 22, sosok yang disebut sebagai kekasih gelap Ernustina Nona Avin, 21, mahasiswi pembuang bayi di Kelurahan Oesapa, mendatangi kantor redaksi Timor Express di Gedung Graha Pena, Jl. Piet A. Tallo, Kamis siang (13/10), sekira pukul 10.30 Wita. Anjar mendatangi kantor media grup Jawa Pos ini karena namanya diberitakan masuk dalam lidikkan aparat kepolisian Polsek Kelapa Lima sebagai pihak yang perlu dimintai keterangan untuk melengkapi penyidikkan kasus pembuangan bayi dengan tersangka Ernustina. Aparat tengah melidik Anjar lantaran dalam keterangan Ernustina, ia terpaksa membuang bayinya karena Anjar yang menjadi kekasihnya tak mau bertanggungjawab. Anjar menurut Ernustina sebagaimana keterangannya dikepolisian, merupakan sosok yang menyebabkan dirinya hamil namun tak mau bertanggungjawab dengan janin yang tengah dikandung hingga akhirnya lahir dan meninggal itu. Ketika Ernustina mengontak Anjar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, handphone milik lelaki yang kini berstatus mahasiswa UKAW, jurusan PJKR, semester V itu tak bisa dihubungi.

Terkait hal tersebut, Anjar memutuskan mendatangi koran ini untuk meluruskan persoalan yang sebenarnya.

Kepada wartawan koran ini di Graha Pena kemarin, Anjar mengatakan, apa yang disampaikan Ernustina yang kini berstatus tersangka itu sesungguhnya tidak benar.
Mengapa? Menurut Anjar, antara dirinya dan Ernustina baru merajut tali cinta pada awal Juni 2016 lalu. Setelah cintanya diterima tersangka Ernustina, lanjut Anjar, keduanya lalu menjalani hubungan atau masa pacaran sebagaimana muda-mudi pada umumnya. “Saya dan dia (Ernustina Nona Avin, Red) baru pacaran pada awal Juni lalu. Tapi sebelumnya saya memang sudah kenal dia. Setalah pacaran, kami berdua sempat melakukan hubungan badan sebanyak dua kali. Kami berhubungan di tempat kosnya Ernustina,” ungkap Anjar.

Anjar mengaku, hubungan layaknya suami istri itu mereka berdua lakukan pertama kali sekira pertengahan Juni 2016 di kamar kos milik Abraham Klau yang tak lain adalah Camat Kelapa Lima, Kota Kupang, tempat tinggal tersangka. Selanjutnya hubungan badan kedua, lanjut Anjar, dilakukan sekira akhir Juni 2016. Juga di kamar kos yang sama. “Kami berhubungan badan atas dasar suka sama suka. Setelah berhubungan badan, saya dan dia selalu berkomunikasi seperti biasa. Maka saya juga heran, kenapa dia bilang nomor telepon saya tidak aktif ketika dia hubungi saya untuk minta saya bertanggungjawab atas janin yang dikandungnya,” tegas pemuda asal Negekeo itu.

Anjar bahkan menegaskan, dirinya tak pernah menghindar dari tersangka usai keduanya memadu kasih layaknya suami isteri. “Saya pernah bilang dia ke kos saya, tapi dia tolak. Dan ketika berhubungan badan, saya tidak buka bajunya. Tapi saya lihat perutnya membesar. Saya tanya dia, apakah dia hamil, dia bilang tidak hamil,” beber Anjar. Selanjutnya, pasca hubungan yang semestinya belum saatnya mereka berdua lakukan itu, Anjar menyebutkan, dirinya pernah mendapatkan informasi dari salah seorang temannya yang bernama Koji bahwa Ernustina tengah mengandung, dan janin yang dikandung itu merupakan hasil hubungan antara Ernustina dengan tunangannya di Maumere, Sikka.

Informasi itu, demikian Anjar, didapat pada bulan September. “Saya tidak pernah janji ke dia untuk tinggal bersama-sama setelah berhubungan badan, karena di kosnya itu, tinggal tiga orang sekaligus yakni dia (Ernustina, Red), saudaranya dan kekasih saudaranya,” kata Anjar.

Anjar juga mengungkapkan keheranannya karena antara dia dan Ernustina baru melakukan hubungan layaknya suami istri pada bulan Juni, lalu hamil dan melahirkan dibulan Oktober 2016. “Bagaimana mungkin dia hamil setelah berhubungan badan dengan saya pada bulan Juni itu. Selama ini saya tinggal kos Putra Sion, jalan Dalek Esa, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima,” kata Anjar yang kemarin datang mengenakan kaos polo garis-garis dan celana jeans pendek selutut.

Anjar juga menegaskan bahwa dirinya tidak melarikan diri sehingga polisi kesulitan mencarinya. “Saya tidak melarikan diri. Selama ini saya masih ada di kos. Saya tidak kemana-mana seperti yang dikatakan polisi (Polsek Kelapa Lima, Red),” urainya.

Belum Stabil

Terpisah, Kapolsek Kelapa Lima, AKP Abdul Bastih Algadri kepada koran ini kemarin (13/10) menyatakan, kondisi tersangka Ernustina saat ini belum stabil dan tengah dalam perawatan intensif di RS Polisi Bhayangkara (RSB) Kupang. “Dia (Ernustina Nona Avin, Red) masih dirawat karena kondisinya belum stabil. Sesuai keterangan medis, hemoglobin (Hb) dia masih rendah karena mengalami pendarahan cukup banyak saat melahirkan bayinya. Jadi, saat ini kita belum periksa dia karena dia masih dirawat. Kalau sudah sembuh, maka dia akan segera kita periksa,” pungkas Abdul Basith. (gat/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!