Dewan Pertanyakan, Pemkot Tunggu Proses Hukum – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Dewan Pertanyakan, Pemkot Tunggu Proses Hukum

PENUH RUMPUT. Inilah Taman Fontein di Kelurahan Fontein yang masih terhenti pekerjaannya hingga kini. Gambar diabadikan belum lama ini.

MARTHEN BANA/TIMEX

Menanti Kelanjutan Pekerjaan Proyek Taman Fontein

KUPANG, TIMEX-Lama tak terdengar lagi kelanjutan proyek taman kota di Kelurahan Fontein senilai Rp 1,5 miliar. Ternyata proyek ini masih dilidik di Polres Kupang Kota. Pasalnya diduga ada kerugian keuangan Negara.

Dalam rapat gabungan komisi DPRD Kota Kupang, Kamis (13/10), DPRD mempertanyakan kelanjutan dari proyek ini sebab sudah dianggarkan pada tahun 2015, dan harus dilanjutkan tahun anggaran 2016 untuk pembangunan tahap II.

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Nasdem, Nicky Ully mempertanyakan soal kelanjutan proyek ini, sebab di sisi lain sudah dianggarkan sedangkan di sisi lain masih bermasalah secara hukum dan berproses di Polres Kupang Kota. “Apakah dilanjutkan atau tidak?” tanya Nicky.

Pada kesempatan itu, Asisten III Setda Kota Kupang, Jacob Laurens Tokoh yang hadir dalam rapat tersebut menjawab bahwa untuk sementara, pekerjaan dihentikan karena proyek itu masih bermasalah dan sedang berproses di Polres Kupang Kota. “Soal proyek Dinas Kebersihan (Taman Fontein, Red) untuk tahap II dianggarkan dalam anggaran murni (2016). Cuma belum dieksekusi oleh SKPD terkait. Karena masih ada persoalan sehingga belum eksekusi,” demikian penjelasan Tokoh.

Diberitakan koran ini sebelumnya, Dinas Kebersihan dan Pertamanan selaku penanggungjawab proyek diminta tidak boleh melanjutkan pekerjaan tahap II karena pekerjaan tahap I sedang dalam proses hukum.

Sebelumnya Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Kupang, Herry Kadja Dahi mengatakan, proyek tersebut tidak boleh dilanjutkan dulu. Pasalnya, pekerjaan tahap I sedang dalam proses hukum dan sudah menjadi barang bukti. Oleh karena itu, jika proyek dilanjutkan, ditakutkan akan merusak barang bukti. “Kecuali kalau memang dokumentasi dari aparat hukum sudah cukup,” kata Herry.

Ia menambahkan, Fraksi Demokrat tetap mendukung proses hukum proyek tersebut. Namun, proyek itu pun tidak boleh dibiarkan terbengkalai begitu saja. Pasalnya, pekerjaan tahap pertama saja sudah menelan anggaran Rp 900 jutaan. Dan, direncanakan tahap II menelan biaya Rp 800 juta. “Ini uang sangat banyak dan kalau tidak selesai proyek ini, maka ada kerugian negara, sehingga setelah proses hukum proyek harus tetap dilanjutkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang, Obed Kadji yang dikonfirmasi terpisah, enggan berkomentar ihwal proyek ini. “Cukup sudah,” ujarnya singkat.
Untuk diketahui, saat ini, proyek yang dikerjakan CV. Dwi Kresindo Perkasa itu tengah dilidik Polda NTT. Obed Kadji, yang diwawancarai beberapa waktu lalu mengatakan secara teknis, dirinya kurang tahu soal pelaksanaan proyek tersebut. Sebab, dia hanya diminta untuk melakukan pembayaran, berdasarkan laporan hasil pekerjaan di lapangan.

Menurutnya, yang paling tahu mengenai teknis pekerjaan taman tersebut, yakni Iwan K. Yulianus selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Sementara itu, dari Polres Kupang Kota dijelaskan kasus ini sudah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan dari sebelumnya tahap penyelidikan. Naiknya status kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan setelah tim ahli dari Politeknik Negeri (Poltek) Kupang melakukan pemeriksaan fisik terhadap proyek tersebut dan ditemukan adanya kejanggalan.
Kanit Tipikor Satreskrim Polres Kupang Kota, Ipda Ricky Dally mengaku status kasus proyek pembangunan taman di Kelurahan Fontein itu sudah dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Menurut Ricky, kasus proyek pembangunan taman di Fontein itu statusnya saat ini sudah dalam penyidikan karena berdasarkan hasil pemeriksaan fisik proyek oleh tim ahli dari Politeknik Negeri Kupang, terdapat banyak kekurangan volume pekerjaan dan beberapa spesifikasi tidak sesuai dengan kontrak kerja. “Dari hasil keterangan tim ahli Politeknik Negeri Kupang, fisik proyek itu ada banyak kekurangan dan beberapa spesifikasi tidak dikerjakan sesuai kontrak kerja. Dengan demikian maka sudah semakin jelas adanya indikasi kerugian keuangan negara,” kata Kanit Tipikor Satreskrim Polres Kupang Kota.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya sementara berkoordinasi dengan pihak BPK untuk membantu melakukan audit investigasi atas pelaksanaan proyek tersebut.
Namun demikian, sebut dia, untuk pemeriksaan saksi akan segera dilakukan jika hasil audit investigasi oleh BPK sudah diperoleh. “Yang pasti bahwa kasus pembangunan taman Fontein akan segera kita tindaklanjuti karena sudah ada indikasi kerugian keuangan negara,” pungkas Ricky Dally. (sam/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!