Dua Kelompok Massa Nyaris Bentrok – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Dua Kelompok Massa Nyaris Bentrok

AMANKAN SAJAM. Aparat Polres Kupang Kota mengamankan sejumlah barang bukti seperti parang dan anak panah di lahan kosong, jalan Piet Tallo, Jumat siang.

GATRA BANUNAEK/ TIMEX

Senjata Tajam Disita Polisi

KUPANG, TIMEX – Jumat (14/10) sekira pukul 10.00, aparat Polres Kupang Kota dan Polsek Kelapa Lima dibantu Sat Brimobda Polda NTT terpaksa turun ke lahan kosong di sisi kiri Jalan Piet Tallo, Kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima.

Pasalnya, nyaris terjadi bentrok antara kedua kelompok massa yang ada di lahan kosong tersebut. Ketegangan dua kelompok ini lantaran terjadi perebutan lahan. Saat itu, ketika melakukan sweeping, aparat kepolisian juga menemukan sejumlah senjata tajam seperti parang dan anak panah di lahan kosong itu.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Johannes Bangun yang diwawancarai Timor Express melalui Kasat Reskrim AKP Lalu Ali Lee mengatakan pihaknya turun ke lokasi tersebut karena nyaris terjadi bentrok antara kelompok massa yang sementara menempati lahan kosong tersebut dan kelompok massa yang turun ke lokasi. “Jadi kita turun ke lokasi dan kita amankan lokasi karena memang nyaris terjadi bentok. Di lokasi lahan kosong itu juga, kita temukan sejumlah senjata tajam yang disembunyikan di lahan kosong tersebut termasuk sejumlah anak panah,” tegas Lalu.

Dan, kata dia, pihaknya akan tetap siaga di lokasi untuk melakukan pengamanan sehingga tidak terjadi gesekan. “Kita imbau agar dua kelompok masa tersebut supaya tetap tenang dan jangan melakukan tindakan-tindakan kriminalitas. Jadi, dua kelompok massa itu merupakan kelompok massa dari sesama keluarga karena masalah lahan tersebut. Pasalnya, ada ahli waris yang merasa pembagian lahan itu tidak merata dan ingin mengusir kelompok massa dari ahli waris yang sementara menguasai lahan tersebut,” ungkap dia.

Sementara Kapolsek Kelapa Lima, AKP Abdul Basith Algadri mengatakan pihaknya masih tetap siaga di lokasi untuk melakukan pengamanan. Ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi bentorkan. “Kita juga harap agar masalah sengketa lahan itu bisa dimediasi oleh pihak-pihak yang paling bertanggungjawab seperti Pemkot Kupang,” sebut Abdil Basith. (gat/sam)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!