Kades Ikut Kerja Proyek Dana Desa – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Kades Ikut Kerja Proyek Dana Desa

KERJA PROYEK. Kades Nasi, Markus Tafuli (kiri), ikut mengerjakan deker yang dibangun menggunakan dana desa, dipantau anggota DPRD TTS, Dominikus Bekliu, Sabtu (15/10).

YOPI TAPENU/TIMEX

Di Desa Nasi Kecamatan Amanatun Utara

SOE, TIMEX – Kepala Desa Nasi Kecamatan Amanatun Utara, Markus Tafuli ikut terlibat mengerjakan proyek pembangunan deker menggunakan dana desa.

Markus Tafuli ketika ditemui Timor Express di lokasi pembangunan deker, Sabtu (15/10) mengatakan, dana desa tahap pertama tahun 2016, pihaknya menggunakannya untuk membangun sejumlah pembangunan fisik seperti pembangunan jalan rabat menuju sumber air, pembangunan saluran drainase dan pembukaan jalan baru.

Markus mengelak jika ia yang mengerjakan deker dan jalan rabat yang menelan anggaran sebesar Rp 50 juta. Namun ia mengaku hanya sekadar membantu, karena kebetulan tidak berkantor pada hari Sabtu.

Tetapi, sejumlah masyarakat menyebutkan bahwa deker dan jalan rabat dikerjakan langsung kepala desa dan sejumlah masyarakat yang adalah keluarga dekatnya.

“Omong kosong pak wartawan, karena itu dekar dia (kades, red) yang kerja,” ungkap masyarakat setempat yang enggan namanya dikorankan.

Selain kades mengerjakan proyek sendiri, proyek-proyek yang dianggarkan tidak menjawab kepentingan seluruh masyarakat Desa Nasi. Karena jalan rabat yang dibangun hanya sebagian kecil masyarakat Desa Nasi yang menggunakannya. Sementara ada jalan-jalan lain yang seharusnya diperhatikan, karena banyak digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

Konsep pembangunan di Desa Nasi suka-suka kades, karena pendamping dana desa di desa itu tidak pernah mendatangi Desa Nasi untuk mengontrol pelaksananaan proyek dana desa. Karena itu, masyarakat mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten TTS memerintahkan pendamping dana desa di Desa Nasi untuk melakukan kontrol, baik itu perencanaan maupun pelaksanaan. Sehingga, pekerjaan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan seluruh masyarakat Desa Nasi, bukan hanya dinikmati oleh segelintir masyarakat. “Ini pendamping desa tidak pernah datang,” katanya.

Jika tidak dilakukan kontrol dengan baik, maka penggunaan anggaran dana desa hanya akan dinikmati oleh kroni-kroni kepala desa. Pembangunan pekerjaan fisik juga bisa jadi tidak dikerjakan sesuai dengan perencanaan yang ada. Pasalnya, sebelumnya pembangunan jalan rabat dilaporkan panjang mencapai 150 meter. Namun faktanya hanya 80 meter.
“Kami curiga, jangan sampai pendamping dana desa tidak datang-datang untuk lihat pelaksanaan pekerjaan di sini karena mereka sudah kerja sama,” duganya. (yop/ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!