Oknum Polisi Diduga Rampas Uang 50,4 Juta – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Oknum Polisi Diduga Rampas Uang 50,4 Juta

agnes kende

agnes kende

BORONG, TIMEX -Seorang janda, Agnes Kende, 70 mengaku uang miliknya sebesar Rp 50.400.000 hilang dan telah dirampas oleh sejumlah oknum anggota polisi dari Polres Manggarai, Kamis (13/10) sekira pukul 16.00. Uang itu diambil dari kios dan kamar tidurnya.

Peristiwa ini terjadi setelah sejumlah anggota polisi menyeret dua orang tersangka judi kupon putih kedalam kios miliknya, yang beralamat di RT 12/RW 03 Dusun Kembur Kelurahan Satar Peot Kecamatan Borong. Satu tersangka itu, anak bungsunya, Bernadus Jebeot. Anehnya, bukan mengambil barang bukti dari kedua tersangka, tapi mengambil uang milik janda tersebut.

“Saya kaget, polisi bawa satu tersangka dari luar jalan dan masuk dalam kios. Tersangka itu saya tidak kenal. Sampai di dalam mereka ambil uang di laci sebesar Rp 400 ribu. Lalu, mereka masuk dalam kamar tidurku ambil uang di tas yang simpan dalam peti sebesar Rp 50 juta,” tutur Agnes sambil menangis saat ditemui Timor Express di depan kiosnya, Jumat (14/10).

Agnes menjelaskan, melihat uang miliknya diambil oknum polisi, dia pun berteriak sambil menangis. Mendengar itu, anak bungsunya dari sembilan bersaudara, Bernadus Jebeot bersama warga sekitar datang. Setelah anak yang rumah tinggalnya tak jauh dari kiosnya itu datang, polisi pun langsung menangkap karena ditargetkan pelaku judi kupon putih.
Selanjutnya dibawa kedalam mobil milik polisi bersama satu tersangka itu.

“Anak saya itu tinggal di rumah sendiri bersama istri dan anaknya. Sementara saya tinggal dalam kios. Saya protes dengan polisi saat mereka bawa uang milikku itu. Tapi malah mereka jalan terus. Saya lemas dan jatuh pingsang,” ungkap Agnes yang didampingi anak sulungnya, Philipus Jehamad.

Agnes pingsan bukan karena anaknya ditangkap, tapi karena polisi mengambil dan membawa uang miliknya. Dirinya sangat mendukung polisi memberantas segala bentuk judi, termasuk judi kupon putih. Juga mendukung proses hukum, jika anaknya terbukti sebagai pelaku judi. Namun yang disesalkan, tindakan polisi itu sudah salah.

Agnes menilai, tindakan oknum polisi sebagai pencuri. Tanpa sebab atau dasar, uang sebesar Rp 50.400.000 itu diambil. Uang itu merupakan buah keringat sejak usaha kiosnya dibuka tahun 1990. Selain itu, diperoleh dari hasil jual komoditas perkebunan seperti kemiri, jambu mete dan cengkeh.

Selain itu, uang hasil usaha ternak peliharaan seperti babi dan ayam. Bahkan, belum lama ini, janda ini mendapat uang sebesar Rp 5 juta dari anaknya yang bekerja di Bali. Uang tersebut ditransfer lewat BRI.

Untuk itu, dia berharap agar uang itu harus dikembalikan. Juga meminta Kapolri dan Kapolda tindak tegas anggotanya yang dinilainya sebagai pencuri.
“Saya minta Kapolri dan Kapolda tindak tegas anggotanya ini. Saya dengar informasi, polisi lapor ke pimpinan dan ke sejumlah media bahwa uang yang mereka bawa sebesar Rp 24.400.000. Itu penipu namanya. Kalau mereka tidak kembalikan uang milik ku, saya akan lapor mereka. Bahkan saya akan minta bantuan orang untuk lapor ke Kapolri dan Presiden,” kata Agnes.

Philipus Jehamad, anak sulung dari Agnes Kende, sangat kecewa dan kesal terhadap tindakan oknum polisi yang mengambil uang milik ibunya.

Dia menilai, tindakan polisi sebagai pencuri. Seharusnya barang bukti dari judi kupon putih itu, bukan merampas uang milik orang lain yang bukan pelaku judi. Anehnya, HP dari tersangka baru diambil polisi, Jumat (14/10) untuk dijadikan barang bukti.

“Kemarin sore adik saya ini ditangkap dan dibawa ke Polres di Ruteng. Terus tadi pagi mereka datang ke rumah tersangka untuk mengambil HP. Ini kan aneh, setelah mereka ambil uang milik orang yang bukan pelaku judi dan bukan target mereka,” katanya.

Dia tidak mengetahui kalau tersangka yang juga adiknya, Bernadus Jebeot sebagai penjual atau bandar judi kupon putih. Dirinya hanya tahu aktivitas keseharian dari adiknya dibidang usaha batako.

Ia bersama ibunya, Agnes telah melaporkan peristiwa yang dialami ibunya itu ke Polres Manggarai.

“Tadi malam kami ke Polres. Kami tiba pukul 02.00 dini hari dan langsung lapor terkait peristiwa yang dialami ibu saya. Kami lapor bahwa uang yang dibawa polisi itu bukan milik dua tersangka, tapi milik orang lain, yakni milik ibuku. Jumlahnya bukan Rp 24.400.000, tapi Rp 50.400.000. Terus polisi yang terima laporan itu janji akan ditindaklanjuti dan diinformasikan ke kami lewat HP,” bilangnya.

Informasi yang diperoleh dari Polres Manggarai menyebutkan, dua tersangka pelaku judi kupon putih yang diringkus yakni Bernadus Jebeot dan Adi Jehaut. Barang bukti yang diamankan uang sebesar Rp 24,4 juta. Dua pelaku itu mengaku sebagai pelaku, namun barang bukti yang diambil polisi itu bukan miliknya. (krf3/ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!