Rasionalitas Politik, Pilih Pemimpin Visioner – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Rasionalitas Politik, Pilih Pemimpin Visioner

BEDAH BUKU. Bedah Buku karya Antonius Doni Dihen berjudul “Lompatan Jauh, Niatan dan Pemikiran Strategis Antonius Doni Dihen” menampilkan empat pembedah yakni Prof. Dr. Felix Sanga, Pater Steph Tupeng Witin, Mien Patty Mangoe, dan Pius Rengka di Kupang, Sabtu (15/10).

IST

KUPANG, TIMEX – Memilih pemimpin daerah tidak boleh dilihat dari berapa banyak uang yang dimiliki dan tingkat kemapanan calon bersangkutan, karena banyak pemimpin hanya menikmati kekuasaan.

Karena itu, rasionalitas politik di Flores harus dimulai dengan memilih pemimpin visioner.

Penegasan ini disampaikan Pemimpin Redaksi Flores Pos, Pater Steph Tupeng Witin ketika tampil sebagai salah satu pembedah buku “Lompatan Jauh, Niatan dan Pemikiran Strategis Antonius Doni Dihen” di Kupang, Sabtu (15/10) malam.

Menurut Pater Steph, buku setebal 115 ini merupakan bentuk pertanggungjawaban intelektual Anton Doni untuk menjatuhkan pilihan pada pilkada Flotim 2017 mendatang secara cerdas.

Buku ini juga menghilangkan sekat-sekat primordial di Flotim yang kian bergema seperti Paji-Demon dan daratan-pulau. Walau buku ini sangat bagus, tapi sangat bergantung pada rasionalitas publik.

“Wajah Flotim lima tahun terakhir, tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Dalam buku ini memperlihatkan sosok Anton Doni yang luar biasa dan patut diapresiasi,” kata Pater Steph.

Ia juga mengkritisi arti dan makna “gelekat” dalam salah satu bagian dari buku dimaksud. Gelekat dalam arti harafiah adalah melayani. Itu berarti, orang yang mampu melupakan diri dan mengosongkan egoismenya untuk sesama.

Anton Doni diharapkan mampu menjadikan gelekat sebagai kenyataan ketika terpilih memimpin Flotim.

“Flores Pos mendukung perubahan dan dimulai dari orang muda. Semua kia harus menyumbang peran kita masing-masing untuk mencapai kemajuan,” ujar Pater Steph.

Pembedah lainnya, Pius Rengka menyatakan, pemimpin yang tak punya impian, gampang diatur oleh orang lain, termasuk oleh mereka yang tidak punya pengetahuan.

Pemimpin yang dicari adalah pemiimpin yang bisa menyelesaikan masalah. Ini penting untuk diketahui, karena Flores akan dikuasai oleh lima konglomerat. Ironisnya lagi, para bupati di Flores berjalan sendiri-sendiri tanpa duduk bersama untuk membangun Flores dalam konteks kawasan.

“Ada banyak tuntutan rakyat yang tidak diakomodasi pemimpin, karena tidak memiliki impian. Kita butuh pemimpin visioner seperti yang tertuang dalam buku yang dibedah ini,” tandas Pius.

Ia menegaskan, untuk memenangkan pilkada, Anton Doni harus mampu membangun kerja sama dengan masyarakat, civil society (LSM dan Pers), aparatur negara dan komunikasi politik. Pasangan calon tidak boleh hanya membangun komunikasi dengan parpol pengusung atau pendukung, tapi juga lintas parpol. Karena ada juga kader partai yang tidak setuju dengan keputusan parpol mendukung pasangan calon tertentu.

Mien Patty Mangoe menilai, dalam buku yang dibedah ini, tidak ada judul khusus yang membahas tentang perempuan. Diyakini, biar tidak ada dalam buku tapi ada dalam hati dan pikiran penulis. Semua orang tidak tahu tentang masa depan, tapi bisa diprediksi dari mencermati masa lalu dan sekarang.

“Potret perempuan di Flotim memperlihatkan tertinggal dalam banyak aspek seperti bidang pendidikan, angka kematian ibu yang masih tinggi. Padahal perempuan punya peran yang begitu besar dalam mencerdaskan putera-puteri masa depan bangsa dan daerah,” papar Mien.

Ia berargumen, kelembagaan pemberdayaan perempuan harus masuk dalam struktur pemerintah daerah. Saat ini, keberadaannya menumpang di Badan Keluarga Berencana sebagai salah satu bagian. Akibatnya, perhatian pemerintah terhadap pemberdayaan perempuan menjadi sangat minim. Ini diperparah lagi dengan dominasi budaya patriarki yang menempatkan perempuan berada di bawah landasan.

“Pemerintah harus perlahan-lahan melucuti budaya patriarki, sehingga keadilan dan kesetaraan gender bisa tercapai,” tegas Mien.

Penulis buku, Anton Doni Dihen mengakui, buku ini berisi pikiran-pikiran lepas. Sehingga nama yang tepat dari kegiatan ini adalah membedah pikiran-pikiran lepas. Dengan harapan, bisa memberi konstruksi besar yang namanya Lompatan Jauh yang bermuara pada terselenggaranya pembangunan yang lebih cepat.

Ia menambahkan, pemimpin yang lahir di Flotim harus mampu menjawabi kebutuhan dasar rakyat yakni infrastruktur jalan, listrik, dan air. Walau semua pemimpin memberi perhatian pada hal dimaksud, tapi gerak pembangunan harus lebih visioner. (joo)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!