Telusuri Kekayaan dan Dana Kampanye – Timor Express

Timor Express

POLITIK

Telusuri Kekayaan dan Dana Kampanye

Logo Pilwalkot

Logo Pilwalkot

KPU Kerja Sama dengan PPATK dan KPK

KUPANG, TIMEX–Para calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang tak lepas dari pelototan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan (PPATK). KPU RI telah bekerjasama dengan dua lembaga ini.

Menurut Juru Bicara KPU Kota Kupang, Daniel B. Ratu, secara khusus KPK dan PPATK tidak bekerjasama dengan KPU Kota Kupang, namun kedua lembaga ini sudah bekerjasama dengan KPU RI sehingga kedua lembaga ini terlibat dalam proses pilkada. Terkait dana kampanye, dijelaskan bahwa akan dua kali pelaporan, yakni sebelum tahapan kampanye dan saat tahapan kampanye. Laporan awal dana kampanye (LADK) disampaikan ke KPU paling lambat 27 Oktober pukul 18.00. Sedangkan laporan dana kampanye disampaikan mulai 28 Oktober 2016 sampai 11 Februari 2017.

Menurut Dani-sapaan karib Daniel B. Ratu-dalam tahapan ini tentu lembaga-lembaga seperti PPATK dan KPK ikut memantau. “Jadi tanpa kita kerjasama secara khusus pun mereka sudah terlibat,”katanya.

LADK yang disampaikan pasangan calon kepada KPU berisi tentang rekening khusus dana kampanye, sumber perolehan saldo awal atau saldo pembukaan, rincian penghitungan penerimaan dan pengeluaran yang diperoleh sebelum pembukaan rekening khusus dana kampanye dan penerimaan sumbangan yang bersumber dari pasangan calon, parpol, gabungan parpol dan pihak lain.

Sedangkan laporan khusus dana kampanye berisi tentang penerimaan dan pengeluaran anggaran kampanye. Di dalamnya termuat nama-nama para penyumbang dana kampanye. “Identitas penyumbang harus jelas, tidak dinyatakan sedang pailit atau tersandung masalah hukum dan persyaratan lainnya sesuai undang-undang pilkada,”kata Dani.

Laporan dana kampanye ini akan diumumkan ke publik. Oleh karena itu, Dani berharap pasangan calon secara jujur menyampaikan laporannya. “Ini demi pelaksanaan pesta demokrasi yang jujur dan fair,”kata Dani.

Jefri dan Jonas Sudah Lapor

Sementara itu, terkait dengan laporan harta kekayaan ke KPK, Dani mengatakan para pasangan calon yang mendaftar ke KPU harus menyertakan bukti tanda terima laporan kekayaan ke KPK. Itu menjadi salah satu syarat calon saat mendaftar. Oleh karena itu, saat ini semua calon sudah melaporkan harta kekayaannya ke KPK.

Nantinya, kekayaan para pasangan calon akan diumumkan ke publik oleh KPU sebelum tahapan pencoblosan. Menurut Dani, ini wajib diumumkan oleh KPU. “Paling lambat dua hari sebelum pencoblosan. Seperti itu aturannya,”kata Dani.

Saat ini KPK sedang melakukan verifikasi terhadap laporan harta kekayaan para calon. Selanjutnya hasilnya akan disampaikan kepada KPU.

Terkait ini, calon wali kota Jefri Riwu Kore mengatakan ia sudah melapor ke KPK pada awal September 2016 lalu. Dan selain itu, selama di DPR RI setiap tahun ia melaporkan harta kekayaannya. “Jadi bukan mau calon baru lapor. Setiap tahun kita lapor,”kata Jefri yang maju bersama Herman Man dengan tagline FirmanMu.

Sementara itu, ketua tim pemenangan paket Sahabat (Jonas Salean-Niko Frans), Yeskiel Loudoe mengatakan paket Sahabat juga sudah melaporkan harta kekayaannya karena itu merupakan salah satu syarat mendaftar ke KPU. Apalagi, kata Yeskiel, Jonas selaku kepala daerah sehingga pasti melaporkan kekayaannya ke KPK. “Jadi tidak ada masalah lagi dengan paket kita,”kata Yeskiel. (sam/boy)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!