Bebaskan Dua WNI yang Ditahan Timor Leste – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Bebaskan Dua WNI yang Ditahan Timor Leste

BICARA. Ketua Umum Untas, Eurico Guteress sedang beraudiens dengan Menkopolhumkam, Wiranto, 12 Oktober lalu, di kantor Menkopolhumkam.

IST

Permintaan UNTAS ke Pemerintah RI

JAKARTA, TIMEX-Hingga saat ini, ada dua warga Kabupaten Belu, masing-masing Antoneita Goncalves dan Tomasia Elisa Tilman yang ditahan dan diproses hukum oleh pemerintah Republic Democratic Timor Leste (RDTL). Untuk diketahui, kedua orang ini ditangkap, walau alasan mereka menyeberang ke wilayah hukum RDTL hanya untuk mengikuti acara adat. Sayang, saat itu mereka tidak membawa dokumen kewarganegaraan.

Terkait fakta itu, Ketua Umum Uni Timor Aswain (Untas), Eurico Guteress meminta pemerintah pusat untuk mengambil langkah diplomasi guna membebaskan dua warga Belu tersebut.

“Saya 12 Oktober lalu ketemu Menkopolhulkam, Wiranto untuk bicarakan beberapa hal termasuk pembebasan dua WNI yang ditahan dan diproses hukum oleh Kepolisian Timor Leste,”katanya ketika menghubungi Timor Express, Minggu (16/10).

Dikatakan, penangkapan dan proses hukum yang dilakukan oleh Timor Leste terhadap dua yang memasuki Timor Leste untuk mengikuti acara adat sudah sangat berlebihan. Harusnya kedua warga itu, hanya dideportasi saja, bukan malah diproses hukum. Karena itu paparnya, sebagai Ketua Umum Organisasi UNTAS, dia meminta kepada pemerintah pusat dan RDTL membicarakan masalah itu, agar keduanya bisa dideportasi. “Kita harapkan dua warga kita bisa dideportasi kembali, tanpa harus jalani proses hukum. Kita minta Menkopolhumkam melalui Kemenlu melakukan diplomasi,”tuturnya.

Tidak saja soal kedua warga itu, UNTAS juga menyampaikan sejumlah hal lain, diantaranya, agar bantuan perumahan bagi warga eks Timor-Timor, tidak saja rumah, namun juga lahan garapan. Yang terjadi, bantuan selama ini diberikan kepada warga eks Tim-Tim hanya rumah. Kalaupun ada bantuan rumah, tanah untuk membangun rumah tidak disertakan sebagai bantuan. Sehingga warga eks Tim-Tim menumpang di tanah orang lain. Apalagi, mereka mayoritas petani. Karena itu, harus juga disiapkan lahan garapan, sebab jika tidak, maka masyarakat akan tetap susah.

Lebih dari itu, dia juga meminta kepada Wiranto, setiap bantuan kompensasi kepada warga eks Tim-Tim sebagaimana yang dibagikan saat ini, kepada warga di luar NTT, harus diperjelas nama bantuannya. Apakah bantuan itu kompensasi perjuangan atau bantuan bagi warga korban politik eks Tim-Tim. “Kita minta nomenklaturnya harus jelas,”timpalnya.

Saat tatap muka itu, kutipnya, Menkopolhumkam menerima masukan yang disampaikan oleh UNTAS, dan akan menjadi agenda perhatian pemerintah kedepan. “Pemerintah menyambut baik masukan yang diberikan, untuk menuntaskan masalah warga eks Tim-Tim,”ujarnya mengutip pernyataan Wiranto.

Pemerintah tambahnya, akan terus melakukan upaya penyelesaian masalah kemanusiaan, terkhusus bagi warga eks Tim-Tim, baik di NTT maupun di luar NTT. Pempus akan membuat program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat eks Tim-Tim. Terkait dengan dua WNI yang diproses hukum, Wiranto mengemukakan, pemerintah melalui Kemenlu dan Kedubes di Timor Leste akan melakukan diplomasi. “Diplomasi akan dilakukan untuk membebaskan dua WNI tersebut,”paparnya. (lok/fmc/boy)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!