Danrem Beber Swasembada Pangan, Dewan Apresiasi – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Danrem Beber Swasembada Pangan, Dewan Apresiasi

SERIUS. Danrem 161/Wirasakti, Brigjen TNI Heri Wiranto (kiri) memaparkan program-program Korem 161/Wirasakti saat RDP dengan DPRD NTT, Senin (17/10). Menyimak dengan serius Ketua DPRD, Anwar Pua Geno dan dua wakilnya, Gabriel Beri Binna dan Alexander Take Ofong (kanan).

OBED GERIMU/TIMEX

KUPANG, TIMEX-DPRD NTT menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Korem 161/Wira Sakti (WS) Kupang, Senin (17/10).

Rapat di ruang Kelimutu itu dipimpin Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, didampingi dua wakilnya, Gabriel Beri Binna dan Alexander Take Ofong.

Hadir Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Heri Wiranto didampingi para Kasi dan Dan/Kabalak Aju.

Forum yang berlangsung dari pukul 10.00-12.55 itu membahas masalah keamanan di NTT, khususnya di wilayah perbatasan RI-RDTL dan persiapan pengamanan Pilgub 2018.
Danrem pada kesempatan itu memaparkan tentang keberadaan dan tupoksi satuan yang dipimpinnya. Menurutnya, Kodam IX/Udayana memiliki 3 Korem, diantaranya Korem 161/Wira Sakti, Korem 162/Wira Bhakti dan Korem 163/Wira Satya.

Namun demikian, Korem 161/WS berbeda dengan 2 Korem lainnya, karena memliki tugas selain sebagai komando kewilayahan, dimana Korem 161/WS juga memiliki tugas sebagai komando pelaksana operasi pengamanan perbatasan dan pengamanan pulau terluar.

Dalam tugas komando pelaksana operasi pengamanan perbatasan, jelas Danrem, Korem 161/WS dibantu dua batalyon yang saat ini melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-RDTL, yaitu Batalyon 641/Raider dan Batalyon 321/Kostrad. Kemudian dalam pelaksanaan tugas pengamanan pulau terluar dibantu oleh Batalyon Infanteri 1 Marinir Surabaya dan Yonif Raider Sus 744/SYB.

“Dalam tugas komando kewilayahan, Korem 161/WS terdiri dari 13 Kodim jajaran yang memiliki sekitar 1.555 orang Babinsa tersebar di Kodim jajaran tersebut. Tugas kewilayahan yang dilaksanakan diantaranya kegiatan Komsos, perlawanan wilayah (Wanwil) dan Bhakti TNI,” papar Danrem.

Jenderal bintang satu itu mengatakan, kegiatan Kosmos gencar dilakukan berupa komunikasi sharing atau bertukar pikiran antara aparat TNI dengan masyarakat, maupun aparatur Pemda.

Dalam tugas kegiatan Bhakti TNI, Korem 161/WS menyelenggarakan Binter, operasi teritorial dan program TMMD yang di semester kedua tahun 2016 dilaksanakan di Kabupaten Malaka, wilayah Kodim 1605/Belu dan Ngada wilayah Kodim 1625/Ngada. Semester sebelumnya dilaksanakan di wilayah Kodim 1604/Kupang serta Kodim 1621/TTS.

Terkait program pembangunan Nawacita oleh Presiden RI, lanjut Danrem, salah satunya terdapat program swasembada pangan nasional, dimana TNI diminta untuk membantu program tersebut yang ditindaklanjuti dengan adanya MoU antara TNI AD dengan Kementerian Pertanian pada 8 Januari 2015.

Program swasembada pangan, demikaian Danrem, juga menjadi tugas TNI dalam pemberdayaan wilayah pertahanan. Dan beberapa hal yang diperhatikan dalam rangka mendukung program tersebut yaitu pengawasan pendistribusian pupuk, perluasan atau cetak sawah, pendistribusian bibit padi dan Brigade Alsintan (Alat Mesin Pertanian).
“Saat ini ada sekitar 143 unit Alsintan di setiap kabupaten yang pendistribusiannya diawasi oleh Babinsa di Kodim jajaran Korem 161/WS,” papar Danrem.

Terkait tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas RI-RDTL), Danrem menjelaskan, pergantian pasukan dilakukan setiap 9 bulan sekali yang pelaksanaannya rutin dan tepat waktu.

“Adapun unsur Satgas Pamtas tersebut tergabung dari Satgas Ter dan Satgas Pur yang berada di perbatasan RI-RDTL untuk mengamankan perbatasan, kecuali personel Makolakops berada di Kupang,” terangnya.

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno pada kesempatan itu mengapreasiasi seluruh kegiatan positif yang dilakukan TNI. Khususnya program swasembada pangan dan pengamanan Pilkada serentak 2017 dan Pilgub NTT.

“Dewan apresiasi pendekatan pembangunan di NTT oleh TNI yang sudah berjalan dengan baik, melalui pendekatan fungsi memelihara keamanan dan peningkatan kesejahteraan melalui program swasembada pangan,” kata Anwar Pua Geno.

Politikus Golkar itu berharap forum tersebut dapat melahirkan sebuah rekomendasi ke Pusat untuk mengatasi persoalan anggaran dan jumlah anggota TNI di NTT yang masih terbatas. (joo/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!