Jonas Persoalkan (Lagi) Beasiswa PIP – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Jonas Persoalkan (Lagi) Beasiswa PIP

TATAP MUKA. Wali Kota Kupang, Jonas Salean saat bertatap muka dengan ratusan guru honor dan kepala sekolah di Aula SMKN 1 Kupang, Senin (17/10).

semy balukh/timex

Siap Bentuk Tim, Telusuri Dugaan Pelanggaran

KUPANG, TIMEX-Wali Kota Kupang, Jonas Salean kembali mengangkat polemik beasiswa program Indonesia pintar (PIP) di Kota Kupang. Kali ini ia siap membentuk tim khusus untuk menelusuri berbagai dugaan pelanggaran.

Hal ini disampaikan Jonas saat bertatap muka dengan ratusan guru honor dan kepala sekolah di Aula SMKN 1 Kupang, Senin (17/10). Saat itu, Jonas menjelaskan, beasiswa PIP di Kota Kupang sudah meresahkan karena tidak sesuai prosedur.

Menurutnya, pihak-pihak yang disebut pemangku kepentingan tidak lagi mengikuti aturan yang ada sehingga mengorbankan para kepala sekolah. Padahal, dana PIP adalah anggaran negara bukan pribadi.

Lebih lanjut dikatakan, Direktur Pendidikan SMA/SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menetapkan nama-nama penerima PIP tahap VI. Tapi sampai saat ini nama-nama itu belum di-upload di database sekolah. “Yang terjadi SK direktur ada tapi nama-nama dari penerima PIP tidak ada. SK itu tidak ada lampiran. Trus nama-nama itu dibawa oleh relawan tanpa tandatangan direktur,” kata Jonas.

Menyikapi ini, Jonas mengaku, selaku wali kota, dirinya membentuk tim khusus yang terdiri dari anggota DPRD Kota Kupang, kepolisian dan kejaksaan serta Dinas Pendidikan untuk menelusuri persoalan ini. “Mumpung sekarang KPK ada di Kota Kupang jadi kita telusuri bersama-sama,” katanya.

Jonas menegaskan, relawan atas nama Maurits Kalelena yang juga anggota DPRD Kota Kupang akan dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Kupang. “Karena diduga palsukan data-data itu. Ini bukti otentik untuk diproses,” kata Jonas sambil menunjukkan sejumlah dokumen.

Ia menambahkan, dana PIP tersebut ada di bank dan nama-nama yang ada ternyata bukan atas usulan sekolah. “Kita lihat di sini ada anak orang kaya juga terima. Relawan pake ancam-ancam kepala sekolah lagi. Jadi nanti kita bentuk tim,” tegas Jonas.

Maurits Kalelena yang dikonfirmasi terpisah terkait persoalan ini membantah telah mengancam para kepala sekolah. Ia mengaku hanya melakukan koordinasi dengan kepala sekolah soal penerima PIP. “Saya ada rekaman pak wali jadi saya pelajari dulu baru klarifikasi. Tapi yang pasti tidak ada ancam-ancam. Saya hanya sebatas koordinasi dengan kepala sekolah supaya PIP ini lancar dibagikan kepada anak-anak kita,” jelas Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang ini. (sam/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!