Petani Mengaku Baru Terjadi Pemberian Handtractor Gratis – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Petani Mengaku Baru Terjadi Pemberian Handtractor Gratis

POSE. Bupati SBD, Markus Dairo Talu pose bersama salah satu kelompok tani dari Kodi usai menyerahkan handtractor secara gratis di lapangan Galatama, Selasa (11/10).

FEKY BOELAN/TIMEX

Bupati Bagi 42 Handtractor

TAMBOLAKA, TIMEX – Marianus Tanggu, salah satu penyuluh di Desa Delu Kecamatan Kodi Bangedo mengaku baru pertama kali terjadi pemberian bantuan handtractor oleh pemerintah kepada petani secara gratis.

“Saya sudah menjadi penyuluh dari tahun 2010 dan baru kali ini masyarakat petani diberikan bantuan handtractor dari pemerintah secara gratis,” ungkap Marianus Tanggu kepada Timor Express di sela-sela pembagian handtractor oleh Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu kepada masyarakat petani di Kodi dan Loura di lapangan Galatama, Selasa (11/10) siang.

Menurutnya, prosedur pengajuan bantuan handtraktor diawali dengan pengajuan proposal bantuan yang ditujukan kepada Dinas Pertanian Kabupaten SBD. Setelah diverifikasi, kelompok yang mendapat bantuan langsung diberikan secara gratis.

Dia mengaku, keberadaan traktor itu sangat membantu petani dalam pelaksanaan musim tanam. “Saya kira ini sangat membantu masyarakat tani dalam perluasan lahan yang akan berdampak pada meningkatnya hasil panen masyarakat,” ungkapnya.

Senada, salah satu masyarakat petani Kecamatan Kodi, Petrus Pati Gheru mengaku sangat senang dan bahagia karena baru pertama kali dapat bantuan dari pemerintah secara gratis. “Ini baru pertama kali kami dapat bantuan dari pemerintah secara gratis,” ungkapnya.

Dengan mendapat handtractor itu kata Petrus, lahan-lahan tidur miliknya akan dia berusaha mengolah dan siap menanam dalam musim tanam nanti.

Bupati Markus Dairo Talu pada kesempatan itu mengatakan, untuk kali ini sebanyak 42 handtractor dibagi kepada masyarakat petani Kodi dan Loura. Di mana, sebelumnya juga sudah memberikan bantuan kepada petani di Wewewa.

Menurutnya, pembagian handtractor kepada masyarakat tani secara gratis dengan tujuan agar petani semangat bertani, dengan begitu bisa menambah ekonomi keluarga yang kelak dampaknya anak-anak bisa disekolahkan, bisa membangun rumah layak huni dan bisa mendapat akses kesehatan yang baik.

“Semua handtractor yang dibagi secara gratis, tidak bayar satu rupiah pun, padahal dulu bayar Rp 9 juta sampai Rp 12 juta, itu dulu. Sekarang saya ubah, kenapa, karena masyarakat ekonomi sudah lemah, kalau bayar, tambah susah,” ungkapnya.

Bupati menegaskan, jika nanti ada petugas dari kabupaten meminta uang, jangan percaya karena itu bohong. “Jika ada yang minta uang seribu rupiah, tolong tulis nama dan lapor saya, saya akan pecat dia yang minta uang,” tegas Markus. (r1/ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!