Tingkatkan Kompetensi, Guru PAUD Ikut Pelatihan – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Tingkatkan Kompetensi, Guru PAUD Ikut Pelatihan

DENGAR MATERI. Tampak para guru PAUD sedang menyimak materi yang disampaikan Kepala Seksi PAUD Provinsi NTT, Goris Bahy (berdiri), Senin (17/10) di Aula UPTD PPNFI NTT.

IMRAN LIARIAN/TIMEX

Tingkatkan Kompetensi, Guru PAUD Ikut Pelatihan

KUPANG, TIMEX-Sebanyak 120 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tersebar di kabupaten/kota di NTT mengikuti pendidikan dan pelatihan berjenjang tingkat dasar. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh sertifikat.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama antara Gema Flobamora dan Yayasan Lima Roti Dua Ikan. Bertempat di Aula UPTD PPNFI NTT, Senin (17/10).

Ketua Panitia Pelaksana dari Gema Flobamora, Yetty Fangidae-Sinlae kepada koran ini mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD. Pesertanya adalah guru-guru PAUD yang memiliki ijazah SMA. Program ini diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuannya untuk mensetarakan ijazah para guru PAUD yang mengajar menggunakan ijazah SMA. “Pasalnya peraturan menteri mewajibkan kepada guru-guru yang mengajar harus menggunakan ijazah SMA,” ujar Yetty.

Ia menambahkan, guru yang telah mengikuti Diklat ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Dimana ijazah SMA mereka akan disejajarkan dengan ijazah sarjana para guru PAUD lainnya. “Diklat berjenjang ini memang tidak dilaksanakan di PAUD atau Dinas Pendidikan Provinsi dan sebagainya. Melainkan Balai Diknas menyerahkan kepada yayasan yang berkompeten untuk menyelenggarakan diklat ini,” jelas Yetty.

Terpisah Ketua Panitia Pelaksana Yayasan Lima Roti Dua Ikan, Affendi Pandu Winata mengatakan, penyelenggaraan diklat berjenjang tingkat dasar ini telah dilaksanakan untuk yang ke-25. Dimana telah terlaksana diklat berjenjang tingkat dasar yang ke-24 kali di seluruh Indonesia.

“Kami membangun, mendidik atau melatih guru PAUD agar memiliki kualitas yang baik menurut standar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkap Affendi.

Affendi menambahkan, usai para guru menyelesaikan diklat selama 5 hari ini, mereka akan melaksanakan tugas mandiri serta praktik di lapangan selama 25 hari. Setelah itu dinilai dan hasil penilaian mereka dikirim ke tim penilai. Jika hasilnya bagus mereka akan mendapatkan sertifikat kompetensi. “Jika tidak lulus maka tidak akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” jelas Affendi. (mg22/ito)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!