Empat Warga Oenaek Divonis 13 Bulan – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Empat Warga Oenaek Divonis 13 Bulan

POSE BERSAMA. Empat terdakwa warga Desa Oenaek pose bersama usai putusan majelis hakim, Selasa (18/10).

FRANS BORGIAS KOLO/TIMEX

Angkut Empat Batang Kayu Jati Gelondongan

ATAMBUA, TIMEX – Empat orang warga Desa Oenaek Kecamatan Laenmanen, Selasa (18/10) petang divonis penjara 13 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Atambua.

Keempat orang terpidana itu yakni, Kandidus Nana Bouk, Raimundus Amsikan, Leonardus Horak dan Marianus Bau. Mereka divonis penjara oleh majelis hakim yang diketuai Robert Limbong, karena dituduh mengangkut empat batang kayu jati gelondongan dari kawasan hutan Uabau, akhir Februari tanpa izin Dinas Kehutanan Kabupaten Belu.

Empat batang kayu jati gelondongan tersebut diangkut dari kawasan hutan menggunakan truk setelah terjebak lumpur dalam perjalanan bersama tim yang beranggotakan KRPH Laenmanan Tasekab.

“Waktu itu kami dengan Romo Simon Opat, tokoh masyarakat dan petugas dari Dinas Kehutanan pergi ke hutan untuk angkut kayu temuan di hutan Uabau. Kebetulan tim duluan kami dari belakang dengan oto. Di tengah jalan, oto tertanam karena jalan berlumpur, jadi kami angkut empat batang kayu jati gelondongan diatas oto hanya sekadar kasi berat oto, sehingga tidak tertanam saat kami jalan pulang, tapi kemudian kami dianggap mencuri kayu dari hutan,” jelas Kandidus Nana Bouk usai mendengarkan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Atambua.

Menurut Kandidus, keberangkatan mereka ke kawasan hutan Uabau awal tahun lalu atas kesepakatan bersama tokoh masyarakat termasuk petugas Dinas Kehutanan Belu. “Kami pergi dengan oto ke hutan atas permintaan Romo, tokoh masyarakat dan petugas Dinas Kehutanan, bukan atas kemauan kami. Kenapa kami diproses hukum sampai putus 13 bulan penjara. Kami tidak setuju dengan cara penegakan hukum seperti ini,” protes Kandidus.

Diakui, empat batang kayu jati gelondongan yang diangkut dari kawasan hutan saat pulang, diturunkan di rumahnya karena kebingungan soal tempat bongkar muat. “Kami bingung mau kasih turun di gereja atau kantor desa, sehingga terpaksa kami turunkan di saya punya rumah. Anehnya ditengah kebingungan kami lalu datang KRPH, Moses Tasekab tangkap kami katanya kami curi kayu dari kawasan hutan,” ujarnya. (ogi/ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!