Air Mata Ernustina Tumpah Diadegan Ke-5 – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Air Mata Ernustina Tumpah Diadegan Ke-5

Rekonstruksi, Mahasiswi Pembuang Bayi Perankan 14 Adegan

KUPANG, TIMEX-Proses hukum kasus penemuan jasad bayi yang tengah dijalani Ernustina Nona Avin, 21, oknum mahasiswi semester III, jurusan Biologi, FKIP UKAW Kupang, memasuki tahap rekonstruksi, Kamis (20/10). Sebanyak 14 adegan diperankan sosok yang kini menjadi tersangka dalam kasus yang terkuak pada Senin (10/10) malam lalu, lewat penemuan jasad orok bayi dalam kantong kresek warna hitam di Kelurahan Oesapa.

Sebagaimana disaksikan koran ini, proses rekonstruksi diperankan tersangka Ernustina dengan mengambil lokasi kejadian di kos Blok M, milik Abraham Klau, di wilayah RT 16/RW 06, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima.

Rekonstruksi yang dimulai sekira jam 11.00 siang kemarin itu hanya berlangsung selama satu jam. Proses rekonstruksi itu juga menyita perhatian warga dan mahasiswa yang ada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Ibu muda asal Desa Talibura, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka itu memerankan 14 adegan, dimulai ketika ia sedang tidur lalu merasakan perutnya mules, merasakan ingin buang air kecil, lalu menuju kamar kecil, melahirkan, hingga akhirnya membuang bayi yang sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Rekonstruksi juga diperankan tiga orang saksi, masing-masing Naolis Penggoan, Wayan Abanat, dan Akbar Selan yang melakukan sekira tiga adegan, sebagaimana peran mereka sebagai pihak yang pertama kali menemukan kantong berisi orok bayi tak bernyawa di sebelah pagar Kampus UKAW Kupang itu.

Sebagaimana disaksikan kemarin, tersangka Ernustina yang kemarin mengenakan kaos krah warna hijau dipadu celana jeans panjang warna hitam, memerankan 14 adegan dengan lancar. Hanya ketika memasuki adegan kelima, dimana saat Ernustina berada dalam kamar kecil dan tengah jongkok di klosed, tiba-tiba air matanya tumpah membasahi kedua pipinya. Dalam adegan ini, ternyata Ernustina bukan buang air kecil, sebagaimana yang dia rasakan diawal, namun yang keluar adalah sesosok jasad bayi berjenis kelamin laki-laki. Dari adegan kelima, hingga beberapa adegan ke depan, Ernustina terus menangis. Misalnya ketika bayinya lahir, hal yang dia lakukan adalah berdiri lalu mengambil air dalam ember yang dia bawa lalu menyiram sang bayi. Ketika sang bayi masih bernyawa, Ernustina mengambil dari lantai lalu membenamkan dalam ember berisi air. Setelah itu, Ernustina keluar dari kamar mandi lalu mengambil kantong kresek warna hitam dan masuk lagi ke dalam kamar kecil, mengambil bayinya dalam ember dan memasukkan ke kantong kresek itu. Selanjutnya, tersangka berjalan keluar menuju ke tembok pagar Kampus UKAW lalu membuang bayinya ke seberang pagar. Setelah itu, tersangka kembali masuk ke kamar kosnya. Untuk diketahui, Ernustina melahirkan pada Minggu (9/10) dinihari sekira pukul 04.00 subuh. Dengan demikian, diperkirakan jasad bayi malang itu telah dibuang selama 39 jam sejak Minggu (9/10) pukul 04.00 subuh hingga diketemukan pada Senin (10/10) malam sekira pukul 19.00 Wita.

Sementara tiga saksi, yakni Naolis Penggoan, Wayan Abanat, dan Akbar Selan memerankan adegan ketika mereka sedang duduk di balai-balai depan kamar kos, tiba-tiba merasakan aroma tak sedap. Ketiganya bangkit berdiri lalu mengecek dari mana aroma busuk itu muncul. Setelah berjalan menuju pagar, ketiganya menemukan sebuah tas kresek yang didalamnya berisi orok bayi yang sudah membusuk.

Jalannya rekonstruksi itu mendapat pengawalan ketat aparat Polsek Kelapa Lima. Ikut dalam proses rekonstruksi itu tim Inafis Polres Kupang Kota.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Abdul Basith Algadri yang hadir di TKP memantau langsung jalannya rekonstruksi, mengatakan, proses ini untuk mempertegas perbuatan tersangka Ernustina Nona Avin sesuai keterangan yang sudah disampaikan ke penyidik Polsek Kelapa Lima. “Setelah pelaksanaan rekonstruksi ini, penyidik akan segera melakukan pemberkasan bagi tersangka. Selanjutnya, jika berkas sudah lengkap, maka kita akan segera limpahkan ke penuntut umum Kejari Kota Kupang,” pungkas mantan Kasat Intel Polres TTU itu. (gat/aln)

Rekonstruksi Mahasiswi Pembuang Bayi:

1. Tersangka saat tidur di kamar kosnya, tiba-tiba merasa sakit pinggang dan ingin buang air kecil, lalu bangun dari tidur menuju kamar kecil.

2. Mengambil ember dan gayung lalu keluar dari kamar.

3. Membawa ember berisi air menuju kamar kecil.

4. Saat jongkok, ternyata bukan buang air kecil, namun melahirkan sesosok bayi.

5. Bayi yang baru lahir itu diletakkan di lantai lalu disiram dengan air.

6. Tersangka mengambil bayinya yang masih hidup dan memasukan ke dalam ember berisi air.

7. Memastikan bayinya meninggak, tersangka mengambil kantong kresek warna hitam lalu memasukan bayinya.

8. Tersangka keluar dari kamar mandi lalu menuju pagar kampus UKAW dan membuang bayinya ke seberang pagar.



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!