Laut Sawu ‘Kafe’ Bagi Paus Biru – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Laut Sawu ‘Kafe’ Bagi Paus Biru

EKSPOS. Benjamin Kahn, Direktur APEX dan ahli Cetacean Oseanik (Depan berdiri) mamaparkan hasil penjelajahan mereka di Laut Banda dan Sawu, di kantor BKKPN Kupang, Jumat (21/10).

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Hasil Ekspedisi The Underwater360 Team
Laut Sawu jadi Lokasi Menyelam Terbaik Dunia

KUPANG, TIMEX-Perairan NTT sangat kaya dengan keanekaragaman hayati laut. Menariknya, berdasarkan ekspose The Underwater360 Team, Laut Sawu yang merupakan salah satu perairan di NTT rupanya menjadi ‘kafe’ bagi paus biru (cetacean oseanik). The Underwater360 Team yang dipimpin Benjamin Kahn (Direktur APEX dan ahli cetacean oseanik), mengekspose hasil penjelajahan tersebut, setelah melakukan ekspedisi di Laut Banda dan sekitarnya.

Ekspose yang dilakukan di Kantor Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Jumat (21/10) itu, dihadiri sejumlah stakeholkder terkait. Diantaranya, Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Dinas Pariwisata NTT, Badan Lingkungan Hidup Provinsi NTT, Koordinator RCC Bakamla Kupang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kupang, akademisi, ASITA NTT, TNC, HNSI, serta media massa.

Dalam pemaparannya, Benjamin Kahn mengatakan, ekspedisi di Laut Banda dan sekitarnya dilakukan dengan menggunakan Kapal Liveboard Samambaia. Ekspedisi tersebut dimaksudkan untuk mencari dan melihat kehidupan paus biru dan hiu martil. Pencarian terhadap mamalia laut yang hidup secara soliter (tidak berkelompok) tersebut akhirnya mengungkapkan beberapa rahasia kehidupan paus yang menakjubkan. Dan selama ekspedisi tersebut, mereka tak hanya menemukan paus biru. Tetapi juga menemukan paus sperma (sperm whales), bahkan paus pembunuh. “Selama 10 hari dan menjelajah lebih dari 1000 km Laut Banda sekitarnya, kami banyak belajar banyak tentang kehidupan misterius hewan-hewan besar di laut. Kami berusaha memberikan kontribusi, yang sekalipun kecil tapi berharga untuk konservasi hewan-hewan tersebut,” ujarnya.

Dalam ekspedisi tersebut, lanjut Benjamin, mereka juga mengamati ternyata Laut Sawu rupanya menjadi kafe atau restoran yang sangat nyaman bagi paus biru ketika mamalia laut itu bermigrasi. Oleh karena itu, Laut Sawu bisa dikelola menjadi lokasi wisata bahari cetacean. “Laut Banda dan Laut Sawu juga menjadi lokasi menyelam terbaik di dunia. Di dalamnya penuh dengan terumbu karang, dan aneka hayati laut lainnya. Ini yang akan kami jual ke luar negeri agar orang mau berkunjung ke sini,” katanya.

Selain Benjamin Kahn, Alice Grainger (Senior Editor of Asian Diver and Scuba Diver), Judi Lowe (Pakar Pariwisata), Pepe Arcos (Freediving Record Holder and Videogrphaer) juga berkesempatan memaparkan hasil penjelajahan di Laut Banda dan sekitarnya. Mereka sungguh mengakui keindahan dan potensi hayati laut yang beranekaragam di Laut Banda dan Laut Sawu.

Kepada wartawan usai ekspose, Kepala BKKPN Kupang, Ikram Malan Sangadji, mengatakan, perairan Laut Sawu sebagaimana pemaparan The Underwater360 Team, memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan wisata cetacean. Karena Laut sawu adalah kafe bagi paus biru. “Kita kembangkan sebagai wisata bahari. Namun untuk pengembangan wisata bahari cetacean khususnya paus biru, kami butuh dukungan dari pemda. Karena kalau kita kelola, harus kelola mulai dari Laut Banda sampai Laut Sawu,” katanya.

Ikram menambahkan, selain cetacean, Laut Sawu juga memiliki aneka hayati laut seperti terumbu karang dan lain sebagainya. Ekosistim ini, kata dia, perlu dijaga agar tidak rusak. Sebabbila satu ekosistem rusak, akan berpengaruh pada kerusakan ekosistem lainnya. “Sejauh ini semuanya masih terjaga secara alami. Kita sangat kuatir apabila pemanfaatan di Laut Sawu semakin meningkat. Karena hal itu akan berdampak pada berkurangnya jumlah cetacean,” ungkapnya. (r2/aln)

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!