Lima Pelaku Curas ‘Kena Hiki’ – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Lima Pelaku Curas ‘Kena Hiki’

KENA HIKI. Inilah salah satu pelaku curas, Dovan Ndolu yang berhasil dibekuk setelah melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban, Nukngi Toto.

IST

Modus Sewa Mobil, Sasaranya Penumpang Kapal

KUPANG, TIMEX – Kasus kriminalitas pencurian dengan kekerasan (curas) kembali terjadi di Kota Kupang. Kali ini sasarannya yakni penumpang kapal motor (KM) Bukit Siguntang yang baru tiba di Pelabuhan Nusa Lontar, Tenau, Kupang, Kamis (20/10) sekira pukul 20.00.

Modus operandi yang digunakan para pelaku curas yakni menawarkan jasa angkutan kepada korbannya. Korban curas kali ini yakni Nukngi Toto, 28, warga Kapan, Kabupaten TTS yang baru datang dari Malaysia. Akibat kejadian itu, uang tunai milik Nukngi Toto sekira Rp 8.250.000 raib digasak keempat pelaku. Namun, keempat pelaku curas itu akhirnya dibekuk aparat Polres Kupang Kota melalui Tim Buru Sergap (Buser) Polres Kupang Kota di bawah pimpinan, Ipda Gregorius Leu Saunoah.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Johannes Bangun yang diwawancarai Timor Express melalui Kasat Reskrim, AKP Lalu Ali Lee, Jumat (21/10) membenarkan adanya kajadian curas tersebut. Dijelaskan Lalu, kronologis kejadian curas itu berawal ketika korban, Nukngi Toto warga Kapan, Kabupaten TTS yang baru tiba di Pelabuhan Nusa Lontar, Tenau dengan KM. Bukit Siguntang tiba-tiba ditawarkan jasa angkutan oleh keempat pelaku. Ketika berada di atas angkutan kota (angkot), selain korban ada juga penumpang umum lainnya.

Namun, setelah penumpang lainnya turun, hanya tersisa korban. “Jadi, ketika di atas Angkot, selain korban Nukngi Toto ada juga penumpang lain. Namun di perjalanan, penumpang lainnya turun dan hanya tersisa korban Nukngi Toto. Saat itu, korban Nukngi Toto mengaku akan turun di terminal bayangan Oesapa atau persisnya di depan Bank BRI Oesapa,” jelas Kasat Reskrim.

Karena hanya korban seorang diri di atas angkot, maka para pelaku lalu melancarkan aksinya ketika Angkot dalam perjalanan ke Oesapa. “Pelaku MB, 14, selaku kondektur angkot yang masih di bawah umur lalu mengancam akan mencekik korban Nukngi Toto jika tak memberi uang. Selanjutnya, pelaku MB lalu mengambil sendiri uang milik korban di saku celana senilai Rp 250.000. Sesaat setelah itu, pelaku Cadi Adiyta, 23, Wesli Elo, 23 dan Dovan Ndolu, 23, selaku sopir angkot lalu membongkar tas milik korban Nukngi Toto dan menemukan uang tunai senilai Rp 18 juta,” sebut Kasat Reskrim.

Setelah mengambil paksa uang milik korban Nukngi Toto, para pelaku lalu menurunkan korban depan BRI Oesapa. Sementara tas milik korban juga dibuang begitu saja di bahu jalan. Selanjutnya, korban Nukngi Toto lalu melapor ke aparat Polres Kupang Kota dan keempat pelaku akhirnya dibekuk. Setelah mengamankan para pelaku, mereka lalu digelandang ke Mapolres Kupang Kota. “Para pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan mereka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama sembilan tahun penjara. Atas kejadian itu, maka Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Lalu Ali Lee meminta seluruh masyarakat Kota Kupang yang punya keluarga di luar NTT, jika datang ke NTT menggunakan kapal motor supaya berhati- hati dalam memilih angkutan. “Warga NTT yang baru tiba dengan Kapal Motor di Pelabuhan Tenau, Kupang supaya selektif dalam memilih angkutan. Harus berhati- hati memilih angkutan. Kalau merasa kurang yakin, maka mintalah bantuan petugas pelabuhan ataukah anggota polisi yang sementara ada di pelabihan. Dan sebelum menumpangi angkutan, catatlah plat nomor angkutan supaya menjadi petunjuk jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” pungkas Kasat Reskrim. (gat/sam)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!