CIS Timor Bentuk Gerakan Laki-laki Baru – Timor Express

Timor Express

RAGAM

CIS Timor Bentuk Gerakan Laki-laki Baru

FOTO BERSAMA. Para narasumber foto bersama peserta dialog publik dan pelatihan Laki-laki baru, Senin (24/10).

CIS TIMOR FOR TIMEX

KUPANG, TIMEX-LSM CIS Timor menciptakan gerakan laki-laki baru dengan tujuan melakukan pemberdayaan orang muda dalam pengeloaan pangan lokal yang bermartabat.
Oleh karena itu, digelar kegiatan dialog publik dan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Senin (24/10) hingga Rabu (26/10).

Desa Tunfeu dipilih menjadi tempat kegiatan karena di desa ini sudah ada komunitas laki-laki baru. Selanjutnya, dengan adanya kegiatan ini maka anak-anak muda bisa mengembangkan pangan lokal serta meningkatkan ekonomi.

Selain itu, alasan lainnya adalah di desa ini terdapat kebun ubi ungu yang dikembangkan komunitas laki-laki baru yaitu kelompok Tani Setara.

Pimpinan CIS Timor, Haris Oematan, di Kupang, Senin (24/10), mengatakan, CIS Timor melakukan pendampingan yang dilakukan selama tiga bulan agar kelompok bisa mengembangkan dan memproduksi pangan lokal secara mandiri.

Dalam dialog publik yang berlangsung kemarin, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT, Bernadeta Usboko mengatakan, dari segi jumpah penduduk di NTT, terdapat 51 persennya adalah perempuan. Sisanya 49 persen adalah laki-laki. Permasalahannya, menurut Bernadeta, pembangunan di berbagai bidang ditujukan untuk seluruh penduduk, tanpa membedakan laki-laki dan perempuan. Namun pada kenyataannya hasil pembangunan belum dirasakan adil antara laki-laki dan perempuan.

Dikatakan, strategi mencapai kesetaraan dan keadilan gender adalah melalui kebijakan yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan permasalahan perempuan dan laki-laki.

Diharapkan setiap pembuatan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan dan pembagunan dapat bersinergi, baik pemerintah, DPRD maupun masyarakat.

Pemateri lainnya, Zet Malelak berharap anak-anak muda harus menanam agar pangan dapat tercukupi sehingga tidak hidup berkekurangan.

Ia menjelaskan sumber pangan ada lima yakni mencuri di hutan (ubi hutan, madu, kusambi), menanam, beli di pasar, dikasih oleh keluarga dan dikasih oleh Pemerintah dan LSM. “Tapi yang paling baik adalah menanam dan memproduksi sendiri,” kata Zet.

Ketua Komisi V DPRD NTT Winston N. Rondo membawakan materi tentang strategi, kebijakan dan anggaran DPRD untuk memperkuat orang muda dalam keluarga sejahtera. Winston mendorong penuh kaum muda untuk membawa perubahan melalui pengelolaan pangan.

Dan, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi apabila kekerasan tidak lagi dilakukan kaum lelaki pada istri dan anak. Sebab, keterlibatan istri dan anak juga ikut mendorong peningkatan ekonomi keluarga.

“Realita pemuda dalam kebijakan Pemda NTT masih indah kabar dari rupa dan urusan pemuda masih menjadi subordinat dalam Dispora dan alokasi dana APDB berkisar 15-20 persen saja,” ujarnya.

Winston juga meminta agar pemerintah memperkuat OKP/Ormas pemuda yang punya kontribusi dalam pembangunan kepemimpinan dan karakter bangsa, juga meningkatkan kompetensi pemuda dalam berbagai bidang serta mendorong dinas/instansi terkait untuk alokasikan program dan dana untuk memberdayakan pemuda. (sam/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!