Korban Lakalantas Didominasi Anak – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Korban Lakalantas Didominasi Anak

JANGAN TIRU. Hal yang dilakukan tiga siswi salah satu SMA di Kota Kupang ini janganlah dititu. Pasalnya yang mengendarai dan dibonceng sama-sama tak mengenakan helm saat melintas di perempatan Jl. Palapa, Oebobo, Kota Kupang. Gambar diabadikan belum lama ini.

OBED GERIMU/TIMEX

Ditlantas Luncurkan Camot

KUPANG, TIMEX-Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terus meningkat dan mengakibatkan tidak sedikit nyawa melayang sia-sia di jalan raya.

Direktur Lalu Lintas Polda NTT, Kombes Pol Nanang Masbudi kepada wartawan di kantornya, Senin (24/10), mengatakan, korban lakalantas didominasi oleh anak.

“Sekitar 60 persen korban lakalantas adalah anak-anak, dan sebagian besar dalam kondisi mabuk miras,” kata Nanang.

Mencegah anak menjadi korban lakalantas, Nanang katakan pihaknya telah meluncurkan program Camot (Cegah Anak Mengendarai Motor).

“Camot sudah dilakukan di seluruh wilayah hukum Polda NTT, dengan mengedukasi anak,” kata perwira dengan tiga melati di pundak itu.

Selain Camot, Ditlantas juga segera melakukan MoU dengan sekolah-sekolah, dan berkoordinasi dengan Pemda untuk membuat Perda tentang larangan anak menggunakan sepeda motor ke sekolah.

“Bukannya melarang privasi orang, tapi ini penting. Anak yang belum cukup umur tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah. Ini harus dibuatkan Perda, sehingga sanksinya ada. Pemda juga harus berpikir, tidak hanya Lantas,” tandas Nanang.

Melalui program Dimkas Lantas dan Police Go To School setiap Senin, menurut Nanang, Polantas di NTT rutin mendatangi sekolah-sekolah untuk mengedukasi pelajar tentang pentingnya keselamatan berkendara dan tertib berlalulintas.

Selain itu, Ditlantas juga rutin melakukan razia terhadap anak-anak yang mengendarai sepeda motor.

“Kita fokus edukasi, juga panggil orang tua dan kasih penjelasan. Kadang orang tua salah sangka, pikirnya melarang privasi, padahal kita ingin mendekatkan fungsi keselamatan. Kita tidak mau perhatian orang tua pada anaknya justru sebagai alat mencelakakan anaknya,” terang Nanang.

Nanang juga menyoroti sarana moda transportasi angkutan umum bus kayu yang marak beroperasi di daerah pedesaan. “Ini (bus kayu, Red) juga jadi tinjauan kami, karena kebanyakan tidak laik jalan dan rawan kecelakaan. Harus diganti dengan yang memenuhi standar keamanan dan keselamatan. Dinas Perhubungan jangan lagi keluarkan izinnya,” harapnya.

Ditlantas juga terus berusaha mengurangi fatalitas dengan penanganan korban pasca kecelakaan secara cepat dan tepat. Jika tidak, maka akan meningkatkan fatalitas dan risiko kematian.

Untuk itu, Ditlantas mengagendakan untuk membuat MoU dengan seluruh rumah sakit dan PT. Jasa Raharja, guna menyepakati penanganan korban pasca lakalantas.
Ditlantas, lanjut Nanang, juga mendorong para pemilik SIM agar sadar berasuransi, lewat Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi (AKDP).

“Preminya rendah, tapi bermanfaat menekan fatalitas bila terjadi lakalantas. Pemegang SIM A cuma Rp 30.000 dan SIM C Rp 25.000, dengan jaminan selama 5 tahun,” pungkas Nanang. (joo/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!