Wali Kota Batalkan SK Mutasi – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Wali Kota Batalkan SK Mutasi

Herman Man: Saya Tidak Dilibatkan dalam Mutasi

KUPANG, TIMEX–Wali kota Kupang, Jonas Salean, Senin (24/10), secara mendadak mengundang 41 pejabat yang dilantiknya pada 1 Juli 2016 lalu. Pertemuan dengan 41 pejabat itu dilakukan di Aula Garuda, Lantai II Kantor Walikota Kupang sekira pukul 14.00. Padahal, di undangan yang diterima 41 pejabat, tercantum bahwa pertemuan akan dilangsungkan di Aula Rumah Jabatan Walikota Kupang.

Kepada Timor Express usai pertemuan dengan 41 pejabat, Jonas mengatakan, pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan kepada 41 pejabat tentang pembatalkan Surat Keputusan (SK) pelantikan pada 1 Juli 2016 lalu. Dan pembatalan SK pelantikan pejabat tidak saja dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang. Sebab hampir semua calon incumben di beberapa daerah juga melakukan pelantikan pejabat di hari yang sama. “Jadi bukan kita sendiri saja di Indonesia. Karena hampir semua incumbent melakukan pelantikan di tanggal 1 Juli 2016,”ujarnya.

Menurutnya, pembatalan SK pelantikan pejabat tidak menyalahi aturan. Karena dalam setiap SK tepatnya di poin terakhir ada penjelasan yang menyebutkan bahwa apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, maka surat keputusan tersebut dapat ditinjau kembali. “Semua pejabat dikembalikan ke jabatan semula dan mereka tidak keberatan dengan keputusan ini. Karena semuanya ada dalam jabatan,”katanya.

Jonas menambahkan, secara hukum, pelantikan pejabat yang dilakukan pada 1 Juli 2016 pagi tidak tidak melanggar aturan. Sebab Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 baru diundangkan pada sore hari, sebagaimana bunyi surat penegasan dari Menteri Hukum dan HAM. Namun ada surat edaran dari Bawaslu RI yang menegaskan agar calon incumbent tidak melakukan mutasi pada tanggal diundangnya UU Nomor 10 Tahun 2016. “Surat dari Banwaslu itu yang buat persoalan. Karena di surat itu ditulis apabila terjadi pergantian pejabat/mutasi pada 1 Juli 2016, maka calon incumbent langsung didiskualifikasi,”katanya.

Bila tidak membatalkan SK pelantikan pejabat, lanjut Jonas, maka bukan dirinya saja yang akan didiskualifikasi dari pencalonan. Sebab Wakil Walikota, Herman Man juga akan didiskualifikasi. Dengan demikian, pembatalan SK pelantikan pejabat dilakukannya untuk menyelamatkan Pilkada Kota Kupang. “Bukan saya sendiri. Saya dengan Pak Wakil itu satu paket dalam pemerintahan sekarang. Sehingga bisa jadi tidak ada paket yang ditetapkan dalam pilkada kota. Jadi kita selamatkan itu,”tandasnya.

Lantaran namanya juga diseret dalam mutasi oleh Jonas Salean, Wakil Walikota Kupang, Herman Man dengan tegas mengatakan, dirinya sudah jarang dilibatkan dalam kegiatan pemerintahan, sejak resmi berpasangan dengan Jefri Riwu Kore. Dia mengaku hanya dilibatkan dalam tugas pengawasan dan olahraga. “Saya dilibatkan hanya pada kegiatan seperti Sail Indonesia dan beberapa pertemuan,”sebut Herman.

Terkait rencana mutasi pejabat pada 1 Juli 2016, Herman mengaku tidak dilibatkan sama sekali. Dan memang dia bukan Baperjakat. Sehingga dia juga tidak tahu proses mutasi tersebut. Bahkan dia juga tidak tahu soal pembatalan SK pelantikan pejabat. “Mutasi 1 Juli 2016, saya tidak tahu sama sekali. Saya tidak diundang. Katanya hari ini (kemarin, red) ada mutasi lagi. Saya juga tidak tahu sama sekali. Saya tegaskan, saya tidak pernah tahu ada mutasi dan tidak pernah dilibatkan dalam prosesnya. Kan wakil itu hanya pembantu untuk urusan pengawasan,”ungkapnya sinis. (r2/boy)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!