Pilkada Serentak 2017, Sebuah Momen Nasional bagi Pendidikan Politik Masyarakat – Timor Express

Timor Express

OPINI

Pilkada Serentak 2017, Sebuah Momen Nasional bagi Pendidikan Politik Masyarakat

Oleh: Indriyati (Dosen Unika Mandira Kupang)

Negara yang demokratis memiliki keunggulan tersendiri, karena dalam setiap pengambilan kebijakannya akan selalu mengacu pada aspirasi masyarakatnya. Maka masyarakat sebagai tokoh utama dalam sebuah Negara demokratis memiliki peranan yang sangat penting. Untuk itu penting pula bagi masyarakat untuk memahami bagaimana menjalani peran penting tersebut. Salah satu proses untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam politik adalah dengan penyelenggaan pemilihan umum daerah secara serentak. Adanya kebijakan pemilihan kepala daerah serentak setingkat gubernur dan walikota/ bupati adalah dalam rangka mengefektifkan dan mengefisienkan jalannya proses pemilihan penyelenggara negara. Kebijakan tersebut telah disepakati dengan lahirnya Undang – Undang No.8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur/ Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota serentak. Untuk itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan rabu,(15/2/2017) sebagai pelaksanaan pemilihan Gubernur/ Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota serentak pada tahun 2017 berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan pemilihan Gubernur/ Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/ atau Walikota dan Wakil Walikota serentak pada tahun 2017. KPU juga telah merilies data bahwa total daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada berjumlah 101 daerah, yang terdiri dari 7 provinsi, 18 Kota, dan 76 Kabupaten. Daerah tersebut yang akhir masa jabatan Kepala Daerahnya berakhir dari juli 2016 sampai dengan Desember 2017.

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) juga menjadi salah satu daerah yang akan menyelenggarakan pilkada serentak pada Februari 2017. Maka tentunya ini akan menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi masyarakat luas untuk mendapatkan pendidikan politik dalam moment nasional tersebut.. Bagaimana tidak…pilkada serentak telah menjadi issu yang sangat menarik dan mendapat sorotan media massa cetak maupun elektronik. Fakta – fakta terkait pencalonan kepala daerah, walikota dan bupati, pendaftaran ke KPU dan proses kampanye telah menjadi pembahasan yang hampir setiap hari muncul di media cetak dan elektronik. Namun tentunya yang tidak ingin di lupakan oleh masyarakat adalah pemahaman bahwasannya pilkada serentak merupakan ajang pendidikan politik bagi masyarakat, dimana lewat proses pendidikan politik tersebut diharapkan masyarakat memahami akan arti pentingnya suara yang diberikan terhadap figur calon pasangan kepala daerah yang harapannya akan menunjukan kinerja pemerintahan yang peka atau responsif terhadap kepentingan masyarakat. Untuk itu sebaiknya kita menilik kembali apa yang maksud pilkada sebagai proses pendidikan politik.

Secara harfiah pendidikan politik dapat diartikan sebagai proses sosialisasi politik yaitu proses dialog antara pemberi pesan politik (komunikator) kepada komunikan/masyarakat (surbarki.1999). Pendidikan politik penting dalam proses demokrasi karena hal ini akan mampu mendongkrak partisipasi masyarakat dalam proses politik. UU No.12 th 1982 menyatakan bahwa pendidikan politik diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran pendidikan politik disini akan melibatkan media dan komunikator politik (calon kepala daerah, partai politik, KPU dan Bawaslu) serta masyarakat. Peran media massa cetak maupun elektronik disini dalam proses pilkada menjadi nyata dan sudah seharusnya menjadi rujukan bagi masyarakat untuk mencari informasi terkait pemilukada. Dalam teori komunikasi apa yang menjadi agenda media, merupakan representasi agenda publik. Apa yang akan diulas oleh berbagai media merupakan isu yang berkembang dan banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Sehingga masyarakat dalam hal ini pembaca media akan mendapatkan informasi serta pembelajaran dari proses demokrasi yang sedang berlangsung melalui pemberitaan. Maka dengan demikian harapannya lewat proses tersebut dapat memberikan pembelajaran tentang politik kepada masyarakat secara umum.

Media sebagai pilar ke- empat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki fungsi yang signifikan dalam mendidik masyarakat, termasuk dalam bidang politik. Jika fungsi ini berjalan dengan baik dan optimal maka tentu bisa meningkatkan pengetahuan dan animo masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses berdemokrasi dengan menggunakan hak pilihnya dalam pilkada serentak. Peran memberikan pendidikan politik bagi masyarakat, juga bukan hanya di lihat dalam peran yang dilakukan oleh media massa. Tetapi peran yang sama juga dilakukan oleh komunikator politik, yang lain yaitu calon kepala daerah dan tim suksesnya, partai politik pengusung dan lembaga – lembaga politik seperti KPU, Bawaslu atau lembaga lain yang terkait. Tidak terkecuali juga adalah pemahaman oleh masyarakat akan pentingnya selektif tehadap informasi dan turut mengambil peran kontroling dalam proses demokrasi sebagai substansi dalam pendidikan politik.. Pada era informasi seperti saat ini, terpaan informasi kepada masyarakat memang sangat sulit untuk dibendung. Untuk itulah dibutuhkan sikap yang bijak dalam mengelola informasi, Sehingga semua informasi yang terserap dapat menjadi referensi yang baik untuk bagaimana masyarakat dapat mengekspresikan partisipasi politiknya dengan benar. Maka disinilah yang penting juga untuk dipahami oleh masyarakat akan makna dari partisipasi politik dalam proses demokrasi lewat pilkada serentak. Untuk itu adanya baiknya mengingat kembali apa yang dimaksud dengan partisipasi politik. Sebagaimana diungkapkan oleh pakar politik Budiharjo (2008;367) bahwa partisipasi masyarakat dalam politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk turut serta secara aktif dalam kehidupan politik, yaitu dengan jalan memilih pimpinan negara, dan secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah, “public policy”. Secara konvensional kegiatan ini dapat dilihat diantaranya lewat memberikan suara dalam pemilihan umum. Karena partisipasi politik masyarakat juga dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah ‘Pulic Policy”, maka sangat penting untuk dapat mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi politik. Cara lain dalam mendorong partisipasi masyarakat terhadap pemilu bisa dilakukan melalui penguatan partai politiknya. Argumentasinya adalah bahwa partai politik diwajibkan melakukan pendidikan politik. Bukan mengarahkan pemilih dengan metode politik instan. Karena cara ini bisa dipastikan akan menyebabkan nilai dan pemahaman masyarakat terhadap partisipasi politik menjadi mengecil, Karena bukan dengan kesadaran sendiri untuk memilih calon kepala daerah dengan pertimbangan kinerja.

Dengan mempertimbangkan betapa urgensinya pilkada serentak yang akan datang sebagai ajang pendidikan politik bagi masyarakat, maka sudah seharusnya pesta demokrasi yang akan kita jelang ini, sekali lagi kita manfaatkan sebenar – benarnya sebagai sarana pembelajaran politik bagi masyarakat. Media bersama komunikator politik yaitu calon pasangan kepala daerah beserta tim suksesnya dan partai pengusung juga lembaga – lembaga politik seperti KPU, Bawaslu dan lembaga lainnya yang terkait, bersatu memberikan pencerahan melalui kampanye yang jujur, adil, serta menjunjung tinggi Fair Play guna memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat. Jika hal tersebut dapat dicapai, maka secara otomatis tingkat pendidikan politik masyarakat dan partisipasi politik akan meningkat. Sehingga kesuksesan pilkada serentak bukan lagi sebuah harapan, namun protret nyata dari demokrasi Indonesia. Semoga pilkada serentak yang sudah berjalan bertahap dimulai pada tahun 2015, dapat berjalan dengan baik dan lancar. Semoga pula masyarakat mendapatkan pemimpin – pemimpin yang lebih baik di masa depan agar dapat lebih menciptakan rasa aman, keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Gunakan hak pilih kita secara bijak, sesuai dengan hati nurani. Selamat berpartisipasi dalam pilkada serentak. (*) 



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!