Banjir Bandang Hanyutkan Dua Rumah – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Banjir Bandang Hanyutkan Dua Rumah

DISAPU BANJIR. Warga Kampung Nioniba Desa Kebirangga Kecamatan Maukaro berkumpul melihat rumah warga yang disapu banjir bandang, Selasa (25/10).

ALEX SEKO/TIMEX

Milik Warga Desa Kebirangga Kecamatan Maukaro

ENDE, TIMEX – ‪Hujan deras yang terjadi, Selasa (25/10), selama dua jam, menyebabkan banjir bandang di Desa Kebirangga Kecamatan Maukaro. Banjir bandang yang terjadi disebabkan meluapnya kali Nioniba dan menyebabkan dua unit rumah warga hanyut terbawa banjir.

Camat Maukaro, Petrus Djata yang dihubungi, Rabu (26/10) membenarkan terjadinya bencana banjir bandang yang menerjang Kampung Nioniba Desa Kebirangga Kecamatan Maukaro.

Dia menuturkan, hujan yang terjadi selama dua jam yakni sejak pukul 12.00 hingga pukul 14.00, Selasa (25/10), menyebabkan banjir bandang di kali Nioniba Desa Kebirangga.
“Hujan yang melanda wilayah Kecamatan Maukaro menyebabkan banjir bandang menerjang dua unit rumah permanen milik masyarakat Nioniba,” kata Petrus Djata.

Dia menuturkan, dua rumah yang hanyut tersebut milik Sahadan dan Sahbudin. Rumah milik Sahadan dihuni lima orang dewasa dan rumah milik Sahbudin dihuni enam orang.
Dijelaskan, hujan yang berlangsung selama dua jam, menyebabkan banjir dan meluapnya kali Nioniba, sehingga menerjang rumah warga. “Banjir itu terjadi Selasa jam lima sore di kali Nioniba, di mana letaknya berbatasan langsung dengan Kabupaten Nagekeo. Dua rumah warga hanyut diterjang banjir, sementara penghuni rumah telah dievakusai oleh tim Siaga Bencana Kecamatan Maukaro dan dipindahkan ke rumah warga yang jauh dari bantaran kali Nioniba,” kata dia.

Ia menuturkan, dua rumah warga yang hanyut tersebut letaknya sekira 20 meter dari bantaran kali. Sebenarnya, kedua rumah tersebut bisa luput dari terjangan banjir, jika tanggul alam pasir yang berada di bibir pantai Nioniba bisa dibuka dan arus air bisa langsung ke laut.

“Jika tanggul pasir dibuka mungkin dua rumah tersebut bisa selamat karena air akan langsung mengalir ke laut,” katanya sambil menambahkan, seluruh isi rumah hanyut terbawa banjir. Sementara, warga korban banjir bandang tinggal baju di badan.

Karena itu, pihaknya berharap adanya bantuan dari pemerintah, khususnya dalam waktu dekat yakni alat berat berupa ekskavator untuk membuka tanggul alam, sehingga ketika banjir susulan, perumahan warga yang lain tidak terkena dampak.

“Perlu juga dilakukan normalisasi kali, karena jika tidak, maka puluhan rumah milik warga Nioniba dipastikan menjadi sasaran amukan banjir seketika hujan kembali terjadi diwilayah ini,” sebut dia sambil berharap adanya bantuan tanggap darurat bagi warga yang menjadi korban.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, Albert Yani yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/10) membenarkan informasi terjadinya banjir bandang di Maukaro.

Menurutnya, setelah mendapat informasi, pihaknya langsung terjun ke lokasi untuk memberikan bantuan tanggap darurat kepada warga.

“Kami sudah dapat laporan terkait banjir bandang tersebut. Karena itu Tim Reaksi Cepat kami sudah menuju TKP untuk membawa bantuan tanggap darurat,” ujarnya.
Dia menyebutkan, bantuan tersebut merupakan bantuan emergensi seperti beras, mie instan, susu dan bantuan lainnya. (kr7/ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!