Sahabat Tetap Lolos – Timor Express

Timor Express

POLITIK

Sahabat Tetap Lolos

Polemik SK Mutasi Petahana
KPU Siap Hadapi DKPP

KUPANG, TIMEX – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang akhirnya menyatakan Paket Sahabat (Jonas Salean-Niko Frans) tetap lolos menjadi peserta Pilkada Kota Kupang 2017. Keputusan itu dihasilkan dalam rapat pleno KPU Kota Kupang yang digelar pada Sabtu (29/10) sore. Yang menarik, keputusan mengenai nasib Paket Sahabat juga diwarnai dengan dinamika (pro-kontra) di internal Komisioner KPU Kota Kupang.

Kepada wartawan usai rapat pleno, Ketua KPU Kota Kupang, Marianus Minggo, mengatakan, sejak penetapan calon pada Senin (29/10), pihaknya sudah melakukan pencermatan, pengkajian dan koordinasi secara hirarkis. Khususnya berkaitan dengan catatan-catatan untuk dua paket calon.

Selain melakukan koordinasi secara hirarkis, Marianus mengaku, pihaknya telah menyurati Panwaslu Kota Kupang. Surat tersebut dilayangkan sehubungan dengan rekomendasi Panwaslu Kota Kupang tanggal 22 Oktober 2016, yang menyatakan Jonas Salean selaku calon petahana melanggar Pasal 71 ayat 2 Undang-undang Nomor 10 tahun 2016. “Panwas juga sudah balas surat kami tanggal 27 Oktober dan 29 Oktober untuk menjelaskan kedudukan surat rekomendasi mereka,” sebutnya.

Dalam rekomendasinya, jelas Marianus, Panwaslu Kota Kupang juga melampirkan berita acara. Dan dalam berita acara tersebut, penjelasan Panwaslu juga mengacu pada surat edaran dari Bawaslu RI. Yang mana disebutkan, apabila ada calon petahana yang mengambil langkah untuk mengembalikan pejabat ke posisi semula, maka calon petahana tidak lagi melanggar Pasal 71 ayat 2 UU Nomor 10 tahun 2016.

Marianus menambahkan, dengan adanya edaran Bawaslu RI, pihaknya akhirnya berani mengambil sikap dan membuat berita acara. Dimana dalam pleno, mereka juga menganggap bahwa dengan adanya pembatalan SK mutasi 41 pejabat, Jonas tidak lagi melanggar UU Nomor 10 tahun 2016. “Walaupun Panwas jelaskan itu (edaran Bawaslu, red) adalah internal mereka. Tetapi kami berpendapat, bahwa surat edaran itu kan untuk kepentingan dengan masalah ini. Sehingga kami berani ambil sikap seperti itu,” katanya.

Saat rapat pleno, Marianus mengatakan, semua anggota komisioner berpendapat mengenai surat Panwaslu Kota Kupang yang di dalamnya juga memuat penjelasan dari edaran dari Bawaslu RI. Kendati demikian, dia tidak menampik soal adanya dinamika dan perbedaan pendapat di antara Komisoner KPU Kota, ketika pleno berlangsung. “Semua kita berpendapat terhadap surat itu. Memang dalam rapat, pasti ada dinamika dan perbedaan pendapat,” katanya.

Masih terkait hasil pleno, Marianus mengaku, pihaknya sudah mempertimbangkan berbagai aspek dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, mereka siap menghadapi berbagai resiko yang timbul dari keputusan yang diambil tersebut. Bahkan mereka juga siap menghadapi laporan Paket Firman ke DKPP. “Kami sudah ambil keputusan. Apa pun yang terjadi dengan keputusan ini, kami siap lahir batin untuk menghadapinya,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, KPU Kota Kupang telah menetapkan Jonas Salean dan Jefri Riwu Kore sebagai calon Wali Kota Kupang periode 2017-2022, Senin (24/10). Namun, ada catatan khusus untuk dua calon tersebut. Khusus untuk Jonas, KPU masih akan mengkaji rekomendasi Panwaslu Kota Kupang tertanggal 22 Oktober 2016. Dalam rekomendasi tersebut, Panwaslu menyatakan Jonas Salean selaku calon petahana melanggar ayat 2 Pasal 71 Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 karena melakukan mutasi pejabat kurang dari enam bulan sejak penetapan calon tanpa izin Menteri Dalam Negeri. Oleh karena itu, KPU diberi deadline tujuh hari sejak rekomendasi dikeluarkan. Dengan demikian, nasib Jonas Salean paling lambat ditentukan pada 29 Oktober 2016. (r2/sam)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!