Dovi Pemenang Nomor Sembilan – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Dovi Pemenang Nomor Sembilan

KEMENANGAN PERDANA. Andrea Dovisiozo merayakan kemenngannya di Motogp Malaysia dengan mandi Champagne di atas podisum bersama Valentino Rossi yang memastikan mengunci posisi runner up pembalap musim ini.

AFP

Rossi Kunci Posisi Kedua

SEPANG,TIMEX – Persaingan perebutan gelar juara MotoGP musim 2016 boleh saja telah berakhir setelah kemenangan Marc Marquez di MotoGP Australia pekan lalu. Namun, masih banyak hal seru yang bisa terjadi pada sisa musim. Bukti paling sahih terjadi di MotoGP Malaysia kemarin.

Pembalap Ducati Andrea Dovizioso meraih kemenangan di Sirkuit Sepang. Itu adalah kemenangan perdana Dovi – sapaan Dovizioso – bersama Ducati. Kemenangan itu juga menjadi koleksinya yang kedua dalam ajang MotoGP. Sebelumnya, dia menang di MotoGP Inggris 2009 saat masih bersama Repsol Honda.
’’Rasanya terlalu lama (setelah kemenangan pertama, Red). Tapi, semua hal negatif terhapus dengan kemenangan ini,’’ tutur Dovi sebagaimana dikutip Motorsport.

Hasil fantastis yang diraih Dovi itu sekaligus membuat MotoGP tahun ini memiliki sembilan pemenang berbeda. Selain pembalap Italia tersebut, satu di antara sembilan pemenang itu adalah rekan setim Dovi, Andrea Iannone, di MotoGP Austria, Agustus lalu. Nah, Dovi mengakui seharusnya di Austria dirinya mampu mengalahkan Iannone.
’’Saat itu sangat mengecewakan. Saya membuat pilihan yang salah untuk ban belakang,’’ tuturnya. Dovi menyebut kemenangannya itu membuktikan bahwa Ducati benar-benar bangkit setelah musim-musim yang buruk.

Tapi, balapan di Sepang berlangsung nyaris sempurna bagi Dovi yang berada di pole. Sempat kehilangan posisi terdepan, bahkan merosot ke posisi keempat, dia terus menekan untuk tetap berada di rombongan depan. Dalam balapan kemarin, ada lima pembalap yang merasakan posisi terdepan. Selain Dovi, ada Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha), Marc Marquez (Repsol Honda), Valentino Rossi (Movistar Yamaha) dan Iannone.

Konsistensi Desmosedici yang ditunggangi Dovi menjadi pembeda. Kecepatan Lorenzo jauh merosot begitu kehilangan posisi terdepan pada awal lomba. Marquez dan Iannone tergelincir. Praktis, pertarungan seru paling lama terjadi antara dia dengan Rossi.

Lagi-lagi, Dovi menunjukkan konsistensinya. Rossi yang sebelumnya memimpin malah kehilangan kecepatan pada enam lap terakhir. Dovi memanfaatkannya dengan baik dan masuk finis pertama dengan keunggulan lebih dari 3 detik di depan Rossi.

’’Faktanya, kami meminimalkan masalah. Motor saya sangat baik. Mungkin saya bukan yang tercepat, tapi kecepatannya stabil dari awal sampai akhir,’’ terang Dovi.

Di lain pihak, berada di posisi kedua membuat Rossi tak terlalu kecewa. Menurut dia, setelah bertarung habis-habisan di pertengahan lomba, dirinya mustahil mengejar Dovi. Karena itu, dia memilih bermain aman. Apalagi, finis runner-up sudah memastikan dirinya meraih posisi kedua pada akhir musim nanti.

’’Ada kesalahan kecil yang saya buat. Andrea (Dovi) juga terlalu cepat. Ada dua momen kesalahan dan nyaris jatuh. Tentu saja saya tak mau kehilangan 20 poin karena terlalu memaksa,’’ kata Rossi.

Dengan tambahan 20 poin, Rossi mengoleksi 236 poin. Dia unggul 28 poin dari Lorenzo dengan satu balapan tersisa, yakni MotoGP Valencia dua pekan mendatang.

Tahun ini adalah musim terakhir Rossi-Lorenzo di Yamaha. Dari tujuh musim bersama dalam satu tim dalam dua periode berbeda, Rossi meraih empat kali keunggulan dari Lorenzo. Selain musim ini, keunggulan terjadi saat Rossi meraih juara dunia 2088 dan 2009 serta saat menjadi runner-up pada musim 2014. (c5/ady/jpg/rum)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!