Panjang Runway Bandara Haliwen Tambah 400 Meter – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Panjang Runway Bandara Haliwen Tambah 400 Meter

PANTAU. Menhub RI, Budi Karya Sumadi didampingi Ketua Komisi V DPR RI dan Bupati Belu saat memantau kondisi fisik bandara AA Bere Tallo Haliwen Atambua, Sabtu (29/10).

FRANS BORGIAS KOLO/TIMEX

Menhub Pantau Bandara Haliwen

ATAMBUA, TIMEX – Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Sabtu (29/10) petang memantau kondisi fisik bandara AA Bere Tallo Haliwen Atambua. Kunjungan kerja Menhub didampingi Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis.

Kehadiran mereka untuk memastikan kondisi fisik bandara AA Bere Tallo Haliwen yang didarati pesawat jenis ATR 72 dalam kondisi baik.

“Kami hadir di Kota Atambua hanya untuk memastikan kondisi bandara AA Bere Tallo dan pelabuhan Atapupu saat ini dalam kondisi baik untuk melayani kebutuhan transportasi laut dan udara masyarakat di perbatasan,” jelas Budi Karya Sumadi saat akan meninggalkan bandara AA Bere Tallo.

Menurut Budi, bandara AA Bere Tallo yang selama ini hanya melayani pesawat jenis ATR 72 ke depan akan ditingkatkan mutu pelayanannya. Saat ini katanya, pemerintah pusat telah mengalokasi dana miliaran rupiah untuk tujuan dimaksud.

“Panjang runway bandara AA Bere Tallo selama ini cuma 1.600 meter, kita akan tingkatkan menjadi 2.000 meter, biar bisa dimanfaatkan oleh pesawat berkapasitas lebih besar lagi. Dananya sudah kami siapkan tinggal dimanfaatkan,” ungkap Budi.

Ia juga sudah menyediakan dana untuk peningkatan mutu pelayanan transportasi laut melalui pelabuhan Atapupu. Menurut Budi, pelabuhan Atapupu yang selama ini hanya disinggahi kapal-kapan bertonase sedang, ke depan sudah bisa dimaanfaatkan kapal bertonase besar.

“Kedalaman lautnya masih harus dikeruk lagi biar lebih dalam sehingga bisa dimanfaatkan kapal-kapal bertonase besar. Dana untuk pembenahan pelabuhannya juga sudah kami siapkan tinggal dimanfaatkan,” tambah Budi.

Sementara, Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis menjelaskan, dana APBN tahun anggaran 2016 yang sudah disetujui nilainya cukup besar untuk membiaya perluasan lokasi bandara sampai dengan 900 meter. Namun, maksud baik pemerintah pusat belum bisa tersalurkan dengan baik karena terkendala masalah status tanah.

“Pemkab hanya bisa sanggup bebaskan tanah sampai 400 meter, sehingga realisasi anggaran yang sudah kami setujui di komisi V tentu menyesuaikan,” jelasnya.
Ia mengaku, Komisi V DPR RI telah menyetujui dana APBN senilai Rp 8 miliar untuk normalisasi kali Talau seluas 4 hektare. Hasil kegiatan itu ke depan akan berguna sebagai ruang terbuka hijau bagi masyarakat Kabupaten Belu khususnya Kota Atambua. (ogi/ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!