Siswa SMP St. Yoseph Juara Baca Puisi – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Siswa SMP St. Yoseph Juara Baca Puisi

MEMBANGGAKAN. Kepala Sekolah SMP St. Yoseph Naikoten, Romo Amanche Ninu, Pr (kiri) bersama peraih juara satu lomba baca puisi, Sarah G.A Kameli (tengah) dan rekannya Lidya W.S Lapudooh, Sabtu (29/10) di sekolah tersebut.

KRISTO EMBU/TIMEX

Diselenggarakan Kantor Bahasa NTT

KUPANG, TIMEX-Prestasi membanggakan diraih siswa SMP St. Yoseph Naikoten. Siswa Kelas VII, Sarah G. A. Kameli meraih juara satu lomba baca puisi yang diselenggarakan Kantor Bahasa NTT, Jumat (28/10) di Lippa Plaza Kupang.

Lomba baca puisi itu diselenggarakan Kantor Bahasa Provinsi NTT. Diikuti 76 peserta dari sekira 50 SMP di Kota Kupang. Juara satu diraih Sarah G.A Kameli, siswa kelas tujuh dari SMP St. Yoseph Naikoten. Kepada koran ini, Sabtu (29/10), Sarah mengatakan, dirinya membawakan puisi dengan judul ‘Emmu’ karya Mario F. Lawi. “Saya pilih ‘Emmu’ dalam lomba puisi itu. Puji Tuhan saya bisa meraih juara satu. Prestasi ini saya persembahkan untuk sekolah, orangtua dan semua yang telah memberi dukungan untuk saya,” ujar Sarah.

Dijelaskan Kepala Sekolah SMP St. Yoseph Naikoten, Romo Amanche Ninu, sekolah yang dipimpinnya mengutus dua siswa. Yakni Sarah G.A Kameli dan Lidya W.S Lapudooh. “Namun, kali ini yang juara adalah Sarah. Lidya belum meraih juara, namun penampilannya sangat bagus. Ke depan mungkin Lidya yang akan meraih juara,” ujar Romo Amanche memberi motivasi.

Ada empat puisi yang disiapkan panitia. Yakni Emmu, Flobamora, Alam dan Ibu. Sarah memilih Emmu. Sedangkan Lidya memilih Flobamora.

Menurut Romo Amanche, prestasi yang diraih itu merupakan buah dari persiapan yang dilakukan selama ini. “Selama ini pembinaan ekstra kurikuler dilakukan secara rutin. Salah satunya adalah sastra. Kita memberi perhatian khusus terhadap sastra karena anak-anak kita ternyata memiliki minat dan bakat di bidang ini. Tinggal kita memberi pembinaan. Ibarat kita sedang mencari mutiara yang masih belum kelihatan. Sehingga harus dibina dengan tekun dan telaten,” kara Romo Amanche yang terkenal dengan ‘Adik Menangis Satu Malam’ itu.

Secara khusus dirinya berbangga atas prestasi tersebut. Karena sejak tahun lalu dia terus memberi motivasi kepada siswa untuk berprestasi. “Sekolah bisa ukur kinerja pendampingan terhadap siswa. Sekolah memberi kesempatan untuk tampil sehingga harus percaya diri. Namun mereka juga diajar supaya rendah hati,” ujarnya.

Apalagi persiapan khusus untuk lomba puisi ini hanya dilakukan dalam waktu dua minggu. “Memang persiapan untuk lomba ini hanya dua minggu sejak surat undangan kita terima. Namun, sejak tahun lalu anak-anak yang memiliki minat dan bakat di sastra kita beri pendampingan khusus. Tidak hanya baca puisi tetapi juga sastra lainnya seperti menulis, teater dan lainnya,” ujar Romo Amanche.

Selama dua minggu itu, dua siswa yang dipersiapkan ini diberi waktu latihan khusus. Seperti yang disampaukan Sarah dan Lidya bahwa latihan yang diawasi langsung Romo Amanche itu sangat disiplin. “Kalau kita salah Romo langsung koreksi. Kadang kita juga kena marah, bahkan sampai dapat pukul. Tapi kalau kami tampil bagus romo kasi pujian. Kami juga sampai dapat traktir,” kata Sarah sambil tersenyum. (ito)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!