3 Kasus ‘Mandek’ Dilaporkan ke Kompolnas – Timor Express

Timor Express

HUKUM

3 Kasus ‘Mandek’ Dilaporkan ke Kompolnas

BERSAMA. Komisioner Kompolnas, Andrea Poeloengan (Tengah) dan Poengky Indarti (Kiri) pose bersama keluarga Marianus Oki tahanan yang meninggal di Sel Pospol Manamas di Sekretariat PIAR NTT, Sabtu (29/10).

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Kompolnas Minta Polisi Bekerja Jujur

KUPANG, TIMEX–Berkenaan dengan rencana peningkatan status Polda NTT dari Tipe B menjadi Tipe A, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah mengumpulkan sejumlah data untuk dijadikan sebagai bahan persiapan. Tak hanya memantau kesiapan personel di Polda NTT, Komisioner Kompolnas, Andrea Poeloengan dan Poengky Indarti juga mendatangi Sekretariat PIAR NTT, Sabtu (29/10) lalu. Kedatangan mereka ke PIAR NTT bermaksud untuk meminta dan mendengar masukan dari masyarakat terkait pelayanan kepolisian di Polda NTT dan Polres jajaran.

Pantauan Timor Express, pertemuan antara Komisioner Kompolnas dengan masyarakat difasilitasi langsung oleh Koordinator PIAR NTT, Sarah Lery Mboeik. Hadir pada kesempatan itu, Pdt. Pdt. Emmy Sahertian, Koordinator Lakmas Cendana Wangi NTT, Viktor Manbait, serta sejumlah masyarakat yang hendak melaporkan beberapa kasus ke Komisioner Kompolnas.

Dalam pertemuan tersebut, Komisioner Kompolnas mendengar langsung pengakuan dari masyarakat yang notabene adalah keluarga korban. Setidaknya ada tiga kasus yang dilaporkan ke Kompolnas pada kesempatan itu. Diantaranya, kasus kematian tahanan Marianus Oki dalam sel Pos Polisi (Pospol) Manamas di Kabupaten TTU pada 4 Desember 2015. Kasus kematian Hery Anabokai warga Desa Kuli-Lobalain, yang tewas usai dijemput beberapa anggota Polres Rote Ndao di Empanang, Kalimantan Barat pada 29 September 2016. Dan, kasus pencabulan yang dilakukan ayah kandung (AM) tehadap anak kandung yang masih di bawah umur di Kecamatan Maulafa.

Kepada Komisoner Kompolnas, para keluarga korban mengaku, kasus-kasus yang sudah dilaporkan tersebut sudah ditangani pihak kepolisian. Sayangnya, penangannya sangat lambat, bahkan sampai sekarang tidak ada titik terang. Khusus untuk kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan ayah kandung, keluarga korban sangat menyesalkan sikap kepolisian di Polsek Maulafa yang justru berinisiatif memediasi kasus yang ada. Padahal, kasus tersebut harus diproses dengan undang-undang khusus.

Kepada wartawan usai mendengar laporan masyarakat, Andrea Poeloengan mengatakan, kasus-kasus yang dilaporkan masyarakat tersebut, sebenarnya sedang ditangani pihak kepolisian. Hanya saja, penanganan kasus oleh kepolisian berjalan tidak cepat. “Kasus-kasus ini sudah kami minta klarifikasi sebelumnya. Karena ini kasus yang sudah lama. Kami ke sini (PIAR), untuk dengar langsung sambil menunggu ada laporan kembali,” ujarnya.

Dosen STIK-PTIK itu berharap, polisi dan masyarakat harus bekerja sama mencari solusi terbaik terhadap permasalahan-permasalah yang ada. Dia juga meminta masyarakat untuk menghadapi masalah dengan kepala dingin. Sehingga hasil yang ingin dicapai akan baik. Sebaliknya, Andrea meminta aparat kepolisian untuk profesional dalam menangani kasus. Jika tidak profesional, maka hasilnya juga tidak akan baik. “Berbuat jujur merupakan keharusan setiap manusia. Masyarakat yang melapor harus jujur. Polisi yang bekerja juga harus jujur,” katanya.

Andrea menambahkan, peningkatan status ke Tipe A tentu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Oleh karena itu, bila Polda NTT sudah naik ke Tipe A, maka penanganan kasus yang berjalan di tempat, harus diminamilisir. “Agar penanganan kasus itu bisa lebih cepat, tentu butuh SDM yang berkualitas. Butuh IT supaya dari satu ruangan ke ruangan lainnya, surat itu bisa cepat. Kalau lapor di Polsek, Polres bisa tahu. Laporannya juga cepat terdata di Polda,” ungkapnya.
Mengenai perkembangan proses hukum kasus yang dilaporkan ke Kompolnas, sebagaimana pemberitaan koran ini sebelumnya, untuk kasus tewasnya Marianus Oki di sel Pospol Manamas, sudah diambil alih oleh Polda NTT. Dan beberapa waktu lalu, penyidik Polda NTT sudah melakukan rekonstruksi ulang kasus tersebut langsung di TKP yakni di sel Pospol Manamas. Sementara untuk kasus tewasnya Heri Anabokay yang dijemput dua orang penyidik Polres Rote Ndao, yakni Bripka Josua Atakay dan Briptu Josafat Baksuni di Kalimantan namun tewas ketika diperjalanan, saat ini masih dalam penganan Propam Polda NTT. Sementara untuk kasus tewasnya Heri Anabokay, masih dalam penanganan Polres Lintang, Polda Kalimantan Barat. (r2/gat/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!