Jemaat GMIT Paulus Dukung Pemberantasan Trafficking – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Jemaat GMIT Paulus Dukung Pemberantasan Trafficking

KUE ULTAH. Tiga pendeta GMIT Paulus Kupang, Pdt. J.F. Latupeirisa, M.Th, Pdt. Johanis Ratu, S.Th dan Pdt. Ani Dikarti Sapay-Mella,S.Th, didampingi Pdt. (Emr) Alfred Loase, S.Th dan para pimpinan UPT meniup lilin kue ulang tahun usai KKR di jemaat tersebut, Senin (31/10).

OBED GERIMU/TIMEX

KUPANG, TIMEX-Warga GMIT kembali bergembira merayakan tiga momen istimewa sekaligus, yakni HUT Reformasi ke-499, HUT ke-69 GMIT dan penutupan bulan keluarga, Senin (31/10).

Sudah menjadi tradisi jika semua gereja GMIT merayakan tiga momen tersebut dengan melakukan ibadah padang atau di luar gereja.

Di Jemaat GMIT Paulus Kupang, perayaan dikemas dengan konsep Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dihadiri seribu lebih jemaat.
Peringatan momen istimewa itu ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh tiga pendeta jemaat tersebut, yaitu Pdt. J.F. Latupeirisa, M.Th, Pdt. Johanis Ratu, S.Th, dan Pdt. Ani Dikarti Sapay-Mella, S.Th.

Tampil sebagai pengkhotbah dalam KKR tersebut, Pdt. (Emr) Alfred Loase, S.Th. Ia mengatakan Allah telah menaruh benih-benih iman dan keagamaan dalam diri setiap manusia dan akan terus bertumbuh.

Bagi Alfred, potensi-potensi diri yang dimiliki harus disumbangkan dalam pembangunan gereja Tuhan. Sebab apa yang didapat dari Tuhan merupakan kasih karunia, sehingga harus diberikan kepada Tuhan secara cuma-cuma pula.

“Harus tampilkan diri sebagai teladan iman, dan dapat membangun gereja Tuhan,” kata Alfred.

Sang emeritus itu juga sampaikan, setiap warga GMIT harus mengevaluasi kehidupan sehingga layak menjadi rumah Allah dan tempat tinggal roh kudus.

“Kita terlalu mulia dan mahal oleh Allah, karena Dia tinggal dan hidup dalam kita. Untuk itu jangan simpan amarah dan dendam dalam hati. Jangan berencana untuk membawa kecelakaan dan kebinasaan bagi orang lain, karena jika kita lakukan maka kita telah membinasakan bait Allah,” tandasnya.

Masih menurut Alfred, mencintai dan melayani Tuhan dengan iman harus dimulai dengan hal-hal yang kecil namun dilakukan dengan setia dan kualitas pelayanan yang sunggguh-sungguh dan cinta kasih yang besar. Dengan demikian kita sudah meletakan andil bagi pekerjaan Allah di atas dasar iman.

“Kalau kita melakukan hal-hal kecil tetapi dengan cinta kasih yang besar maka dia berdampak luas, menular dan memberkati dan menarik banyak sekali orang untuk datang kepada Tuhan,” imbuhnya.

Pdt. Johanis Ratu, S.Th dalam suara gembalanya mengajak jemaat beryukur kepada Tuhan atas kesempatan menapaki kehidupan sebagai gereja.

Bagi Johanis, persekutuan orang percaya tidak terlepas dari keluarga-keluarga yang diberkati oleh Tuhan dan ditumbuhkembangkan imannya lewat benih-benih pekabaran injil.
Dengan merayakan HUT GMIT, Johanis katakan semua warga GMIT akan terus menjadi sebuah keluarga Allah yang selalu dilingkupi kasih sayang, dan terus bertumbuh menjadi gereja yang saling menjaga komitmen sebagai gereja yang menghargai akan kasih Tuhan.

Johanis juga mengajak jemaat untuk bersama-sama menggumuli dan memperjuangkan hak-hak orang tertindas, khususnya para tenaga kerja Indonesia asal NTT baik legal dan illegal yang dipulangkan dalam kondisi meninggal dunia sebagai korban human trafficking.

“Ketika pemerintah kesannya tidak terlalu memperhatikan, gereja perlu terus doakan. Kalau ada orang-orang di sekitar yang hendak menjual orang untuk kekayaan dirinya segera laporkan. Kita harus tuntaskan ini,” harap Johanis. (joo/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!