Minta Kapolresta Minta Maaf – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Minta Kapolresta Minta Maaf

AKSI DAMAI. Aliansi Cipayung Plus saat melakukan aksi demo ke Gedung DPRD NTT, Senin (31/10). Aksi ini mendapat pengawalan ketat aparat polisi.

OBED GERIMU/TIMEX

Tuntutan Aliansi Cipayung Plus Terkait Penganiayaan 5 Aktivis PMKRI

KUPANG, TIMEX-Tindakan dugaan penganiayaan terhadap lima orang aktivis PMKRI Kupang oleh oknum anggota Polres Kupang Kota menulai kecaman dari seluruh organisasi mahasiswa di Kota Kupang. Kecaman ini diluapkan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus lewat aksi unjuk rasa yang digelar Senin (31/10).

Bergerak dari marga juang PMKRI di Jl. Soeharto, massa aksi berjumlah ratusan mahasiswa ini mengawali unjuk rasa di depan Mapolda NTT, kemudian melakukan long march ke gedung DPRD NTT di Jl. El Tari. Aksi berlangsung aman dan lancar dengan pengawalan ketat ratusan personel polisi dari Polres Kupang Kota.

Di gedung DPRD NTT, para mahasiswa diterima berdialog dengan Wakil Ketua DPRD NTT, Alex Ofong di ruang rapat Kelimutu.

Pada kesempatan itu dibacakan pernyataan sikap aliansi Cipayung Plus Kota Kupang yang terdiri atas GMNI, HMI, PMKRI, GMKI, Senat Mahasiswa Unwira, Permada, Permasa dan Ama Kupang.

Ketua GMNI Kupang Leonardus Liwun yang membacakan pernyataan sikap, mendesak Kapolda mencopot Kapolres Kupang Kota dan Kabag Ops dari jabatannya karena dinilai tidak mampu mengendalikan personelnya yang melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap lima aktivis PMKRI yang seharusnya bertugas melakukan pengamanan.
“Kami mendesak Kapolres Kupang Kota dan Kabag Ops secara sadar dan meyakinkan untuk segera meminta maaf kepada aktivis mahasiswa Kota Kupang tanpa mengabaikan proses hukum yang sedang berjalan,” tegas Leonardus yang didampingi Ketua GMKI Kupang Amos Lafu, Ketua HMI Kupang Munawar, Ketua PMII Kupang Julfirlan dan Ketua PMKRI Kupang Kristoforus Mbora.

Kapolda, Leonardus juga didesak untuk mengedepankan transparansi hukum dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan aktivis PMKRI Kupang kepada Aliansi Cipayung Plus.
Aliansi juga mengecam dan mengutuk tindakan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap aktivis PMKRI Cabang Kupang oleh oknum kepolisiain yang terkesan main hakim sendiri.

Dalam pernyataan sikap, aliansi Cipayung Plus juga mendesak Kapolres Kupang Kota untuk segera mengembalikan bendera PMKRI Cabang Kupang yang dirampas oleh oknum polisi dalam waktu 1 x 24 jam. Sekaligus mendesak DPRD NTT untuk mengevaluasi kinerja Kejati NTT dalam penanganan kasus korupsi di NTT.

“Kami mendesak DPRD NTT untuk segera menghadirkan Kapolda, Kajati dan Kapolreta untuk memberikan pertanggungjawaban atas tindakan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap aktivis PMKRI oleh anggotanya,” tandas Leonardus.

Menanggapi pernyataan sikap dan aspirasi massa aksi, Waket DPRD NTT, Alex Ofong berjanji segera menyampaikan kepada pimpinan DPRD dan para anggota untuk selanjutnya mengagendakan rapat dengan pendapat dengan para pihak terkait.

“DPRD tentu menerima aspirasi teman-teman mahasiswa. Segera saya sampaikan ke pimpinan dan para anggota. Prinsipnya DPRD menolak tindakan kekerasan atau anarkis,” singkat politikus partai Nasdem itu. (joo/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!