Proyek Saluran Irigasi Manikin Siluman – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Proyek Saluran Irigasi Manikin Siluman

PEKERJAAN MACET. Sekretaris P3A Rukun Tani Tarus, Mesak Suek menunjuk saluran irigasi yang dibongkar, namun belum dikerjakan karena ketiadaan material, Kamis (27/10).

ORANIS HERMAN/TIMEX

Pekerja Tidak Tahu Proyek dari Mana

OELAMASI, TIMEX – Pekerjaan rehab saluran irigasi di wilayah persawahan Manikin RT 07/RW 03 Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah siluman. Sebab, proyek yang mulai dikerjakan awal Oktober lalu tidak diketahui berasal dari dinas mana, karena tidak ada papan informasi proyek.

Ketua P3A Rukun Tani Tarus, Mesak Suek kepada wartawan di lokasi pekerjaan saluran irigasi menjelaskan, pekerjaan rehab saluran irigasi itu dikerjakan sejak awal Oktober, namun sayangnya, mereka tidak mengetahui perusahaan mana yang mengerjakan dan proyek tersebut dari dinas mana. Sebab, saat menurunkan material untuk memulai pekerjaan, orang yang membawa material itu hanya menyuruh beberapa petani yang diangkat sebagai tukang untuk mengerjakan saluran irigasi tersebut.

Tukang yang mengerjakan saluran itu diminta untuk membongkar saluran irigasi sepanjang 156 meter, padahal yang mengalami kerusakan hanya sekira 50 meter. Mereka disuruh menggali dari dasar pondasi lama baru mengerjakan kembali.

“Dong suruh pukul kasi rusak dan gali dari pondasi paling bawa baru kerja. Kerja baru dua minggu, material sudah habis. Ini tukang tidak kerja karena material tidak ada,” kata Mesak.

Ia mengaku, saluran irigasi itu menyuplai air bagi persawahan di kelompok Rukun Tani Manikin yang mengairi sawah seluas 125 hektare.

“Rusak hanya sekitar 50 meter, tapi pukul sampai 100 meter lebih. Itu yang masyarakat pertanyakan,” ujarnya.

Ia khawatir, proyek tersebut tidak selesai tepat waktu akan menyusahkan petani. Sebab, dengan sudah mulai turun hujan, otomatis air sudah masuk ke sawah untuk memulai pekerjaan. “Kalau ini proyek sonde selesai, petani mau kerja sawah karmana,” tanya Mesak.

Sementara, salah seorang petani yang diminta untuk mengerjakan saluran irigasi itu, Opi Foes mengaku tidak mengetahui perusahaan mana yang mendapat proyek tersebut. Ia juga tidak mengetahui dinas mana yang mempunyai proyek. Sebab, ia hanya didatangi seseorang dan meminta ia untuk mengerjakan saluran tersebut setelah orang yang tidak dikenal itu menurunkan sejumlah material.

“Pekerja kecewa karena bahan habis, sonde drop lagi. Yang kerja sonde tau,” ungkapnya.

Opi mengaku, dirinya dan beberapa petani yang mengerjakan saluran irigasi itu. Mereka menerima pekerjaan itu karena belum waktunya mengerjakan sawah lantaran ketiadaan air. “Beta sonde tau kontraktornya. Sonde ada gambar dari mana pi mana dan sonde ada papan proyek,” aku Opi. (ays)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!