Pemulung Temukan Orok Bayi di TPA – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Pemulung Temukan Orok Bayi di TPA

Diduga Dibuang Pemiliknya di TPS

KUPANG, TIMEX-Akhir-akhir ini, publik Kota Kupang disuguhi kabar miris, khususnya terkait kasus temuan atau pembuangan bayi dengan berbagai dalih. Bulan Oktober yang baru lewat saja terjadi dua kasus pembuangan bayi. Dan mirisnya, dua bayi itu ditemukan dalam kondisi tanpa nyawa. Sebut saja kasus buang bayi yang dilakukan salah satu mahasiswi perguruan tinggi swasta di Kelurahan Oesapa, Ersnustina Nona Avin kemudian temuan bayi yang diduga dibuang Yuni Nino di rumah sang majikan di Kelurahan Kelapa Lima. Ketika kasus ini masih berproses di kepolisian, datang lagi kasus temuan jasad bayi di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak, Selasa (1/11).

Kemarin pagi sekira pukul 07.00 Wita, dua orang pemulung yang selama ini beraktifitas di TPA Alak, yakni Yumina Laiputa Nenogasu, 45, dan Beci Nenogasu, 34, menemukan orok bayi tak bernyawa terbungkus di kantong plastik warna merah.

Kedua saksi yang tinggal di wilayah RT 21/RW 08, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, tepatnya di belakang PT. Semen Kupang itu menemukan bungkusan kantong tersebut ketika sementara memungut benda-benda yang bisa didaur ulang di TPA Alak usai truk sampah milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang menurunkan sampah. Mengetahui bungkusan kantong warna merah itu adalah orok bayi, Yumina dan Beci Nenogasu langsung memberitahu sopir truk sampah, Daniel Luis Pau, 40. Oleh warga Kelurahan Todekisar, RT 05/RW 03, Kecamatan Kelapa Lima, orok bayi berjenis kelamin laki-laki yang masih ada plasentanya namun sudah meninggal itu lalu dibawa ke Mapolsek Alak.

Sopir truk, Daniel Luis Pau kepada Timor Express, kemarin, menjelaskan, pagi kemarin sekira pukul 05.00, ia bersama lima orang rekannya, masing-masing Stefanus Adu, Samuel Sumadi Sidik, Maxwel Masneno, Adrianus Henuk dan Yopi Kristanto Seran melakukan tugas pengangkutan sampah di beberapa ruas jalan seperti di wilayah Kelapa Lima, Strat A, Fatubesi, Todekisar, dan Jl. Kartini, Kelapa Lima. “Karena mobil sampah sudah penuh, saya sendiri yang bawa truk sampah langsung menuju ke TPA Alak. Sementara teman-teman saya langsung kembali ke rumah,” kata Daniel.

Setelah tiba di TPA, lanjut Daniel, dirinya kemudian menurunkan sampah dengan cara mengangkat bak truk sampah. “Waktu saya turunkan sampah, ada dua orang pemulung yang langsung datang dan pilih-pilih barang bekas yang bisa dijual lagi. Saat mereka sementara pungut sampah, mereka lihat bungkusan kantong warna merah berisikan sesuatu. Mereka langsung buka dan ternyata isinya adalah orok bayi yang sudah mati. Mereka dua langsung lapor ke saya. Padahal, setelah turunkan sampah saya mau pulang tapi saya dipanggil oleh Yopi Kristanto Seran bahwa dirinya lihat orok bayi dibungkus kain warna biru putih dan dimasukan dalam kantong plastik warna merah,” beber Daniel.

Dirinya katakan tidak tahu persis tempat (TPS) dimana orok bayi itu diangkut. Pasalnya, ketika melakukan pengangkutan sampah, petugas sampah langsung menaikan saja semua sampah yang ada di TPS tanpa harus dipilah-pilah lagi. “Saya tidak tahu bayi ini diangkut dimana. Karena tadi pagi, petugas yang angkut sampah biasanya muat saja semua sampah yang ada di TPS,” ujarnya lagi.

Kapolsek Alak, AKP Anthonius Mengga yang dikonfirmasi Timor Express mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari saksi Daniel Luis Pau terkait temuan orok bayi pada Selasa pagi sekira pukul 07.00. “Jadi, ada saksi yang juga sopir truk sampah, Daniel Luis Pau datang melaporkan ke kita ada penemuan orok bayi di TPA Alak. Ketika datang ke Polsek Alak, saksi Daniel Luis Pau juga membawa orok tersebut yang sudah dibungkus pakai baju,” sebut Anthonius. Setelah menerima laporan tersebut, lanjut dia, pihaknya langsung terjun ke lokasi dan melakukan olah TKP.

“Kita sudah lakukan olah TKP. Saksi-saksi juga sudah kita periksa yakni Daniel Luis Pau dan dua orang pemulung di TPA Alak, Yumina Laiputa Nenogasu dan Beci Nenogasu serta satu saksi lain yakni Yopi Kristanto Seran. Orok bayi itu langsung kita bawa ke ruang IPJ RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Saat ini, kita sementara lakukan pendalaman untuk mengungkap siapa sebenarnya pemilik orok bayi yang dibuang ke TPS dan kemudian diangkut ke TPA Alak oleh petugas kebersihan,” kata Anthonius.
Dia ungkapkan, anggotanya di Polsek Alak sementara melakukan pulbaket dengan memeriksa saksi-saksi guna menungkap kasus buang orok itu. (gat/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!