Penyidik Pulbaket Temuan Orok di TPA Alak – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Penyidik Pulbaket Temuan Orok di TPA Alak

Polsek Alak Alihkan Penanganan ke Polres Kota

KUPANG, TIMEX-Penanganan kasus temuan orok bayi berjenis kelamin laki-laki oleh dua orang pemulung di tempat pembuangan akhir (TPA), Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, dialihkan penanganannya oleh Polsek Alak ke Polres Kupang Kota. Alasan pengalihan karena kasus itu lokusnya di seputaran Kecamatan Kelapa Lima dan Kecamatan Kota Lama.

Sebagaimana diketahui, publik Kota Kupang kembali dikejutkan dengan penemuan orok bayi berjenis kelamin laki-laki tak bernyawa dalam tas kresek yang ditemukan dua pemulung, yakni Yumina Laiputa Nenogasu, 45, dan Beci Nenogasu, 34, ketika mereka mengorek sampah di TPA Alak, Selasa pagi (1/11) sekira pukul 07.00 Wita.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Lalu Musti Ali Lee, kepada Timor Express, di ruang kerjanya, kemarin (2/11), mengatakan, pihaknya sudah menerima pengalihan penanganan kasus temuan orok bayi tersebut. “Kita baru saja terima pengalihan penanganan kasus temuan orok bayi dari Polsek Alak. Dan saat ini, kita sementara terjunkan anggota untuk melakukan pendalaman guna mengungkap kasus tersebut. Dugaan kita, orok bayi itu diangkut oleh petugas sampah dari beberapa lokasi TPS di seputaran Kecamatan Kelapa Lima dan Kecamatan Kota Raja,” kataLalu.

Masih menurut dia, pihaknya juga akan segera memanggil para petugas sampah masing-masing, Stefanus Adu, Samuel Sumadi Sidik, Maxwel Masneno, Adrianus Henuk termasuk keempat orang saksi yang menemukan orok bayi itu di TPA yakni Yumina Laiputa Nenogasu dan Beci Nenogasu, Daniel Luis Pau dan Yopi Kristanto Seran. “Kita akan segera panggil para petugas sampah yang bertugas mengangkut sampah bersama truk sampah di wilayah Kecamatan Kelapa Lima dan Kecamatan Kota Raja. Kita akan dalami dimanakan kantong merah berisi orok itu diangkut,” kata Kasat Reskrim.

Dirinya juga meminta seluruh masyarakat Kota Kupang yang mengetahui kasus tersebut supaya memberikan informasi ke Polres Kupang Kota agar kasus temuan orok itu segera diungkap. Untuk kasus temuan orok bayi ini, pihaknya sementara fokus melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dengan harapan pelakunya segera diungkap. Tak hanya itu dirinya juga jelaskan bahwa sejumlah kasus temuan orok bayi di Kota Kupang selama tahun 2016 ini memang belum terungkap. Namun demikian, pihaknya tetap berusaha untuk mengungkap kasus-kasu kemanusiaan itu.

Terpisah, Kapolsek Alak, AKP Anthonius Mengga kepada Timor Express, Rabu (2/11), mengatakan, pasca mendapatkan laporan temuan orok bayi di TPA Alak, pihaknya sudah memeriksa empat orang saksi. “Jadi, kita sudah periksa empat orang saksi untuk mendalami kasus temuan orok bayi itu. Keempat orang saksi itu yakni dua orang pemulung dan satu awak dan seorang sopir truk sampah. Namun untuk penanganan kasus itu, kita sudah alihkan ke Polres Kupang Kota karena diduga kuat orok bayi itu diangkut di seputaran Kecamatan Kelapa Lima dan Kecamatan Kota Lama,” ungkap Anthonius. (gat/aln)



Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!